We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 9)

25 Komentar

Title                 : When Love Must Protect the Love

Author             : Cahya Khosyiah

Main Cast        : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast       :Nichkhun

Tiffany

Joongeum

Minho

Soojung

Seungho

Jieun

Jiyeon

Sungjong

Hyeri

Original Cast   : Choi Doctor’s

Chun Unjeonsa

Ok Biseo

Oh Ajuhmma

Wang Biseo

Pairing             : Myungzy (Myungz+Suzy)

Genre              : Angst, Romance

Rate                 : 17+

Disclaimer       : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk flashback

R&R

//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Aku tahu. Satu detik mencintaimu, aku harus membayar seribu tahun penderitaan namun aku tetap melakukannya. Tak apa, asal kau bersamaku.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Bayangan itu terus muncul. Bagaimana Suzy menyandarkan kepalanya pada laki-laki -entah siapa-, Bagaimana Susy tersenyum pada laki-laki tersebut. Sang gadis tidak pernah bersikap seperti itu padanya.

L (6)

Myungsoo mengepalkan tangan. Mengingat itu semua membuatnya semakin membulatkan tekat untuk mendapatkan Suzy kembali.

“Aku tidak tahu apa tepatnya yang dia suka jadi aku mencoba semuanya.” Myungsoo tersenyum sinis. Apakah lelaki seperti itu yang disukai Suzy? Dia bahkan tidak tahu hal-hal rinci tentang Suzy.

“Bagaimana persiapan kita?”

“Kita siap mengikuti kompitisi yang diselenggarakan Irwol Grup.”

Myungsoo mengangguk atas penjelasan karyawannya.

“Malam ini anda bertemu klien, saya sudah memesankan tempat.”

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Jangan biarkan Suzy lepas dari pengawasan. Dia mungkin akan mengkonsumsi obat penenang lagi.”

Nickhun tersenyum. Minho seorang dokter tapi dia tidak pernah bersikap dewasa jika mengenai Suzy.

“Aku hanya mengingatkan. Tiffany noona membutuhkan banyak perhatian tapi jangan abaikan Suzy juga.”

“Aku akan bersikap adil pada mereka. Sekarang anda boleh pergi.” Nickhun membuka pintu mobil Minho.

“Aku tidak perduli pada siapa yang lebih mencintai Suzy. Aku akan berpihak pada siapa yang bisa merubah Suzy. Kau mengetahui keadaan Suzy, bukankah kau satu langkah lebih unggul?” Minho mengingat kembali perkataan Nickhun.

Minho bisa saja menyembuhkan Suzy tapi merubah sang gadis? Seseorang itu adalah orang yang dicintai Suzy.

Kriiing,,,, Ponsel Minho tiba-tiba berbunyi ketika ia hendak menstarter mobilnya. “Ye, eomanim?”

“….”

“Saya baru saja keluar.” Ucap Minho dengan sangat sopan.

“….”

“Malam ini? Ya, saya bisa.”

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Kita akan makan malam dengan Dokter Choi, bersiaplah. Ini,,,” Tiffany masuk kamar dan memberikan sebuah gaun pada Suzy,

“Lagi? Kita memakai baju yang sama lagi?” Suzy menatap Tiffany, tak percaya.

“Kenapa? Kau tidak bersedia karna aku hamil? Kau malu kembaran dengan ibu hamil?” Tiffany menunjukkan wajah lesunya. Suzy menghela nafas mau tak mau ia harus menuruti permintaan kakak iparnya.

“Tapi kita sudah punya banyak baju yang sama.”

“Sekarang berbeda. Dulu aku yang menginginkannya, sekarang keponakanmu yang menginginkanya.”

Suzy tak bisa membantah lagi, terlebih Tiffany membawa calon bayi dirumah ini.

Suzy melihat pantulan dirinya dalam cermin dengan tatapan kosong.

