We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 1)

45 Komentar

Title                       : When Love Must Protect the Love

Author                  : Cahya Khosyiah

Main Cast            : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast          : Park Jiyeon

Pairing                  : Myungzy (Myungsoo+Suzy)

Genre                   : Angst, Romance

Rate                       : 18

Disclaimer           : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika   kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk flashback

R&R

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Tanggung jawab. Cinta adalah tanggung jawab. Mencintai seseorang berarti bertanggung jawab menjaganya. Agar dia tetap bersamamu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sebuah mobil BMW X1 melaju dengan lembut di komplek perumahan. Tidak ada suara yang keluar dari dua orang didalamnya hanya sesekali sang kemudi menoleh ke arah samping sambil tersenyum, sedang yang dilempari senyum seakan tak perduli, matanya terus menatap kedepan.

Beberapa saat kemudian mobil tersebut berhenti tepat didepan rumah berpagar hitam, rumah yang besar namun tidak megah. Sang kemudi turun lalu berjalan memutar untuk membukakan pintu untuk sang kekasih.

Seorang wanita dengan anggun turun dari mobil, “Kau tidak masuk?”

“Aku harus menyelesaikan pekerjaan dari kantor.” Ucap lelaki yang mebukakan pintu tadi.

“Apa aku harus meminta Nickhun oppa untuk mengurangi pekerjaanmu?” Suzy mengibaskan rambutnya kebelakang. “Kita jarang menghabiskan waktu bersama akhir-akhir ini.” Ucap Suzy dengan nada jauh dari khawatir.

“Geojongma. Karna kau sudah lulus dan akan bekerja di perusahaan, kita akan sering bertemu nantinya.” Tanggap Myungsoo sambil tersenyum.

WLP 1 -sz

“Masuklah. Aku ingin mengatakan yang akan ku lakukan dengan Jiyeon.”

Mengatakan? Berarti hal yang sudah diputuskan, meskipun Myungsoo menentangnya Suzy akan tetap melakukannya. “Apa kalian berencana pergi?” Myungsoo terlihat khawatir. “aku harus mendengarkannya jika begitu.” Myungsoo bersandar sambil melipat tangannya didepan dada.

“Aku dan Jiyeon akan pergi ke Amerika.” Ucap Suzy langsung.

Myungsoo diam, dia terlalu terkejut dengan apa yang didengar.

“Amerika Latin, Mexico, Las Vegas, Hawaii, Hollywood. 1 sampai 2 bulan Aku akan menikmati Amerika.”

Myungsoo masih diam.

“Orang tua Jiyeon pernah berjanji akan membawanya berkeliling Amerika setelah lulus SMA tapi iti tidak pernah terjadi.” Terang Suzy.

“Kau terlalu baik padanya.” Ucap Myungsoo dengan lebih tenang. Hanya 1 sampai 2 bulan, Myungsoo tidak akan mati karna merindukan Suzy atau ,,,,,,,,

Setelah berpamitan Myungsoo kembali melajukan mobilnya, kali ini lebih cepat dan senyum yang lebih sumringah dari sebelumnya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Pib,,,pib,,,pib,,,,

Myungsoo menekan sandi apartemen diluar kepala dengan mudah padahal ini apaptemen orang lain. Seseorang, lebih tepatnya.

“Aku datang.” Myungsoo melepas sepatu berganti dengan sendal rumah. Dia berjalan ke dapur mengikuti aroma harum masakan ‘kekasih’nya. Myungsoo tersenyum melihat sang pemilik apartemen yang memunggunginya. Pantas saja dia diabaikan, suara minyaknya terlalu berisik.

Inilah yang selalu dilakukan Myungsoo 2 bulan terakhir ini. Setelah mengantarkan Suzy, dia akan pulang ke apartemen Jiyeon bukan ke apartemennya sendiri. Selama 2 bulan juga hubungan terlarang Myungsoo dan Jiyeon berjalan.

Myungsoo berjalan pelan lalu menelusupkan kedua tangan memeluk Jiyeon dari belakang.

“kapjagi.” Jiyeon tersentak kaget. “kau mengagetkanku.” Jiyeon menepuk punggung tangan Myungsoo yang ada dipinggangnya.

“Harum.” Ucap Myungsoo berat.

“Myung,,, geumanhe,,,” ucap Jiyeon tertahan saat kepala Myungsoo menelusup dan menciumi lehernya dengan lembut.

“Baiklah.” Myungsoo menghentikan kegiatannya.

“mandilah dan makan malam akan siap saat kau keluar dari kamar mandi.” Jiyeon mencium singkat pipi Myungsoo.

===

Semuanya dimulai, ketika seungho –mantan kekasih Jiyeon- memutuskan hubungan mereka dengan alasan ingin fokus pada karir modeling-nya. Jiyeon sangat terluka karna itu terlebih Seungho merupakan pacar pertama Jiyeon, meskipun bukan cinta pertama tapi Seungho sangat berarti bagi Jiyeon. Awalnya Myungsoo hanya menunjukkan perhatiannya sebagai teman, sampai pada akhirnya Myungsoo tahu bahwa dia merupakan cinta pertama Jiyeon.

