We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 8)

32 Komentar

Title                 : When Love Must Protect the Love

Author             : Cahya Khosyiah

Main Cast        : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast       :Nichkhun

Tiffany

Minho

Seungho

Jieun

Sungjong

Hyeri

Original Cast   : Chun Unjeonsa

Ok Biseo

Pairing             : Myungzy (Myungz+Suzy)

Genre              : Angst, Romance

Rate                 : 17+

Disclaimer       : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk flashback

R&R

/////////////////////////////////////////////////////////////////

Dikesempatan kedua izinkan aku mencintaimu lebih dulu dan mencintaimu lebih besar.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Joongeum melempar koran pagi yang berisi berita tentang putrinya. Membuat keributan, mereka bilang? Apa Suzy menjambak salah satu tamu? Apa Suzy berbicara tidak sopan? Suzy hanya menjatuhkan gelas dan mereka bilang dia tidak menjaga sikapnya. Lalu mereka yang membicarakan orang lain dibelakang, disebut apa?

“Dimana Minho?” Tanya Joongeum pada Asisten Pribadinya.

“Dia masih bersama Suzy Agassi.”

WLP 8 -jg (16)

“Kenapa sampah itu muncul?”

“Tebakan saya dia akan memperbaiki keadaan perusahaanya yang memburuk.”

“Ini salahku. Aku terlalu tenang karna berfikir mereka tidak akan muncul setelah kehilangan anak.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“Seperti biasa hanya awasi dia. Lakukan sesuatu jika keadaan tidak terkendalikan dan jangan sampai Suzy dan Nichkhun tau kau melakukan ini.” Perintah Joogeum.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Bagaimana keadaan Suzy?” Tanya Nichkhun.

Minho mengaihkan pandangan dari Suzy, dilihatnya Nichkhun sedang berjalan bersama Tiffany.

“Dia harus melakukan sesuatu yang dia sukai.” Minho kembali memperhatikan Suzy yang sedang melukis diberanda.

“Terimakasih.” Ucap Nichkhun.

“Aku belajar darimu.” Minho tersenyum hampir tertawa melihat Tiffany.

“Apa yang kau lihat?” Tiffany memincingkan matanya.

“Tidak, hanya merasa lucu melihatmu,,,” Minho melirik perut buncit Tiffany.

Tak,,, Tiffany menjitak kepala Minho.

“Ak,,, Noona memang terlihat lucu. Berbeda dengan Suzy, dia pasti terlihat cantik saat hamil.”

Tak,, kini giliran Nichkhun menjitak kepala Minho.“Khayalanmu terlalu liar.”

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Tak berbeda dengan yang lain, dirumahnya Myungsoo juga sedang membaca berita yang membahas tentang perilaku Suzy dipesta tadi malam. Perasaan tersiksanya semakin menjadi. Rindu, khawatir, merasa bersalah, dan marah. Dia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Datang kerumah Suzy? Myungsoo sadar diri untuk tidak melakukan itu meski sangat ingin.

“Anda disana tadi malam, apa anda melihat Nona Bae?”

“Ya.” jawab singkat Myungsoo.

“Media menulis hal yang berbeda jadi saya tidak tahu bisa percaya yang mana,,,”

WLP 8 -L (20)

“Kau mengajakku bergosip?” Myungsoo.

“Sebenarnya saya pengemar Nona Bae.” Supir Chun nyengir.

“Saya tidak percaya pada berita yang menulis bahwa Nona Bae membuat masalah, saya yakin ada pihak yang tak suka padanya.”

“Kau sangat mengenal dia?” tunjuk Myungsoo pada foto Suzy yang ada dikoran didepannya.

“Tentu saja, saya dan keluaga saya sangat mengagumi Nona Bae, tak hanya cantik dia juga pekerja keras, tak heran jika dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun dia bisa sukses seperti sekarang. Jika saya 10 tahun lebih muda, saya akan mendekati dan mengajaknya berkencan.” Cerita supir Chun dengan menggebu-gebu.

“Bukankah gaun ini yang dipakai oleh wanita yang anda kejar tadi malam?” Tunjuknya pada foto Suzy.

WLP -L (29)

Myungsoo hanya menatap supir Chun, menunggu perubahan wajah laki-laki baya ini.

“Jadi Nona Bae adalah wanita yang anda tinggalkan?”

“Kau juga ingin menjulukiku bodoh?” Ucap Myungsoo.

“Anda punya waktu sampai akhir minggu, karna senin depan anda harus ke perusahaan.” Supir Chun membungkukkan diri, kemudian keluar dari ruangan Myungsoo.

“Tidak heran jika anda menyesal.” Myungsoo bisa mendengar ucapan supirnya sebelum berlalu.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Hyeri dan Sungjong membungkukkan tubuh ketika salah satu pembantu Suzy membukakan pintu untuk mereka.

“Siapa?”

