We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 3)

41 Komentar

Tittle                : When Love Must Protect the Love

Author             : Cahya Khosyiah

Main Cast        : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast       : Park Jiyeon

Joon Geum

Original Cast   : Bae Yong Joon as Suzy’s Father

Park Ji Young as Jiyeon’s Father

Jung Il Woo as Soojung’s Father

Jung Ji Woo as Soojung’s Mother

Pairing             : Myungzy (Myungsoo+Suzy)

Genre              : Angst, Romance

Rate                 : 17

Disclaimer       : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk Flashback

R&R

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Tentang Suzy. Bagaimana Myungsoo mencintainya dan bagaimana dia mempengaruhi hidup orang-orang yang mencintainya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Kau akan dijeput Sungyeol dibandara.” Myungsoo membantu Jiyeon memasukkan koper ke dalam bagasi. “Aku sudah menceritakan tentang dia kepadamu kan?”

“Hem,, temanmu yang menjadi karyawan kepercayaan ayahmu?”

“Kau punya ingatan yang kuat.” Myungsoo tersenyum sambil mengusap rambut Jiyeon kasar. Berusaha mencairkan keadaan yang tegang. “Aku akan kesana 2 atau 3 minggu lagi.”

“Aku tau. Ini menyakitkan untuk Suzy tapi dia akan lebih sakit nantinya. Benarkan?”

Myungsoo dan Jiyeon memutuskan untuk tidak pergi bersama dengan begini Suzy tidak akan terlalu sakit dan mereka tidak dicurigai. Jika kau berencana menyembunyikan sesuatu, sembunyikan sampai akhir.

‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’

“Naya.”

“…..”

“Bagaimana kabar Soojung?” Tanya Joongeum pada seseorang disebrang sana.

Terjadi sesuatu pada Suzy?” suara Ilwoo terdengar khawatir.

“Kenapa kau mencemaskan anak orang lain? Cemaskan anakmu sendiri.”

Suzy dan Jiyeon juga anakku.” Kata Ilwoo. “Dua bersaudara itu ingin membunuhku secara perlahan.

“Apa yang terjadi?”

“Suyeon tidak ingin mewarisi perusahaan keluarga. Dia ingin menjadi artis bahkan dia mengubah namanya menjadi Jessica.”

“Jiwoo sudah memberi tahuku. Suyeon bukan satu-satunya entertainer yang merubah namanya. Banyak yang menggunakan nama panggung.”

“Dan Soojung ingin mendirikan agen periklanan.”

“Apa?”

“Jiwoo pasti belum mengatakannya.”

“Kau seharusnya bersyukur punya anak-anak mandiri.” Ucap Joongeum.

“Tapi tidak seperti ini. Aku harus bersaing dengan perusahaan anakku? Aku bisa gila.”

“Jadi itu alasan Soojung tidak menghubungi Suzy selama 6 bulan?” Joongeum harus berhati-hati bicara agar tidak terkesan menyelidiki.

“Anak itu benar-benar berniat menjadi pesaing orang tuanya. Dia sampai tidak menghubungi sahabat-sahabatnya. Bagaimana kabar Jiyeon?”

“Dia pergi ke London. Tinggal bersama kerabatnya.”

“Kerabat?”

Mendengar nada Ilwoo, Joongeum yakin orang disebrang sana sedang terkejut.

“Ya. Itu yang dikatakan Suzy.”

“Jiyeon tidak punya kerabat diluar negri.”

“Maksudmu?”

“Ibu Jiyeon anak tunggal itulah kenapa saat dia sakit  Jiyoung tidak bisa meminta bantuan siapapun. Sedangkan keluarga Jiyoung berada di seoul, ku pikir mereka tidak akan menerima Jiyeon akibat pernikahan orang tuanya yang tidak direstui oleh keluarga Jiyoung”

“Kau yakin?”

“Tentu saja.” Ilwoo terdengar serius. “Mana mungkin aku salah mengenenal sahabatku sendiri. Aku, Jiyoung, dan YongJoon, sangat mengenal masing-masing.”

“Kapan kalian kembali ke Seoul?”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Apa kau punya rencana diakhir minggu?” Tanya Myungsoo ketika Suzy datang berkunjung ke kantornya. “Ayo berkencan.”

“Baiklah.” Jawab Suzy.

Hanya ‘Baiklah’? Jika itu Jiyeon, dia akan langsung memeluk Myungsoo kemudian berbicara panjang lebar, menyebutkan tempat-tempat yang ingin dia datangi. “Kau ingin kemana?” Myungsoo menggenggam tangn Suzy. “Jangan di kedai pizza.”