Myungsoo tidak bisa melihat teman terdekatnya sakit untuk yang kesekian kali, dia menawarkan diri untuk menyembuhkan luka Jiyeon. Tentu saja Jiyeon menolak tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa sebagian dirinya juga ingin memiliki Myungsoo.

Dan semua berjalan begitu saja.

Sebagian hati dan waktu Myungsoo untuk Jiyeon. Atau semuanya? Myungsoo lebih banyak menghabiskan waktu bersama Jiyeon daripada bersama Suzy. Myungsoo hanya bersama Suzy saat makan siang dan pagi hari saat menjemput Suzy untuk ke kampus bersama Jiyeon, tentunya. Dimalam hari, Myungsoo menjemput Suzy dari tempat les piano kemudian pulang ke apartemen Jiyeon.

Dari mata Suzy tak ada yang perlu dicurigai dari hubungan Myungsoo dan Jiyeon. Myungsoo merupakan sunbae mereka di Universitas. Jiyeon berteman dengan Myungsoo terlebih dahulu lalu mengenalkannya pada Suzy. Mereka satu club bulu tangkis saat Myungsoo masih kuliah jadi wajar jika mereka dekat.

===

“Aku tidak mau membicarakan ini tapi ini sangat penting.” Ucap Myungsoo setelah makan malam.

“Apa?” Jiyeon berhenti membersihkan meja makan.

“Bagaimana bisa kau tidak mengatakannya kepadaku?”

“Apa maksudmu?” Jiyeon kembali duduk.

“Suzy bilang bahwa kalian akan ke Amerika.”

“Ye?” Jiyeon terkejut. “Apa yang Suzy katakan?”

Ya. begitulah Suzy. Dia selalu mengambil keputusan sendiri.

“Apa kau sangat ingin ke Amerika?” tanya Myungsoo agar nama ‘Suzy’ tak lagi terucap. Myungsoo dan Jiyeon sudah berjanji, mereka akan melupakan semua yang ada diluar saat mereka bersama.

“Ya.”

“Karna orang tuanmu pernah berjanji mereka akan membawamu keliling Amerika?”

Jiyeon menyerit heran. Darimana Myungsoo tahu? Dia hanya mengatakan itu pada teman–teman terdekatnya. Itupun saat masih duduk dibangku SMA, sebelum orang tuanya jatuh miskin dan akhirnya meninggal. Setelah itu Jiyeon mengubur semua keinginan yang menurutnya berlebihan untuk seorang gadis yatim-piatu seperti dirinya. Sesaat kemudian wajahnya menjadi sendu.

Suzy. Siapa lagi jika bukan dia?

Perasaan bersalah lagi-lagi menghampiri Jiyeon. Bagaimana bisa dia menghianati sahabat terbaiknya. Suzy bahkan masih ingat hal yang pernah dikatakan saat SMA.

“Jika saja ibuku tidak sakit kami tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk pengobatannya. Jika saja kami tidak jatuh miskin, ayah tidak akan bunuh diri. Dan kami bisa keliling dunia tanpa bantuan siapapun” Jiyeon menangis. “Jika saja aku punya kepercayaan diri mengatakan suka tanpa berlindung pada status Suzy kita tidak perlu menjalani hubungan sulit ini.” air mata Jiyeon turun semakin deras.

Myungsoo berdiri berjalan mendekat, “Maafkan aku terlambat menyadari perasaanmu.” Direngkuhnya kepala Jiyeon dalam pelukannya. Membelai lembut kepala sang gadis.

Dirasa Jiyeon sudah sedikit tenang, Myungsoo mengangkat kepala Jiyeon ditatapnya mata milik sang gadis. “Kau priyoritas utama bagiku. Percayalah.” Ucapnya kemudian mencium bibir Jiyeon. Pelukan, ciuman, tatapan, semua yang ada pada Myungsoo membuat Jiyeon damai dan tak takut dengan apapun. Jiyeon menangkupkan kedua tangannya pada rahang Myungsoo, membuat ciuman mereka semakin dalam, dalam, dan dalam.

===

Kita tidak tahu hati seseorang jika ia tidak mengatakannya.

Jiyeon mengenalkan Myungsoo pada Suzy sebagai lelaki yang dekat dengannya dan Suzy tak mengerti itu. Jiyeon pun menyerah dengan perasaanya saat Suzy bilang bahwa Myungsoo memintanya untuk menjadi kekasih. Atas saran Jiyeon juga, Suzy menerima pernyataan Myungsoo.

Dan sekarang perasaannya kembali tumbuh, tumbuh ditempat yang salah.

===

Myungsoo mencium bahu Jiyeon yang tak tertutupi sehelai benang pun.

“Suzy akan menjadi menakutkan jika dia tersakiti.” Ucap Jiyeon masih memunggungi Myungsoo.

“Karna itu ayo tinggalkan negara ini.” Myungsoo manarik tubuh Jiyeon kedekapannya, membuat kulit lengket mereka bertemu. Untuk yang kesekian kalinya Myungsoo mengajak Jiyeon pergi ke luar negeri. “bukankankah kau sangat ingin ke Amerika?”