“Anyeonghaseyo Lee Hyeri imida,,” Kini Hyeri membungkukkan badan pada seseorang yang berada diruang tamu.

“Anyeonghaseyo Lee,,,”

“Lee Sungjong.” Tebak Minho.

“Ye,,,” Sungjog heran, dari mana pria ini tau.

“Aku banyak mendengar tentang kalian dari Suzy. Duduklah, aku ingin berbicara pada kalian.” Minho mempersilahkan Hyeri dan Sungjong untuk duduk.

“Selamat. Aku dengar kau akan dikirim ke kantor pusat.” Ucap Minho pada Sungjong.

“Ghamshamida.”

“Berikan ponselmu.” Pinta Minho pada Hyeri, tanpa banyak keraguan Hyeri menyerahkan ponselnya pada Minho.

“Hubungi aku jika terjadi sesuatu pada Suzy.” Minho mengembalikan ponsel Hyeri.

“Chogi,,,, maaf sedikit tidak sopan. Apa anda kekasih Sajangnim?” Tanya Hyeri.

Minho hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Hyeri.

“Itulah kenapa dunia tidak adil. Seharusnya wanita cantik tidak berpasangan dengan pria tampan.”

“Kau memuji pria lain didepan kekasihmu?” Minho.

“Ye?!!!” Hyeri dan Sungjong sama-sama terkejut.

“Kalian sudah datang?” Suzy menuruni tangga.

“Aku akan meninggalkan kalian.” Minho berdiri lalu merangkul bahu Suzy sebentar.

“Kalian bawa yang aku minta?” Suzy duduk ditempat Minho tadi.

“Ini daftar agensi periklanan yang belum terkenal namun sedang berkembang, seperti yang sajangnim minta.” Hyeri menyerahkan map berwarna hijau.

“Kau benar, Sajangnim benar-benar luar biasa.” Ucap Sungjong saat keluar dari rumah Suzy.

“Aku sudah bilang, Sajangnim bisa tau segalanya hanya dengan melihat mata orang lain….. Kau harus menjaga matamu saat kita bersama apalagi jika ada sajangnim.” Ucap Hyeri.

“Kau yang selalu mengedipkan matamu didepanku.”

“Choi Minho? Aku tidak yakin pria tadi adalah kekasih sajangnim kita.” Ucap Sungjong sambil melihat kontak pada ponsel Hyeri.

“Kau tidak tahu? Pria tadi menyukai Sajangnim tapi sajangnim tidak, jadi dia berusaha mencari perhatiannya.”

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Irwol Grup?” Seluruh karyawan Myungsoo menyerit ketika atasan mereka menunjukkan sebuah pengumuman yang dipasang oleh perusahaan keluarga Suzy disitus resmi mereka.

“Ini project terbaru Irwol Grup. Pembangunan resort dipinggir pantai.” Ucap Myungsoo.

“Anda yakin kita ikut kompetisi ini? Selama ini kita membangun rumah. Resort terlalu berlebihan untuk kita.”

“Ini kesempatan bagi kita, mengingat keadaan perusahaan yang semakin memburuk kita harus mencobanya segala hal.”

“Royalti yang akan kita dapat tidak sedikit, selain itu nama perusahaan juga akan kembali.” Myungsoo terus mendorong karyawan-karyawannya yang terlihat kurang percaya diri.

“Ayo kita lakukan bersama sajangnim yang baru.” Seorang karyawan wanita berdiri sambil mengepalkan tangan kirinnya.

“Ya! lakukan bersama.” Timpal karyawan yang lain.

Myungsoo tersenyum melihat mereka, pikirannya berada pada perusahaan yang pernah menjadi tempat ia bekerja, juga Suzy, Nickhun, dan Joongeum. Dia akan bertemu dengan mereka lagi.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Pizza sosis dan ice crime coklat.” Pesan Myungsoo didepan conter. Entah mengapa, Myungsoo ingin ke tempat ini sepulang kantor. Disini pertama ia bertemu Suzy, tentu saja dengan perantara Jiyeon. Kemudian berkencan, meskipun tidak bisa disebut kencan, namun saat-saat itu adalah saat berharga bagi Myungsoo.

Myungsoo mengerakkan matanya mengitari penjuru ruangan, matanya berhenti pada meja dengan empat bangku dekat jendela.

“Pizza big size dengan banyak rasa dan dua ice crime vanila.”

Myungsoo menoleh pada asal suara, dilihatnya seseorang yang menjemput Suzy tempo hari. Siapa sebenarnya orang ini? Kenapa ia ada dimana-mana, bahkan saat Myungsoo tidak ingin bertemu dengannya.

Minho merasa risih karna orang yang tak ia kenal memperhatikkannya. “Kita saling kenal?”

“ Tidak.” Jawab Myungsoo singkat. “Untuk kekasihmu?”

“Dia suka makanan disini tapi tidak ingin kesini. Aneh kan?”