“Aku juga tidak ingin kesana lagi. Aku benci tempat itu.”

“Bagaimana jika Namsan Tower?”

“Aku tidak suka keramaian.”

“Masih? Kita kesana beberapa kali, dan kau masih tidak suka tempat itu?”

Suzy menghela nafas. Kenapa Myungsoo ingin Suzy ke tempat itu? Apa yang diinginkan Myungsoo? “Aku akan memberitahu tempatnya nanti.”

“Baiklah. Apa kau akan mengunjungi Nikckhun Hyung?

“Aku sudah kesana, sebelum kemari.” Suzy beranjak dari duduk. “Aku akan pulang.”

“Suzy,,,” Myungsoo hanya menatap Suzy cukup lama. “Aku mencintaimu, sangat.” Ucap Myungsoo akhirnya, sambil memeluk tubuh Suzy.

“Hemm,,”

“Apapun yang terjadi, ingatlah Aku sangat mencintaimu.” Myungsoo tak dapat membendung air matanya.

“Apa kau menangis?” Suzy mencoba melepas pelukan Myungsoo tapi tenaga Myungsoo lebih kuat.

“Bahkan jika Aku harus menderita seumur hidupku, aku lebih memilih mencintaimu.”

Suzy diam, kenapa perasaannya tidak enak? Dia seharusnya bangga atau terharu, mungkin. Myungsoo rela menderita hanya untuk mencintainya.

Ditempat lain,,,,,,,,,

Jiyeon menghentikan langkahnya, menengok kebelakang. Siapa yang diharapkan mengantar kepergiannya? Suzy? Sejak pertemuannya tempo hari, jangankan bertemu, sekedar mengirim pesan saja tidak pernah. Jiyeon tahu Suzy, jadi dia sudah menebak bahwa akan menjadi seperti ini.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Myungsoo membukakan pintu mobil untuk Suzy, setelah mereka sampai ditempat tujuan.

Hari yang cerah, musim semi di sungai Han. Waktu yang tapat untuk berkencan.

“Aku suka sungai Han. Tapi aku tidak pernah berfikir akan berkencan disini.” Myungsoo tersenyum.

“Kau bisa menganggap ini hanya jalan-jalan.” Ucap Suzy berjalan duluan.

WLP 3 -l (8)

Merusak suasana adalah salah satu hobi suzy. Seharusnya Suzy menarik tangannya dengan manja sambil tersenyum bukan justru berjalan sendiri, pikir Myungsoo. “Apa kau lupa ini?” Myungsoo mengangkat tangan Suzy dalam genggamannya. “Jika kau melakukan kencan, kalian harus berpegangan tangan. Bukan membebani tapi minta dia menjagamu.”

“Aku bisa menjaga diriku sendiri.” Suzy menuntun langkah mereka.

“Laki-laki akan merasa tidak berguna jika wanitanya terlalu mandiri.” Myungsoo mengikuti langkah Suzy. “Sesekali tunjukkanlah kau membutuhkan dia. Tidak,,, kau juga harus mengatakannya.”

“Aku akan katakan jika Aku membutuhkanmu.” Suzy berhenti berjalan. “Aku ingin naik sepeda.”

Myungsoo melirik kesamping, Suzy membawanya ke penyewaan sepeda. Myungsoo tersenyum, sampai sekarang ada satu hal yang tidak bisa ia ketahui dari sang kekasih. Hatinya.

“Aku ingin ini.” Tunjuk Suzy saat Myungsoo hendak mengambil sepeda berkapasitas dua orang.

“Ye?! Jika kau tidak ingin menggayun kita bisa pakai ini.” Myungsoo mengambil sepeda yang lain.

“Aku ingin ini.” Suzy tetap kokoh dengan sepeda yang ia tunjuk.

Kenapa Suzy seperti ini? Apa karna ucapan Myungsoo tadi jadi Suzy ingin ia jalan kaki? Suzy bukan seorang yang kenak-kanakan.

“Naiklah.” Perintah Suzy

Myungsoo pun menurutinya tanpa banyak bicara.

“Singkirkan tanganmu.” menepuk lengan Myungsoo.

WLP 3 -l (9)

Myungsoo tersenyum tak menyangka, setelah sadar maksud Suzy. “Aku harap kau tidak punya berat badan yang berlebih.” Myungsoo mengangkat tubuh sang gadis untuk duduk didepannya. “Gadis nakal.” Myungsoo mulai menjalankan sepedanya.

“Meskipun aku suka makan tapi aku tidak berat, aku selalu berolahraga.”

“Apakah aku harus memberika penghargaan?”

