We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 10)

26 Komentar


Title                 : When Love Must Protect the Love

Author             : Cahya Khosyiah

Main Cast        : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast       :Nichkhun

Tiffany

Joongeum

Minho

Soojung

Seungho

Jieun

Jiyeon

Sungjong

Hyeri

Original Cast   : Choi Doctor’s

Chun Unjeonsa

Ok Biseo

Oh Ajuhmma

Wang Biseo

Park Nayoon

Seo Nara

Pairing             : Myungzy (Myungz+Suzy)

Genre              : Angst, Romance

Rate                 : 17+

Disclaimer       : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk flashback

R&R

//////////////////////////////////////////////////////////////////

Arogan, keras hati, dan keras kepala. Orang-orang sering menyebut Suzy begitu, namun dia tak perduli. Suzy melakukannya karna menurutnya itu benar. Dia tidak akan menoleransi kesalahan sekecil pun.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Myungsoo menoleh pada karyawannya yang mendesan panjang. Tidak hanya satu sebagian besar karyawan dalam timnya, mendesah sepanjang hari.

“Kalian kenapa?” Tanya Myungsoo

“Anda tidak tahu? Kita akan menghadapi Nona Bae Suzy, sulit sekali untuk meluluhkan hatinya. Apa kita akan berhasil?”

“Kenapa Wakil Direktur harus masuk rumah sakit? Benar-benar waktu yang tidak tepat.” Sahut karyawan yang lain.

Myungsoo diam sejenak mengamati wajah karyawan-karyawannya. Dia melakukan kesalahan, Myungsoo tidak melihat seberapa kemampuan bawahannya yang dia pikirkan hanya cara masuk ke perusahaan keluarga Bae. “Meskipun sulit, saya mohon kalian bisa bekerja keras.”

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’”

“Ini adalah pertama kalinya kami membuat proposal tentang resort. Kami berusaha keras.” Sekerteris Myungsoo meletakkan proposal diatas meja Myungsoo.

“Tidak masalah. Ini juga proyek pertamaku dibidang properti, Aku sangat berterimakasih.”

Apakah dia terlalu abisius? Myungsoo sadar itu. Dia terlalu berambisi untuk mendapat keinginanan. Bukan masalah besar kan? Suzy juga pernah berkata bahwa semua orang punya ambisi.

Egois, cinta membuat Myungsoo egois dan melupakan semua kenyataan. Dia lupa bagaimana ia menyakiti Suzy dulu.

Atau mungkin, tidak. Myungsoo tidak lupa. Dia berusaha melupakan satu hal yang bisa membuatnya tak bisa bersama Suzy. Dua hal, Myungsoo juga berusaha mengabaikan laki-laki yang sedang bersama Suzy. Dan tiga, Nickhun. Akan sulit menghadapi kakak sang gadis.

Tak masalah, satu-per-satu masalah akan dia selesaikan.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy bangkit berdiri diikuti lampu yang kembali menyala. Myungsoo diam menatap sang pemegang gendali yang keluar sebelum presentasinya berakhir.

“Tolong jangan kaitkan perasaan pribadi kita dengan proyek ini.”

Suzy menatap tajam Myungsoo yang menghentikan lift. Apa dia gila? Terserah Myungsoo beranggapan apapun tapi tidak disini dan didengar karyawannya.

“Tuan Wang,,,”

“Ia, nona,,,” Sekertaris Nickhun maju satu langkah, mensejajarkan diri dengan Suzy.

“Ajak Tuan Kim Myungsoo keruangan saya.”

Dengan membawa kewibawaan dan mata tajamnya, Suzy berjalan tenang diikuti Hyeri.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy melempar proposal pembangunan yang diajukan Myungsoo didepannya, melempar adalah salah satu hobi Suzy.

“Kau anggap kami tidak mampu membangun sebuah resort? Lihat anggarannya Kim Myungsoo-ssi.”

Myungsoo melihat angka yang dimaksud Suzy, ada apa dengan anggaran? Bukankah ini biaya yang pantas? Myungsoo memperkirakan anggaran tersebut dari proyek perumahan sebelumnya, dan menambahkan beberapa angka.

“Kita bukan membangun rumah Tuan Kim tapi sebuah Resort.” Seolah tau isi kepala Myungsoo, Suzy memperjelas. “Dan, Apa anda sudah melihat lokasi pembangunan?”

Pertanyaan Suzy menohok Myungsoo. Bodohnya, karna terlalu fokus pada rancangan dia bahkan tidak mengecek lokasi. “Belum.”

“Lalu siapa yang tidak prefesional?”

Myungsoo diam.

“Hyeri tinggalkan kami.” Hyeri dan tuan Wang keluar sesuai perintah Suzy.

“Aku ingin kau pergi dengan tenang, tapi kenapa kau membuatku mencacimu terlebih dahulu?”