“Mungkin dia mempunyai kenangan yang buruk disini.”

“Pesanan anda,,,” seorang karyawan memberikan pesanan mereka masing-masing.

“Aku tidak tahu apa tepatnya yang dia suka jadi aku mencoba semuanya.” Minho mengangkat bungkusannya.

WLP -L (29)“Kenapa tidak mencoba Pizza sosis dan Ice crime coklat?”

“Kenapa kau bersikap seolah mengenal wanitaku?” Minho heran.

“Semua orang suka Ice crime coklat.” Myungsoo berjalan duluan, meninggalkan Minho.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Kau menghinaku?” Suzy terkejut melihat makanan yang Minho bawa untuknya.

“Kau memang suka makan, habiskan semua.” Jawab Minho.

“Ini adalah pertama kalinya kau menghabiskan satu cup ice crime.” Ucap Minho membersihkan sisa makanan disudut bibir Suzy.

“Benarkah?” Suzy juga terkejut.

“Seseorang merekomendasikan ini, ternyata kau menyukainya.” Minho tersenyum.

WLP -suzy (6) “Aku lelah.” Suzy menyandarkan kepalanya pada bahu Minho.

“Apakah sangat?”

“Hemm.” Suzy mengangguk. Saat mengangkat kepalanya, Suzy tak sengaja melihat seorang pria didalam mobil yang memperhatikan mereka. Matanya membesar saat mengenali sosok tersebut.

“Ayo pergi.” Perintah Myungsoo pada supirnya.

“Dia disini, oppa.” Suzy menatap lurus, tempat mobil Myungsoo tadi berada.

“Siapa?”

“DIA!!”

“Katakan dengan jelas. Dia, siapa?”

“Seseorang,,, yang,,,” Suzy menunduk merasakan nyeri pada tangan kananya, tubuh Suzy kembali bergetar.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

WLP 8 -jg (3)

“Sampah itu berfikir dia bisa kembali pada putriku? Aku tidak akan membiarkannya.” Tanggapan Joongeum pada hasil pengawasannya Ok Biseo.

“Dokter Choi bilang, dia harus tahu penyebab Nona menjadi seperti ini.”

“Jadi?”

“Ini adalah satu-satunya cara agar Nona Suzy bisa kembali normal.”

“Itu sama saja memberi tahu Suzy dan Nickhun bahwa aku mengawasi rumput liar itu.” Ucap Joongeum.

“Sebelumnya saya minta maaf,,,Ini bukan hanya tentang keadaan mental Nona Suzy tapi juga luka ditangan kanannya.” Tn.Ok mengutarakan pemikirannya.

“Aku tahu apa yang terbaik bagi Suzy, dia harus menghadapi badai untuk lebih kuat.”

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Aku harus tau siapa dia. Apa yang dia lakukan padamu,,” Minho berusaha menghentikan Suzy yang memukukan tangan kanannya sendiri pada pinggir meja.

“Dia pembunuh,,,,”

“Aku sangat ingin kau kembali normal.” Minho terlihat putus asa.

“Aku harap ini bisa membantu,,, sepulang Suzy dari Amerika Ibu kami membuang barang-barangnya, hanya ini yang tersida digudang.” Nickhun menyerahkan kotak berukuran besar.

“Kenapa Hyung baru mengatakannya?” Minho mulai membuka kotar berwarna putih yang diberikan Nickhun tadi.

“Karna Suzy tidak pernah mengatakan apapun, dia seperti sengaja menutupi apa yang terjadi disana.”

“Jung Sojung dan Park Jiyeon.” Ucap Minho mengambil selembar foto, nampak tiga gadis tersenyum didepan kamera.

“Kau masih mengingat mereka? Sahabat-sahabat Suzy.”

“Aku bertemu mereka di Pemakaman Yong shamcon” Minho beralih pada foto yang lain, matanya menyipit melihat foto Suzy dan Jiyeon bersama seorang pria.

“Dia,,,,, mantan kekasih Suzy.” Ucap Nickhun.

Laki-laki ini, yang ia temui tempo hari di kedai Pizza. Minho meremas foto tersebut.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                  : Mood sudah mulai kembali 🙂 Markzy? Uuuuh,,, klo dipikir2 lagi, artis  JYPN emang deket gitu kan. Gak Cuma Suzy yang deket sama GOT7. Fei Eonni, Jia Eonni juga deket sama mereka, tapi jarang kena kamera aja. Jika foto bersama saja diartikan sesuatu, seluruh member OneDay project adalah pacar Suzy.

Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo.  Stay tune on this blog and wait the next chapter. Annyeooooong. 😀 *ala MC Music Core

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

32 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 8)

  1. Yah… Minho dah tau asal-usul Myung..
    Wuh, perang akan semakin dingin, sedingin malam ini.. ahahay lebay

    Suka

  2. wah makin seru cerita nya..myung pengen balik sama suzy..telat
    suzy kok takut sama myung??

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s