Jiyeon memutar tubuhnya menghadap ke Myungsoo. Diwajah Jiyeon tercetak raut khawatir, takut, dan sedih secara bersamaan. Myungsoo tidak akan pernah mengerti ini. Suzy bukan  gadis yang tak perduli dengan siapapun seperti yang dia tunjukkan kepada Myungsoo selama mereka bersama. Suzy punya banyak kepribadian. Dia bisa menjadi dingin, ceria, bahkan kejam. Yang pasti Suzy akan menjadi menakutkan jika dia merasa sakit.

“Aku akan ke London untuk berbaikan dengan ayahku, dan itu untukmu.” Ucap Myungsoo dengan senyum tulus.

Jiyeon benar-benar dilanda dilema, dia tidak bisa terus-terusan menusuk sahabatnya dari belakang namun ia juga tak bisa melepaskan Myungsoo. Myungsoo melakukan banyak hal untuk Jiyeon. Bagaimana bisa dia melepas Myungsoo begitu saja? Terlebih sang pria juga menginginkan bersama dirinya. “Selama Suzy tidak tahu, tidak masalah kan?” Jiyeon menyandarkan kepalanya pada dada bidang Myungsoo.

“Tentu.”Myungsoo membelai rambut Jiyeon. matanya menerawang keatap ruangan. Bohong jika dia mengabaikan sosok Suzy saat bersama Jiyeon. Dia mengatakan itu hanya untuk menenangkan perasaan masing-masing, membuang rasa bersalah.

Seharusnya Myungsoo memang melapaskan Suzy, tapi dia tidak bisa. Suzy adalah cinta pertama Myungsoo. Lucukan? Baru merasakan cinta pertama saat kuliah. Dan orangnya adalah Suzy. Matanya, senyumnya, entah bagaimana bisa menyentuh hati terdalam Myungsoo, sikap uncare Suzy tak sedikitpun mengurunkan niat Myungsoo untuk memilikinya.

===

Terjebak dalam dua cinta.

Myungsoo tidak tau siapa yang benar-benar dia cintai. Suzy mendapatkan lebih banyak perhatian Myungsoo dan Jiyeon mendapatkan lebih banyak waktunya. Adil? Tidak. Seperti yang Myungsoo katakan ‘Jiyeon adalah priyoritas utama.’ Jiyeon mendapat semua kepedulian Myungsoo. Dia melakukan itu bukan tanpa sebab. Menurutnya, Suzy punya banyak hal. Harta yang berlimpah, Ibu yang sayang padanya, kakak tiri yang menjaganya, bahkan kakak tiri saja memperlakukan Suzy seperti adik kandung. Sempurna. Sedang Jiyeon? sang gadis hanya punya dirinya.

===

//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                        : Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo.

Ini adalah fiction pertama aku yang menggunakan idol korea, mungkin ada yang aneh.

Stay tune on this blog and Wait the next chapter. Annyeooooong. 😀

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

45 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 1)

  1. jadi ceritanya myungsoo bingung sbenernya dia tu cintanya sama suzy or jiyeon .. kasian suzy sahabat sama kekasihnya mengkhianatinya ..

    Suka

  2. Waahh myung jahat bgt.
    kira kira pas suzy tau bakal gmn yaa

    Suka

  3. myungsoo jahat!! klo mau sama jiyeon putusin suzy aturan jngn sakitin dy!!

    Suka

  4. Izin baca ya thor…baru nemu ff ini…makasih thor

    Suka

  5. Hai author.. this is my firts time. i visit u’re blog..
    haru baca prolognya, g kebayang ntar kebelakang mungkin akan lebih menyakitkan dibanding sama pendahuluan.. siap2 tissue.. 😥

    Disukai oleh 1 orang

  6. Hiks ..hiks…nyesek bgt part ini,,..kasian suzy…ih dasar myung oppa ma jiyeon eoni pengkhianat…

    Suka

  7. Wuah daebak sekali myungsoo ni, nappeun namja
    Mau serakah apa gimana pengen punya 2 yeoja, dia juga bakalan terluka akhirnya setelah nyakitin hati kedua yeojanya itu… Emg jiyeon yg paling butuh myungsoo, karena hidup suzy udh sempurna tapi kan huwaa eomma kasian suzy :(((
    Harusnya kalo mau berhubungan, jiyeon sama myungsoo bilang ke suzy drpd selingkuh di belakang suzy
    Nappeun

    Suka

  8. aiss myungsoo napeun..!!! kn kasian suzy

    Suka

  9. baru baca part 1 udah mewek,,,,myungsoo nappeun namja 😭😭😭😭😭😭…Kasian suzy

    Suka

  10. keren thor ff ny baru pertama baca aja aku udh tertarik tp disini myungsoo selingkuh nappeun banget 😦 kasian suzy kalo gitu
    jiyeon juga kok tega sih sahabat sendiri lo

    Disukai oleh 1 orang

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s