Ini salah, Ibunya selalu seperti ini. Setiap kali Suzy dalam keadaan tidak baik, beliau selalu mengandalkan keluarga Choi. Ibunya memanfaatkan perasaan Minho dan dia tau betul itu. Suzy menundukkan kepala, saat sekelabat bayangan Myungsoo kembali muncul. Apa yang dia fikirkan? Menggunakan Myungsoo? Bahkan melihat wajahnya saja dia tak sanggup.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Jangan terpengaruh dengan apa yang dikatakan Joongeum.” Dokter Choi keluar dari mobil kemudian merapikan jas yang ia gunakan. “Dia seorang yang akan melakukan segala hal untuk putrinya. Jika tidak ingat bagaimana ayah Suzy membantu kita, aku tidak akan mau terlibat dengan keluarga Bae.”

“Apapun itu, aku tidak bisa melepaskan Suzy.” Jawab Minho.

minho (2)Minho, Carilah gadis lain.” Dokter Choi

“Harus berapa kali aku bilang. Tidak semudah itu. Aku menyukai Suzy sejak kematian Ayahnya. Setelah dia berada disisiku, kenapa aku harus melepasnya?”

“Lebih tepatnya kau yang ada disisinya. Tidak masalah dengan Suzy tapi Ibunya berbeda.”

Dokter Choi dan Minho masuk ke dalam restoran hotel, tanpa mereka sadari seorang laki-laki mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.

Jadi namanya Minho, Choi Minho. Myungsoo berfikir, Ibu Suzy juga tidak memihak pada Minho berarti usahanya tidak akan sesulit yang dia bayangkan.

“Selamat datang,,” Joongeum tersenyum sambil menjabat tangan Dokter Choi.

“Kau terlihat cantik.” Ucap Minho pada Suzy.

“Apa perutku kurang besar sehingga kau tak melihatku?” Tiffany.

“Tiffany Noona,,Anyeonghaseyo.” Minho membungkukkan badan.

“Kau sudah mendapat pujian dariku, itu sudah cukup.” Ucap Nickhun pada sang istri.

“Entahlah,, setiap melihat kodok ini aku ingin mencakar wajahnya.”

Sontak ucapan Tiffany membuat mereka tertawa, Tiffany memang lebih sensitif pada Minho sejak kehamilannya.

“Kapan kita makan?” celetuk Dokter Choi.

“Aku sudah mempersiapkan tempat.” Nickhun mempersilahkan.

“Aku tidak suka kalian memakai baju yang sama, bahkan saudara kembar saja tidak melakukan ini.” Minho berbisik pada Suzy yang duduk disampingnya.

“Aku melakukannya untuk keponakanku.” Suzy balas berbisik.

“YAK! Aku mendengarnya.” Tiffany.

“Bukankah mereka terlihat cocok? Suzy dan Minho berteman sejak SMP sekarang kalian tumbuh menjadi kebanggaan.” Ucap Joongeum menatap Suzy dan Minho.

“Eomma,,,”

“Kau tidak tertarik dengan anakku.” Potong Dokter Choi sebelum Suzy menyelesaikan ucapannya.

“Saya tidak bermaksud begitu. Sungguh.” Suzy menundukkan kepalanya pada ayah Minho.

“Ku harap kau bisa sedikit bersabar terhadap Suzy.” Joongeum tersenyum pada Minho.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Jika kau tidak bertindak cepat, orang lain bisa mengambilnya.” Myungsoo menghampiri Minho didepan wastafel.

“Sayangnya dia sudah bergantung padaku.” Timpal Minho tanpa rasa terkejut karna Myungsoo tiba-tiba muncul.

L (5)

“Semua tidak akan seperti yang kau harapkan.”

“Nasehat itu cocok untuk dirimu sendiri.” Ucap Minho. “Jika kau memang mencintai Suzy, berhenti mengikutinya dari belakang. Kau yang melepasnya jadi biarkan dia terbang.”

“Apa kau takut aku mengambilnya?” Myungsoo tersenyum miring.

Bukannya menjawab, Minho justru tertawa.

“Jika kau melihat bagaimana kami maka kau akan tahu hubungan kami tidak sedangkal yang kau pikirkan.” Ucapan Minho meninggalkan Myungsoo sedang Myungsoo menatap punggung Minho sambil menahan rasa kesal.

Tidak sedangkal yang dipikirkan, Minho bilang? Lalu kenapa? Dia pernah menjalin hubungan terlarang, dia pernah meninggalkan seseorang yang dia cintai, dia juga pernah kehilangan calon anaknya. Didunia ini tak ada lagi yang membuat Myungsoo takut. Menculik Suzy? Dia akan lakukan itu jika perlu.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’

“Suruh saja Hyeri mengambilnya.”