“Saya,,,” Myungsoo tidak tahu harus berkata apa. Begitulah Suzy, tidak menyampaikan alasan tapi memberikan kritikan serta sindiran.

“Aku tidak tau hal yang mendasari ucapanmu tapi tolong jangan lakukan itu didepan karyawanku.”

Myungsoo menunduk dalam.

“Bukankah sudah ku bilang untuk bersikap tidak saling mengenal,,, Kau menyuruhku melupakan masalalu tapi kau sendiri yang menggunakan masalalu.”

“Mekipun begitu, tolong pertimbangkan desain kami.” Mohon Myungsoo.

“Aku tidak bisa memutuskan sendiri, ada dewan direksi disini.” Ucap Suzy

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Myungsoo berjalan melewati beberapa  karyawan yang saling berbisik menatapnya, dia tau mereka pasti membicarakan dirinya. Myungsoo memperlambat jalannya saat sampai dibagian sekertariat.

“Dari mana orang itu dapat kepercayaan diri untuk datang keperusahaan kita.”

“Ku dengar dia belajar di London. Apa yang dipelajari disana?” Tanggap karyawan lainnya.

“Tidak mungkin orang seperti itu punya hubungan khusus dengan seorang Bae Suzy.”

“Aku memang tidak suka pada direktur pengganti kita namun aku lebih tidak suka pada orang yang memandang rendah perusahaan dan atasan kita.” Ucap yang lain lagi.

“Bagaimana kalian bisa membicarakan orang yang ada didepan kalian?” Hyeri datang menegur mereka dengan setengah berbisik.

“Biarkan saja, agar dia tau kesalahnnya,,”

“Wajahnya tidak asing,, aku seperti pernah melihatnya,” Ucap salah satu dari mereka saat Myungsoo mulai meninggalkan bagian sekertariat.

“Semua pria tampan selalu kau bilang pernah melihatnya , Nayoon-ssi” Suara laki-laki dari belakang  ikut berbicara. Tuan wang, sekertaris Nickhun yang juga akan mendampingi Suzy dalam proyek mereka.

“Wajahnya benar-benar tidak asing,, Tuan Wang kau juga begitu kan? Atau kau tau dia siapa?”

“Hyeri, bawakan teh untuk Sajangnim.” Tuan Wang tidak menanggapi pertanyaan Na-yoon. Awalnya Hyeri hanya diam sambil menatap curiga laki setengah baya itu, tapi  Tuan Wang mengulangi ucapannya.

’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’””

“Kau datang?” Sambut Minho ketika Suzy membuka pintu kemudian mepersilahkan sang gadis untuk duduk disofa yang ada diruangannya. “Merindukanku?” Minho duduk samping Suzy.

“Kau sibuk?”

“Pasien Psikiater tidak sebanyak pasien dokter umum.” Jawab Minho. “Meskipun aku sibuk, aku akan tetap meluangkan waktu jika rindumu padaku sudah tidak tertahankan.”

Suzy tersenyum, dia hanya menganggap ucapan orang didepannya ini sebuah lelucon. Cukup manis, tapi Suzy tak bisa melihat Minho lebih dari seorang Dokter Pribadi. Dia membutuhkan Minho karna hanya Minho orang yang dapat mengerti hatinya tanpa ia ungkapkan. Suzy tak akan bisa kehilangan orang seperti dia. Suzy membutuhkan Minho.

“Kata-katamu membuatku ingin muntah.” Ucap Suzy memasang wajah jijik.

Suzy dan Minho terdiam cukup lama, mereka hanya saling menatap satu sama lain atau lebih tepatnya Minho membalas tatapan Suzy. Tidak butuh banyak kata untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi Suzy. Sangat sulit untuk Suzy mengucapkan hatinya. Seperti ada ganjalan dimulut Suzy agar dia tak berkata apapun, dan Minho mengerti itu karna Suzy akan menjadi panik ketika dia mengungkapkan hatinya.

“Sama seperti kau menanngis ketika kecewa pada dirimu sendiri.” Minho akhirnya membuka kata.

“Kau juga hanya perlu marah ketika kecewa pada orang lain. Tersenyum ketika senang, tertawa ketika bahagia. Hanya katakan apa yang rasakan.”

“Jika aku mengatakannya aku akan menambah beban mereka.” Balas Suzy

“Semua orang punya beban dalam dirinya hanya saja mereka tau kapan dan dimana beban itu diletakkan. Katakan suka jika kau suka, katakan tidak jika kau tidak suka. Selanjunya biar mereka yang urus sendiri”

“Benarkah?”

“Tentu.” Minho mengangguk, kemudian membenarkan posisi duduknya. “Sekarang, katakan padaku. Apa kau menyukaiku?” Minho mendekatkan diri pada Suzy sambil tersenyum lebar.

“Tidak.”

Dengan sigap Minho menangkap majalah yang dilemparkan Suzy padanya.

“Kanda.” Suzy.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Hyunie,, bibi disini,,,” Suzy masuk kedalam kamar Tiffany sambil meneteng beberapa tas belanjaan.

