We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 4)

39 Komentar

Title                 : When Love Must Protect the Love

Author             : Cahya Khosyiah

Main Cast        : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast       : Nikckhun

Tiffany

Pairing             : Myungzy (Myungsoo+Suzy)

Genre              : Angst, Romance

Rate                 : 17

Disclaimer       : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk Flashback

R&R

WLP 4

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Kenyataan bahwa mecintai seseorang itu sangat menyakitkan. Sehingga perasaan tersebut menjadi benci

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Nikckhun menyandarkan tubuh sambil memijat kepalanya yang pening. Kenapa orang-orang sangat peduli dengan kehidupan orang lain? Dulu pernikahan yang direncanakan sejak kecil, sekarang terlibat cinta romantis dengan saudara tiri.

Pemberitaan hubungannya dengan Suzy tak pernah berhenti.

Apakah pertunangan belum cukup? Haruskah ia menikah?

Nikckhun kembali ke alam sadarnya saat mendengar tanda videocall masuk.

“ Sweetyyyy” Suara nyaring dari seberang sana. “Apa kau sudah melihat berita hari ini?”

“Yak!! Aku katakan, jangan baca berita bisnis.” Nikckhun marah.

“Lihat,,lihat,,lihat,,, urat wajahmu seperti akan keluar. Ck,,,”

“Kau mengabaikanku?”

“Apa yang kau bicarakan? Aku sedang berbicara tentang perancang paris yang melakukan peragaan busana, dia membuat gaun pengantin dan akan terlihat bagus jika kau memakainya. Apa kau mengerti, tuan?” Tiffany berbicara panjang lebar. Dia tahu Apa yang ada dikepalanya dan tunangannya tidak sincron.

“Aku belum melihatnya. Tapi apapun yang kau pakai akan terlihat bagus.” Sedikit gombalan mungkin bisa mencegah Tiffany marah.

“Kau yang tidak mendengarkanku. Abaikan berita semacam itu. Meraka merasa senang jika orang seperti kita bermasalahlah dalam keluarga. Suzy baik-baik saja.” Sepertinya gombalan Nikckhun tak berguna.

“Saya mengerti Nyonya. Jadi anda benar-benar siap menikah denga saya?” Nikckhun tersenyum. “Kapan aku harus datang ke Amerika untuk menemuai orang tuamu?”

“Lupakan!!! Membicarakan gaun saja membuatku muak.”

Tit… Tiffany memutus videocall secara tiba-tiba. Namun sedetik kemudian pesan masuk ke ponsel Nikckhun, tentu saja dari Tiffany.

‘KAU AKAN MATI JIKA TIDAK DATANG LUSA’ Nikckhun tersenyum geli, Tiffany sangat menggemaskan. Itulah kenapa Nikckhun tidak keberatan menikah dengannya meskipun ini pernikahan yang direncanakan.

“Jatuh Cinta.” Ucap Suzy sambil meminum jus jeruk yang diberikan oleh sekertaris Nikckhun tadi.

“Yak!!” Nikckhun memegang dadanya. “Kau membuaku terkejut. Sejak kapan kau disana.”

“Sejak tadi.” Suzy meletakkan kembali gelas jusnya. “Cukup melihatmu mendesah dan tersenyum setelahnya.”

‘Suzy baik-baik saja. Mulailah memikirkan tentang kita.’ Sebait pesan dari Tiffany. “Apa kau baik-baik saja?”

“Ya. Ini bukan berita baru jadi kenapa harus terkejut. Aku sudah mengalaminya sejak Appa membawamu ke korea.”

“Myungsoo?” Nikckhun manaikkan sebelah alis.

“Dia bukan anak kecil.” Jawab Suzy santai.

“Seseorang bisa kekanak-kanakan karna cinta.Myungsoo akan berfikir kau tidak serius dengannya.” Nikckhun duduk disamping adiknya.

“Dia sedang berfikir seperti itu.”

“Waaaah,, Adikku sangat mengagumkan.” Nikckhun geleng-gelng kepala.”kekasihmu sedang kelimpungan dan kau masih bertahan dengan wajahmu itu.”

Suzy tak merespon ucapan Nikckhun.

“Itulah kenapa bicara dibutuhkan, kau harus meyakinkannya. Gunakan mulutmu, kau hanya menggunakannya untuk makan.” Nikckhun menjepit dan menarik bibir Suzy, terlihat lucu. “Jangan seperti kakakmu.”

“Apa?”

“Meskipun aku bahagia tapi ini seperti aku menggunakan Tiffany untuk menyelamatkanmu.”

“Bukankah memang begitu.” Suzy mendekatkan gelas jus yang lain kepada Nikckhun.

===

Pernikahan Nikckhun dan Tiffany memang direncanakan oleh orang tua mereka. Sejak ayah Suzy membawa Nikckhun ke korea ada-ada saja berita yang berkembang dimasyarakat. Nikckhun dipersiapkan untuk menjadi menantu sekaligus pewaris Irwol Grup, Cerita romantis kakak dan adik tiri, dan yang terbaru adalah rusaknya pertunanagn karna Nikckhun mencintai adik tirinya. Roman picisan, mereka terlalu banyak menonton drama.