“Oppa, akan lebih baik jika aku menyelasaikannya di kantor.”

“Dia mirip denganmu. ‘perkerjaan akan lebih baik diselesaikan dikantor’.” Sindir Tiffany.

“Aku sangat menyesal tidak bisa mengantarmu.”Ucap Minho.

“Pergilah! Paman Choi sudah menunggu.” Bentak Tiffany.

“Noona, jangan terlalu sensitif padaku. Aku takut anakmu akan mirip denganku. Tidak boleh ada yang setampan aku.”

“Pergilah.” Nickhun mendorong Minho masuk kedalam mobilnya kemudaian dia masuk kedalam mobilnya sendiri.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’

Setelah kepergian Nickhun dan yang lain, Suzy seharusnya pergi menuju kantor namun yang terjadi sekarang adalah Suzy melangkahkan kakinya kembali masuk kedalam hotel.

Sang gadis menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya dia menghampiri seorang lelaki yang duduk disalah satu meja.

Myungsoo mendongakkan kepalanya ketika mendengar kaki kursi bergesek dengan lantai. Myungsoo sedang bermimpi? Suzy duduk didepannya sekarang. Gadis yang sangat ia temui. Gadis yang sangat ingin ia peluk. Dia tidak berhalusinasi kan?

“Suzy,,,,” suara Myungsoo terbata.

“Lama tidak bertemu.”

“Ya,,” Myungsoo ingin mengucapkan banyak kata namun yang keluar hanya kata itu.

“Kau terlihat baik.”

Perasaan itu masih ada. Jantung Myungsoo masih berdesir saat mereka bersama.

“Aku minta maaf atas perkataan yang terakhir.”

“Bukan masalah besar.” Tentu saja Suzy bohong, pada kenyataannya ucapan Myungsoo saat itu membuat hidupnya berantakan.

“Sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu Jiyeon lagi.”

“Mendengar namanya saja membuatku ingin muntah. Aku disini bukan karna penasaran dengan hubungan kalian. Tidak perduli apa yang kau pikirkan tentangku, pembunuh, gadis kejam, anggap saja yang kau pikirkan itu benar.”

Myungsoo diam mendengar ucapan Suzy

“Saat kau memutuskan untuk meninggalkanku, aku memperingatkanmu dengan jelas untuk tidak muncul dihadapanku. Tapi sekarang kau sengaja menghampiriku, menurutmu perkataanku adalah lelucon?”

“Ini karna lelaki itu?”

Suzy menyerit, “Minho?”

Sama dengan Suzy yang tidak suka nama Jiyeon diucapkan, Myungsoo juga tidak suka mendengar nama lelaki itu didepannya terlebih Suzy yang mengucapkan.

“Kau bergantung padanya?”

Tunggu,, Myungsoo hanya salah paham atau dia sudah tau keadaan Suzy.

“Meskipun kau tak ingin, tapi kita akan sering bertemu.”

Suzy tidak perduli pada Myungsoo yang meninggalkannya lebih dulu, kini kepalanya terasa panas lagi.

“Sungjong-ssi. Jemput aku.” Ucap Suzy pada orang disebrang telfon. Suzy tidak menelfon Minho, ia akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak bergantung pada Minho lagi.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Saya dari Krystal Advertis. Jung Soojung imida.”

Betapa terkejutnya Suzy ketika ia membuka pintu langsung disambut oleh seorang yang mengaku bernama Jung Soojung. Dia menoleh pada sekertaris yang berada disampingnya.

“Krystal Advertis sungguh memenuhi keteria kita. Saya tidak tau jika agensi itu milik teman anda.” Terang Hyeri.

“Keluarlah. Aku ingin menghajarnya, dia pikir aku nepotisme,,,” Ucap Soojung.

“Aku merindukanmu,,” Soojung langsung memeluk Suzy setelah Hyeri menutup pintu.

“Nado,,,,” Suzy balas memeluk.

“Ayo bolos sehari.” Soojung menarik tangan Suzy keluar dari ruangannya.

“Kita akan kemana?” Tanya Suzy sedikit terkejut.