“Kau sudah memberikannya.” Suzy merapatkan diri pada dada kekasihnya, membuat Myungsoo bisa mencium aroma rambut Suzy. “Cintamu.”

“Ku harap kau tidak sedang berencana membunuhku.” Myungsoo berhenti. “Duduk didepan agar aku bisa mencium wangi rambutmu, mengucapkan kata-kata mematikan.”

“Tidak.” Suzy turun dari sepeda.

“Lalu?” Myungsoo mengikuti Suzy.

“Aku hanya ingin mendengar detak jantungmu saat bersamaku.”

“Dan?”

“Berisik, seperti gunung yang akan meletus.”

“Lalu?”

“Aku suka.” Suzy menuntun tangan Myungsoo merasakan detak jantungnya.

Myungsoo juga merasakannya. Merasakan jantung orang yang dicintai berdetak sangat cepat.“Orang akan berfikir, aku berkencan dengan sebuah robot.” Myungsoo menunjuk-nunjuk pipi Suzy dengan jari telunjuk.

“Apa itu masalah?” Suzy melepas tangan Myungsoo, namun dengan cepat posisi berubah menjadi tangan Myungsoo memegang tangan Suzy.

“Kenapa kau tak pernah bilang ‘Aku mencintamu’?”

Suzy diam.

“Jika terlalu sulit, bagaimana dengan ‘Aku menyukaimu’?”

Suzy masih diam.

“Bukankah itu lebih ringan dari pada ‘Aku membutuhkanmu’.”

“Aku akan memberi tahumu nanti.” Suzy memalingkan wajah, tak berani menatap mata tajam Myungsoo.

“Kapan?” Myungsoo maju satu langkah, reflek membuat Suzy juga mundur satu langkah. “Taukah kau? sekarang aku dalam posisi hampir gila,,” Myungsoo maju lagi, kali ini Suzy tak bergerak.

“Myungsoo,,,,”

“Hanya sekali saja maka aku akan melepas semuanya.”

“Aku bilang akan memberi tahumu nanti.” Tegas Suzy.

“Bahkan jika kau ingin aku mati, aku akan akan memotong nadiku didepanmu.”

“Maaf.”

Myungsoo tersenyum miris, sampai disana perasaannya dan Suzy mengatakan maaf. Tanpa ba-bi-bu Myungsoo langsung menarik tengkuk Suzy kemudian mencium bibirnya.

Terkejut, tentu saja. Terlebih ciuman Myungsoo kali ini, terkesan memaksa. Suzy tak tau kenapa, dia juga tak bisa membalas ciuman sang kekasih jadi yang dia lakukan adalah merapatkan diri kemudian memeluk Myungsoo.

Seperti biasa Suzy tidak membalas ciuman Myungsoo, dan itu membuatnya semakin kalut. Ciuman Myungsoo semakin ganas pada sang kekasih, menyampaikan emosinya pada setiap inci bibir Suzy. ‘Ada apa denganmu, Suzy?’ pertanyaan berkecamuk dihati Myungsoo. ‘Mengapa sulit sekali mengetahui hatimu?’

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                  : Siapa yang tidak sabar untuk ‘Flower song’?!!!!! Melihat foto-foto persiapan film ‘Dorihwaga’ membuatku lupa segalanya. Myungstal? Abaikan saja.

Thanks for read. Sorry for typo. 😦

DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! -Beda loh ‘Copy paste’  dengan ‘plagiat’-

Stay tune on this blog and Wait next chapter. Annyeooooong. 🙂

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

41 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 3)

  1. suzy kok kayak dingin gitu ya ke myungsoo .. makin kesini makin sebel sama myungsoo :3

    Suka

  2. Jadi ceritanya suzy itu introvert ya..
    maksudnya itu ttg jiyeon ama suzy apa sih?. Masih belom mudeng x_x

    Suka

  3. udh lah suzy putus sama myungsoo aja aq jg emosi sama myung

    Suka

  4. Myungsoo membingungkan….dua duanya dicintai….

    Suka

  5. Suzy?
    meragukan banget, bener si kalo laki-laki jadi terkesan menginginkan lebih kalo pasangannya juga g ngebales..
    Suzy again?

    Suka

  6. Jadi apa alasan myungsoo jadian sama jiyeon karena sikap dingin suzy dan ga pernah nunjukin kasih sayang trs saranghae ke dia?? Tapi kan ya ga macarin dua yeoja sekaligus… Apalagi jiyeon ampek hamil, masih aja ngebet ngomong sarangahe ke suzy…kan emosi 😀

    Suka

  7. suzy dingin..apa itu sebab ny myung selingkuh sama jiyeon

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s