Ibu Suzy mulai mencari cara agar putra-putrinya tidak selalu muncul dihalaman muka majalah jika mereka menghabiskan waktu bersama. Dan jawabannya adalah seorang pasangan untuk Nikckhun. Namun ibu Suzy tak ingin sembarang gadis menjadi pendamping Nikckhun kelak.

Tiffany merupakan anak Destributor mobil dalam skala Amerika-Asia. Gadis yang tepat bukan? Dan pertemuan dilakukan. Mereka saling menyukai, jadi tidak ada alasan untuk menolak. Gengsi? Tak ada gunanya.

===

“Ini.” Nikckhun menyodorkan amplop putih. “Ku dengar kau membatalkan tiketmu kemarin.”

“Tiket ke Amerika?” Jika Suzy ingin ke Amerika dia tidak perlu mengcancel tiketnya, lalu kenapa kakaknya memberi tiket baru?

“Selamat Ulang Tahun.” Ucap Nikckhun.

“Ku harap ini bukan sogokan agar besok kau bisa pulang malam.” Respon Suzy.

“Tentu saja tidak. Aku justru berencana untuk tidak masuk besok. Sudah lama kita tidak melihat Ayah.”

“Kita baru kesana 1 bulan yang lalu.”

“Satu bulan, waktu yang lama.”

“””’’’’’’’””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’

Suzy membuka pintu ruangan tanpa mengetuk terlebih dahulu. Dirinya terheran ketika tak pendapati sang penghuni. Ia berjalan mendekati meja, lalu dilihatnya sebuah memo.

‘Jika kau sangat merindukanku dan tak bisa menahannya sampai besok pagi, kau boleh datang ke Apartemenku.’

Undangan? Kenapa seperti tantangan?

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy bediri sejenak didepan pintu apartemen. Benar ini tempat kekasihnya tinggal, tapi kenapa pintunya terbuka? Dia berjalan hati-hati karna dalam ruangan juga gelap.

“saengil chukhahae” Myungsoo tiba-tiba muncnul entah dari mana sambil membawa kue berbentuk lingkaran, tak lupa lilin angka ‘21’ diatasnya.

“Kau membuatku terkejut.” Ucap Suzy datar.

“Apa itu wajah terkejut?” Myungsoo mencibir.

“Ya.” Sebenarnya, Suzy bukan terkejut tapi takut. Melihat kondisi Apartemen yang gelap dengan pintu terbuka membuatnya berfikir terjadi sesuatu pada sang kekasih namun dia harus mengontrol emosinya.

“Cepat tiup lilinnya, aku pegal.” Saat Suzy hendak meniup lilin Myungsoo menghentikannya, “Jangan lupa makewish.”

Suzy lalu memejamkan mata beberapa detik kemudian meniup lilin.

Myungsoo membawa kue ke meja yang sudah ia persiapkan, terletak tak jauh dari posisi mereka tadi. Makan malam romantis di ulang tahun Suzy.

“Ini gelap.” Ucap suzy.

“Jangan takut, ada aku.” Myungsoo menarik kursi untuk Suzy kemudian duduk disebrang meja. “Kau hanya perlu melihat wajahku, jangan melihat sekitar.”

“Jika kau merindukanku, seharusnya kau datang kerumah bukan menyuruhku datang. Kau menyuruh seorang wanita datang ke apartemen pria lajang.”

“Aku takut pada ibumu.” Myungsoo bergidik membayangkan wajah ibu Suzy yang sama kakunya dengan sang kekasih.

Suzy tersenyum hampir tertawa, melihat Myungsoo yang takut pada ibunya.

“Og…Kau tersenyum.” Myungsoo tak percaya melihat senyum Suzy sekarang.

“Nikckhun oppa bilang, aku harus tersenyum didepanmu.”

“Ya, dia benar. Hanya tersenyum padaku, jangan yang lain.” Myungsoo menuangkan anggur pada gelas Suzy. “Bukan hal yang buruk menyuruhmu sering-sering kesini, aku harap ada wartawan yang melihatmu datang kesini dan menghentikan rumor Irwol Grup’s Princess terlibat cinta dengan Pangeran Nickhun.”

“Dia kakakku.” Ucap Suzy.

“Jika bukan karna dia yang mempekerjakanku, aku sudah membuat wajahnya babak-belur. Beraninya dia selalu muncul dihalaman muka majalah dengan pacarku.” Myungsoo seakan tak menghiraukan ucapan Suzy. Suzy dan Nikckhun hanya saudara tiri, siapa yang tau apa yang akan terjadi nanti, pikir Myungsoo.