“Jangan bilang pada Presiden kalau kami keluar pada jam kantor.” Pesan Soojung pada Hyeri.

“Kita akan kemana?” Suzy mengulang pertanyaannya yang belum dijawab Soojung.

“Kencan,,” Jawab Soojung, nyengir.

“Kita cari tempat lain.” Suzy menghentikan Soojung yang akan masuk ke kedai favorite mereka.

“Disini,,,”

“Tteokbokki, kita juga sering memakannya sewaktu SMA.” Usul Suzy dengan senyum, memperlihatkan deretan gigi putihnya.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’

“Kau tidak suka makan Pizza lagi?” Soojung memasukkan sepotong tteokbokki ke dalam mulut.

Suzy (52)“Aku makan semua makanan, kau tau itu.” Suzy menggoyangkan kakinya, mereka berada di taman bermain. Suzy duduk diayunan dan Soojung disampingnya.

“Jiyeon bahkan tidak memberi tahuku bahwa dia pergi ke London.”

Suzy diam tak menanggapi.

“Pasti berat. Kekasih dan sahabat meninggalkanmu, maaf aku tidak ada saat kau butuhkan.”

“Gwenchana,,” jawab Suzy.

“Ingatkan aku untuk memukul mereka saat kami bertemu.”

Suzy terseyum mendengar ucapan Soojung.

“A… Bagaimana kabar Choi Minho? Aku dengar dia menjadi sorang dokter.”

“Kau merimdukannya?”

Soojung manaik-turunkan kepalanya beberapa kali

“Kita harus kencan bertiga kalau begitu.” Usul Suzy yang di tanggapi senyum  lebar Soojung.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Pertemuan dengan perusahaan properti akan dilakukan siang ini.” Jelas Ok biseo pada Joongeum. “Banyak  perusahaan yang sudah datang sejak pagi, termasuk perusahaan,,,”

“Apa dia tidak sadar, dia sedang berjalan menuju jurang?” Joongeum tersenyum tak percaya, dia membaca daftar perusahaan yang akan bekerja sama dengan Irwol Grup.

“Tuan Nickhun akan bertemu dengannya.”

“Tidak masalah, bagi Nickhun aku tetap Ibunya meskipun aku adalah seorang moster. Aku juga punya Tiffany dan Minho.”

“Tadi malam Nona sempat berbicara dengan Kim Myungsoo lalu dia pulang dijemput Sungjong dari Irwol Properti.” Ucap Ok biseo lagi.

Joongeum menyerit, benarkah? Tapi tadi malam Suzy pulang dengan keadaan baik-baik saja tidak seperti sebelumnya.

“Saya pikir Nona sudah bisa mengendalikan perasaannya tanpa bantuan Dokter Choi.”

jg (14) “Tuan Ok,, hentikan pengawasan pada sampah itu. Kita sudah bisa melepas Suzy.” Perintah Joongeum.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Wajah anda sedikit pucat.” Ucap sekertaris Myungsoo, kini mereka sedang berada diruang rapat bersama perusahaan lain yang berminat menjalin kerja sama dengan Irwol Grup.

“Mungkin hanya gugup.” Jawab Myungsoo.

“Saya juga, ini akan menjadi proyek terbesar kita.”

Semua orang dalam ruangan langsung berdiri ketika Wakil Direktur Irwol Grup masuk ruangan, mereka menundukkan kepala memberi hormat. Myungsoo tersenyum dan menundukkan kepala saat Nickhun melihatnya cukup lama, Myungsoo tau sekarang kakak Suzy ini pasti sedang terkejut namun Nickhun bisa mengendalikan ekspresinya. Keluarga Bae, tentu saja. Mereka dilatih mengendalikan ekspresi didepan umum.

“Saya kira cukup sekian penjelasan dari kami. Selamat bekerja keras.” Nickhun menutup pertemuan dengan singkat, kemudian membisikkan sesuatu pada orang disampingnya dan keluar.

“Tuan Kim Myungsoo?” suara dari belakang menghentikan langkah Myungsoo untuk keluar ruangan.

“Ya,,,” jawab Myungsoo.

“Busajangnim ingin bertemu anda secara pribadi. Mohon ikut saya.”

Myungsoo mengikuti orang tadi. Atap gedung? Myungsoo tau betul, tangga yang ia lewati akan membawanya ke atap gedung. Dulu Dia dan Suzy sering bertemu diam-diam disini, dulu.

Myungsoo tersungkur ketika sebuah bongem melayang diwajah sebelah kanannya. Belum sempat ia menguasai tubuhnya sebuah pukulan kembali ia rasakan diwajah sebelah kiri.

“Ini untuk merusak persahabatan adikku.” Nickhun meninju perut Myungsoo.

“Ini untuk mematahkan hati adikku.” Nickhun memukul lagi, melampiaskan kekesalan yang ia tahan selama dua tahun lebih.

“Ini untuk adikku yang menderita selama dua tahun.”

Myungsoo berteriak, ketika merasakan kaki Nickhun yang menginjak dan memelintir lengannya.

“Ini belum seberapa, camkan itu.” Nickhun masih menginjak perut Myungsoo sebelum ia pergi.

“Panggil ambulans.” Perintah Nickhun pada supirnya sambil merapikan dasinya.

“Ye??”

“Cepat!!!” Bentak Nickhun.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy  mengitari pandangnya, kemudian menatap Nickhun dengan perasaan aneh. Pasalnya sang kakak tiba-tiba mengajaknya ke danau untuk memancing, ditambah mengunakan sebuah perahu. Nickhun tidak bisa berenang jadi dia takut pada kedalaman air.

“Maaf, tidak menjadi kakak yang baik untukmu.” Suzy tersentak karna Nickhun tiba-tiba memeluknya. “Seharusnya aku bertindak lebih cepat.”

“Ada apa denganmu?” Suzy menjauhkan dirinya, namun dengan cepat Nickhun menarik Suzy kembali.

“Mulai sekarang aku tidak akan mengabaikan janjiku pada ayah lagi. Kau suka ke danau dan memancing, tapi kau tak pernah melakukan sejak ayah meninggal karna kau tak punya teman kan? Jadi setiap kali kau butuh teman ajak aku saja.” Ucap Nickhun, panjang lebar.

“Waerae?” Suzy bangkit berdiri karna sudah tak tahan dengan kakaknya yang bersikap aneh.

“Adik nakal!” Nickhun ikut berdiri lalu menjitak Suzy. “Bersikaplah manis. Katakan ‘selama ini kau sudah menjagaku’ atau apapun.”

“Selama ini kau sudah menjagaku. Kau puas?!”

“Ya!Ya! kembali duduk. Perahunya bergoyang.” Nickhun kembali duduk dengan hati-hati.

Bukannya duduk, Suzy justru menggerakkan kakinya membuat perahu semakin bergoyang.

“Jangan bercanda, Suzy.” Nickhun berpegangan pada sisi perahu.

Senang melihat wajah ketakutan Nickhun. “Sudah tau tidak bisa berenang, masih mengajakku kesini,,,” Suzy mencibir.

“Aku ingin menjadi kakak yang keren untukmu.”

Suzy mencipratkan air pada wajah Nickhun, tak terima dengan perbuatan adiknya Nickhun pun membalas.

“Hentikan, Suzy. Perahunya bergerak.” Peringat Nickhun.

“Tentu saja.” Suzy belum berhenti.

Nickhun sedikit berdiri untuk menghentikan tangan adiknya namun perahu yang mereka tumpangi bergoyang dan membuat Nickhun kehilangan keseimbangan.

“Oppa!!” Teriak Suzy saat Nickhun terjebur kedalam danau.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy benar-benar kalut sekarang. Mengapa ini bisa terjadi? Jika saja dia menuruti kata kakaknya untuk berhenti bermain-main, Nickhun tidak akan tenggelam. Lagi-lagi ini salahnya. Orang-orang yang dicintai Suzy selalu celaka saat bersamanya. Dia benar-benar pembawa sial.

“Eomma,,,” Tangis Suzy semakin pecah saat Ibunya datang bersama Tiffany. Suzy yakin, jika terjadi seseuatu pada Nichun, kakak iparnya pasti akan sangat membenci Suzy.

Suzy (78) “Eonnie, Mianhe. Jeongmal mianhe,,,,” Suzy menangis dihadapan Tiffany.