Apalagi sikap Ibu Suzy padanya,,, Joongeum hanya tersenyum pada Myungsoo saat mereka diperusahaan, memperlakukan sama dengan karyawan lainya. Keluar dari jam kantor? Jangan harap, memandang saja tidak. Itulah kenapa Myungsoo tidak pernah datang ke rumah Suzy, terakhir dia kesana saat peringatan kematian ayah Suzy.

“Eomma hanya tidak ingin ada yang melukai putrinya.” Ucap Suzy. “Kau harus datang ke rumah dan menemui ibuku.”

“he?” Myungsoo terkejut atas usul Suzy.

“Agar dia percaya padamu.”

“Putrinya saja belum percanya, bagaimana aku berhadapan dengan ibunya.” Myungsoo menatap lekat Suzy.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Selasai makan malam Myungsoo mengantar Suzy untuk pulang, namun ia tak langsung ke rumah Suzy. Myungsoo membawa mereka ketepi Sunga Han, menikmati lampu malam serta kerlip bintang.

“Apa kau masih ingat wajah Ayahmu saat menutup mata seperti ini?” Myungsoo mengadahkan kepala sambil memejamkan mata, seolah menikmati angin malam yamg berhembus, dan Suzy mengikutinya.

“Ya, dia sedang tersenyum persis seperti yang ada difoto.”

“Aku memintamu membayangkan wajah ayahmu bukan foto wajah ayahmu.” Myungsoo menoleh pada Suzy.

“Yang masih kuingat jelas, Appa berkata bahwa dia mencintaiku dan akan melindungiku.” Jawab Suzy.

“Apa Ayahmu sangat percaya pada Nikckhun hyung?” Tanya Myungsoo.

“Appa membawa oppa sebulan sebelum dia meninggalkan kami.” Jawab Suzy.

Myungsoo terus bertanya tentang hal-hal yang sudah ia ketahui karna Myungsoo memang bukan kali pertama menanyakan perihal Ayah Suzy. Ini hanya sebuah pancingan agar Suzy bertanya tentang keluaga Myungsoo, namun sepertinya itu sia-sia. Sang kekasih tidak sedikitpun menunjukkkan ketertarikannya pada keluarga Myungsoo.

“Aku sangat ingin mendengarnya.” Ucap Myungsoo meraih tangan Suzy dalam genggamannya.

Suzy yang tau maksud Myungsoo hanya diam.

“Katakanlah walau kau hanya berbohong.” Pinta Myungsoo lagi.

“Sejak awal bukakah aku sudah katakan bahwa kita akan mengalami banyak hal sulit, ini bukan apa-apa.” Ucap Suzy.

“Kau yang membuatnya sulit.” Myungsoo membentak Suzy namun dengan nada yang masih pelan.

“Jadi kau melempar kesalahan padaku?” Balas Suzy, ini adalah kali pertama Suzy berbicara dengan emosi.

“Aku hanya tidak ingin ada penyesalan.” Myungsoo meraih kepala sang kekasih kemudian menyandarkan pada dada bidangnya, ketakutannya muncul. “Aku selalu berfikir keras sebelum melakukan sesuatu. Mencintaimu, bekerja di perusahaan keluargamu,,,itu semua bukan hal yang mudah.”

“Kau hanya mencari alasan untuk berkata putus.”

“Suzy,,,,,” Myungsoo menarik kedua bahu kekasihnya.

“Mencintai seseorang bukan berarti kau rela mati untuknya tapi kau harus bertahan hidup agar bisa melindunginya.” Ucap Suzy.

“Apakah kau ingin aku membunuh seseorang?”

“Aku ingin kau membunuh Jiyeon.” Jawab Suzy

Myungsoo ingat bagaimana ketakutan Jiyeon pada Suzy. Apa ini yang dimaksud?

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                  : ASLI! Markzy dan Myungstal moment, bikin badmood. Mempengaruhi feel banget.

Sampai2 wajah Woohie ga mempan buat ngobatin sakit hati. Rasanya pengen nendang muka myungsoo.

Walaupun dalam keadaan tidak baik, aku berterimasih kepada kalian yang udah sempet baca dan komentar disini.

Thanks for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!!

Sorry for typo. 😦

Stay tune on this blog and Wait next chapter. Annyeooooong. 😦 *lemes

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

39 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 4)

  1. Hayooo Myungsoo, Suzy udah kayak gitu loh, hati hati ya, hehe

    Suka

  2. suzy udah curiga sama myungyeon ya makanya bilang kek gitu .. makin gak ngerti deh gimana perasaan myungsoo sebenernya .

    Suka

  3. Wahhh napa suzy pengenn myung bunuh jiyeonn?? Ada apa sebenernya?

    Suka

  4. aq pingin yg terbaik aja buat suzy

    Suka

  5. Waeyo?
    kok chuzy jadi begini? apakah wajah dingin suzy juga menggambarkan betapa dinginnya hati suzy? Myungsoo agaknya cinta banget sama Suzy, tapi perbuatannya dibelakang bener2 bikin gatel..

    Disukai oleh 1 orang

  6. ahhh penasaran sma masa lalu ny suzy..

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s