“Kenapa kalian kesana? Kau tau kan Nickhun tidak bisa berenang?” Tiffany mengoyang bahu Suzy.

“Eonnie,, tolong maafkan aku.” Suzy berlutut didepan Tiffany sambil menyatukan kedua telapak tangannya.

“Bagaimana keadaan putra saya,,,” Joongeum mencegat Dokter yang menangani Nickhun.

“Ada air masuk kedalam paru-parunya, jadi kita berdo’a saja.”

Joongeum terkejut mendengar ucapan Dokter, sedangkan tangis Suzy semakin pecah. Membuat keadaan semakin tak karuan.

“Perutku,,,” Rintih Tiffany memegangi perunya yang buncit.

“Chogi,, disini ada yang ingin melahirkan.” Teriak Dokter tadi.

“Aku benar-benar pembawa sial Eomma. Appa, Jiyeon, Oppa, Eonnie,,, aku tidak tahan.” Suzy memukulkan tangannya pada bangku rumah sakit.

“Kau menyakiti dirimu sendiri, nak.” Joogeum mencoba menghentikan Suzy

“Aku berusaha keras agar kesalahan dimasa laluku tidak terulang tapi aku selalu membuat orang disekitarku celaka, itulah kenapa orang yang ku cintai selalu meninggalkanku,,,” Tangis Suzy semakin keras.

“Tidak,, Tidak,, ingat kata Eomma. Kau Bae Suzy, Bae Suzy tidak pernah mencintai, kau selalu dicintai.” Joogeum memeluk putri satu-satunya.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

suzy   “Eonnie,,,” Suzy masuk kedalam ruangan dimana Tiffany dan bayinya berada kemudian duduk disamping ranjang.

“Berikan salam pada Bibi, sayang.” Tiffany seolah berbicara pada bayinya.

“Kau tidak marah denganku?” Tanya Suzy.

“Aku akan marah jika terjadi sesuatu padamu, tapi syukurlah kau baik-baik saja. Nickhun saja yang bodoh, tidak bisa berenang tapi mengajakmu ke danau.”

“Tadi eonnie,,, ku kira kau marah padaku karna eonnie terlihat tegang.”

“Apa aku harus tersenyum saat suamiku masuk UGD?”

“Aku akan bersikap lebih baik. Aku janji.” Suzy menggenggam tanga Tiffany.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Memegang kendali diperusahaan terbesar, Aku pemilik perusahaan periklanan, Minho seorang dokter, Bukankah ini sangat mengagumkan?” Soojung menjatuhkan tubuhnya ke kasur Suzy.

“Sangat mengagumkan. Aku mengambil alih proyek karna Kakakku berada dirumah sakit akibat perbuatanku.” Suzy memilah baju yang akan ia pakai.

“Kau tau, buka itu maksudku.”

“Sungjong akan menggatikan aku sementara di Irwol Property tapi tetap laporkan perkembangannya padaku, aku juga sudah memberitahu Sungjong.”

“Aku akan mencari model dengan Imange manis dan mengemaskan jika modelnya terlalu cantik dan sexy orang akan lebih tertarik pada modelnya daripada produknya.” Jelas Soojung.

“Soojung,,,” Suzy ikut duduk disamping Soojung. “Terimakasih, berkat kau aku tidak bergantung pada Minho sekarang.” Suzy tersenyum.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Soojung heran karna Suzy keluar dari pembicaraan sebelumnya.

Tanpa berkata sepatah kata, Suzy memeluk Soojung kemudian pergi meninggalkan Soojung yang masing bingung.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Hari ini kita akan mengadakan Konferensipers terkait keadaan Busajangnim.” Jelas Hyeri pada Suzy.

“Presiden bisa melakukannya sendiri. Kita lanjutkan jadwal Wakil direktur.”

“Nde.” Hyeri patuh. “Saya akan menghubungi perusahaan lain dan mengatakan jika pertemuan dilakukan hari ini.”

Lebih dari satu jam Suzy menunggu kedatangan perusahaan-perusahaan yang berencana menjalin kerjasama dengan Irwol Grup untuk membangun sebuah resort, namun yang datang belum ada setengahnya. Mungkin mereka berfikir pertemuan akan dibatalkan karna kecelakaan yang menimpa Wakil Dikertur sebelumnya, jadi Suzy bisa memaklumi.

“Berikan materinya padaku,,” Pinta Suzy pada sekertaris Nickhun. Sambil menunggu, Suzy mempelajari garis besar pembangunan resort yang direncanakan Nickhun, pembangunan ini harus selasai sesuai keingin Nickhun.

“Perlu saya jelaskan?”

Suzy mengangguk.

Suzy mengangkatkan kepala karna sekelebat bayangan seorang yang ia kenal muncul dihadapannya. Dia menajamkan mata dan tidak lagi menghiraukan kata-kata Sekertaris Nickhun.

Suzy (97)

Ia tak salah lihat kan? Kenapa Myungsoo ada disini? Suzy mengambil berkas dihadapannya. Ya, diantara deretan nama, tertulis nama Kim Myungsoo tertera disana.

“Materi hari ini akan disampaikan oleh sekerteris Wang.” Suzy menundukkan kepala kemuadian keluar ruangan rapat, melempar pekerjaan pada sekertaris Kakaknya.

Masa bodoh dengan anggapan ‘tak bertanggung jawab’. Orang-orang pasti akan membicarakan dirinya, mengadakan pertemuan namun meninggalkan tempat sebelum rapat dimulai.

Suzy menarik nafas dalam-dalam, menghirup udara dari atap gedung adalah salah satu kegiatan favoritenya. Dia memejamkan mata, mengingat kata-kata yang selalu diucapkan Minho padanya dan itu selalu ampuh.

Suzy (87)

Sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, Suzy rasa kalimat tersebut cocok untuk dirinya.

Suzy ingin terbuka dengan keluarganya namun hal buruk terjadi pada Nickhun sehingga Tiffany mungkin membenci Suzy meski tak diungkapkan secara terang-terangan. Suzy ingin berhenti bergantung pada Minho, namun pada kenyataannya hanya Minho yang dapat menenangka dirinya. Suzy ingin lepas dari bayang-bayang Myungsoo tapi saat dia merasa siap, sang lelaki itu tiba-tiba muncul.

Ponsel Suzy tak berhenti berdering sejak dua jam yang lalu, siapa lagi jika bukan Sekertaris pribadinya. Setelah ini, Hyeri pasti akan menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.

“Aku sudah bilang, kita akan sering bertemu.”

Suzy membalik badan, Myungsoo datang disaat yang tidak tepat.

L (8)

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” Jika ia bisa, Suzy pasti sudah menonjok wajah Myungsoo. Bicara tentang wajah, wajah Myungsoo sedikit lembam. Mungkinkah perbuatan Nickhun? Pikir Suzy. Jadi karna ini Nickhun bersikap aneh, karna Ia tak bisa melakukan apapun terhadap Myungsoo yang masuk ke Perusahaan

“Bisakah kita memulai dari awal?”

“Memangnya apa yang terjadi sebelumnya?”

“Benar. Sebelumnya kita tak pernah bertemu. Itu mempermudah kita untuk memulai semuanya.”

Suzy tersenyum miring. “Didalam mimpimu.”

///////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                  : SEMI-HIATUS. Sampai Ujian semester berakhir, aku tidak bisa menjanjikan apapun.

Tentang drama L,, miris banget deh sama MLG,,, 😦 emang sih dramanya ga menarik tapi,,, sakit banget klo inget usaha keras L di drama ini. Sakitnya tuh disini, diulu hatiku.

Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo.  Stay tune on this blog and wait the next chapter. Annyeooooong. 😦

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

25 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 9)

  1. hhheeeeehhhh…. miyanhe utk komentku ini–tapi berasa part ini terkesan terburu2 dan kurang beraturan, thor… itu yg jujur dariku–jadi kurang paham dgn ide yg tercantum di part ini… cuma bisa nangkap Myung akan lakukan apapun utk dapatkan Suzy kembali walau dia harus bertarung dgn keluarga Bae…

    yg masih jadi pertanyaan–bgmn nasib Jiyeon?–tapi membaca dari kalimat Myung yg rela meninggalkan Jiyeon dan calon anaknya (apa Jiyeon keguguran??? kalau tdk salah ingat, wktu Suzy dan Jiyeon sdg di tengah jalan JIyeon perdarahan)

    Suka

  2. Nickhun…
    Bagaimana dengan babymu?

    Ah.. Suzy pasti merasa sangat bersalah :-\

    Suka

  3. ih myung tuh sbnrnya dlu cntanya tlus gx sih ma suzy??? klw dy emng bnr” tulus dy gx bklan mungkin ngehianatin suzy bgitu bnyak n gx bklan bkin suzy sdih lma jinja nappeun namja
    NEXT PART 😀

    Suka

  4. Akhirnya di post juga 😭
    OMG makin seru.. ah ga sabar kelanjutannya. Tp pasti masih lama ya?😞
    Fighting ya✊✊

    Suka

  5. Wahh suzy masih butuh minho.
    Ayo myung semangat buat dpetin suzy.
    Fighting

    Suka

  6. hwaa main enak aja myungsoo heehh.. mnding sama minho aja
    kelanjutannya di tunghu dan fighting u tuk ujiannya

    Suka

  7. Rasa klo jadi suzy tuh gak bisa diungkapin dengan kata2 semua rasa jadi satu…tapi suzy harus bertahan gak boleh nyerah buat gak tergantung sama minho…kim myungsoo sampai kapan kau akan bersikap seperti itu..tak tahukah suzy harus menahan sakit yang dirasakannya…next part thor 😀 fighting thor..

    Suka

  8. eishh jinjja myung …suzy bertahan ne jgn lemah…

    Suka

  9. Suzy bergantg bnget sama minho ya..
    Satu2 yg aku pkrn ttng pas tau ratingnya rendah terus, L oppa ..gmana perasaan dia,yg lain aku ga mikrn thor,mg newt projet myungppa bs lebih sukses~~~~

    Suka

  10. molla….

    Suka

  11. ternyata suzy masih bergantung sama minho,apa yang akan terjadi sama myungzy??penasaran xD

    Suka

  12. hahaha.., dalam mimpi. suka banget eviil laugh chingu.., ,, next. ttp myungzy, tapi kepengen minzy d sni, dan tapi lgi, kyknya soojung suka sma minho deh.. suzy gak brgntg ke minho krna soojung uda kembali…

    Suka

  13. suzy eonni gak mau ya balikan ma myungpa? ah molla, langsung baca next chap aja deh..

    Suka

  14. jadi ommanya suzy, pasti sedih bnget melihat nasib putrinya(╥╯^╰╥)

    Suka

  15. suzy hebat yah,, punya gangguan kejiwaan tapi bisa sukses
    berharap MinZy❥ ❥ ❥

    Suka

  16. Wahh penasaran kira2 apa yg dilakukan suzy nanti sm myungsoo

    Suka

  17. part ini lumayan panjang ya
    ga ngerti ini kenapa perasaanku baca part ini tu malah seneng sekaligus sebel. myung yang akhirnya ingin kembali memenangkan hati suzy tapi di sisi lain msh ga rela dgn masa lalunya yg buat suzy sangat tersakiti

    entahlah, author musti tanggung jawab bikin aku manic-depresif 😦
    duh baru kali ini baca ff tenggelam ikut arus kyk gini #lagilagilebaykumat

    Suka

  18. ªaƘů suka ketegasan ama kecuekan suzy ke myung Нåнåнå˚°º=))нå˚°º=D =Dº°˚нåнåнå˚°
     suzy bisa faith buat dirinya sendiri?

    Suka

  19. Eissh makin ga ngerti ama myung..
    Nivkhuun kakak yg sweeet bgt..
    Suzy terlalu berpikiran buruuk..

    Suka

  20. Ya ampun Suzy kayaknya tertekan banget, heh..

    Suka

  21. nickhun bakal sembuh kan .. klo ampe ada apa apa sama nickhun suzy pasti nyalahin dirinya sendiri .. myungsoo harus berjuang terus nih buat ngedapetin suzy..

    Suka

  22. Duhh nikhun kecelakaan.suzy jangan nyalahin diri sendiri dong.
    Myung jangan ganggu suzy lagi dong..

    Suka

  23. bagus bagus myungsoo perlu di gituin

    Suka

  24. mari tidur dulu Myung sebelum bermimpi dan mengarungi hidup bersama suzy lagi, esyek… haha

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s