“Apa yang kau bawa?” Tanya Nickhun lemah diatas tanjang, tenaganya belum pulih.

“Mainan untuk keponakanku tercinta dan buah untuk eonnie, ibu menyusui harus banyak makan makanan sehat.” Suzy mencium dan mencupit pipi bayi yang ada digendongan Ibunya.

“Aku yang sakit, kenapa tidak membelikanku juga.” Nickhun.

“Karna kau sedang sakit jadi aku berbaik hati mengurusi istri dan anakmu.”

“Owwwh,, saya sangat tersentuh.” Nickhun dengan nada pura-pura terharu. “Bagaimana pekerjaanmu?”

“Aku lelah.” Jawab Suzy.

“Maksudku,,,”

“Ya, aku sudah bertemu dengannya,,, Dan aku baik-baik saja.” Suzy tersenyum.

“Siapa yang kau maksud?” tanya Tiffany saat Suzy sudah tidak ada dikamar mereka lagi.

“Kim Myungsoo.” Jawab Nickhun.

“Mantan Suzy itu? Aku tidak menyukainya.” Ucap Tiffany.

“Kau hanya boleh menyukaiku,,,” Timpal Nickhun.

“Ch,,” Tiffany tersenyum dan Nickhun ikut tersenyum.

“Aku butuh energi, disini,,,,” Nickhun menunjukkan bibirnya, Tiffany mendekatkan diri kemudian memberi energi yang dibutuhkan Nickhun. Sebuah ciuman.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“KIM SAJANGNIIIIM,,,,” Sekertaris Myungsoo masuk ke ruang kerja Myungsoo dengan wajah binar.

“Ada apa Nona Seo?”

“Kita berhasil,,”

“Katakan dengan jelas.” Pinta Myungsoo.

“Tidak ada yang dipilih oleh Direktur pengganti jadi dewan direksi mengadakan voting dan,,, kita dapat suara terbanyak.”

“Jeongmalyo?” Myungsoo berdiri sangking terkejutnya.

“Nde,,, Mereka suka desain kita jadi mereka menyuruh kita untuk memperbaharui proposalnya saja.”

“Sekertaris Seo,,,,”

“Ye?!” Seo Na Ra, terkejut dengan perintah Myungsoo.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Ini adalah harinya. Sedari tadi Myungsoo tak melepas matanya dari lembaran-lembaran putih ditangannya, dia kembali mengecek isi proposal. Tak boleh ada cacat meski sekecil apapun.

“Kenapa kita mengganti rancangan?”

Chun jeosan melihat Myungsoo dan sekertrisnya dari sepion depan.

“Mereka hanya minta kita merubah Proposal.” Lanjut Seo Nara lagi.

“Karna dirancangan pertama, kita tidak melihat lokasinya,,,” Jawab Myunsoo tersenyum.

“Kau berusaha sangat keras.”

Myungsoo menolehkan kepala, dilihatnya seseorang yang sangat tidak ingin ia temui sedang berjalan kearahnya. Choi Minho.

“Kau akan ke ruang Suzy kan?” Minho menekan angka pada tombol evalator, lantai dimana ruang meeting berada.

Dengan terpaksa Myungsoo ikut masuk kedalam lif. Jika ia sedang tak bersama sekertarisnya Myungsoo akan lebih memilih menunggu lif berikutnya, setengah jam lagi.

“Anyeonghaseyo,, Seo Na Ra imihda.”

Mood Myungsoo sudah buruk karna Minho, kini kenapa sekertrisnya malah tersenyum pada orang itu? Tidak ada yang berpihak padanya, pikir Myungsoo.

“Tuan Choi Minho,,,” sambut Hyeri.

Bahkan Sekertaris Suzy juga,,,

“Karna menyangkut pekerjaan jadi kau lebih dulu,”

Myungsoo berdesis, mendengar ucapan Minho. Dia begitu sombong karna merasa posisinya berada di atas dirinya? Kita lihat saja nanti.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Sebuah resort dengan suasana kekeluargaan. Para orang tua bisa mengajak anak-anaknya bermain dipantai kemudian menikmati pizza dengan secup ice crim kesukaan mereka.” Layar proyektor berganti tampilan.

Suzy melihat gambar didepannya, presentasi yang nyaris sempurna oleh Kim Myungsoo. Tapi resort dengan kedai pizza? Apa maksud Myungsoo?

“Tujuan kita adalah memberi kesan dan kenangan pada pelanggan.”

Myungsoo tersenyum melihat wajah dewan direksi yang sepertinya puas dengan presentasinya, kecuali Suzy.

“Jangan mencampurkan perasaan pribadi kita, ha?” Ucap Suzy pada Myungsoo saat mereka berada didalam lif, berdua.

“Ini bukan perasaan pribadi kita, hanya perasaan pribadiku. Kedai Pizza adalah tempat berkenang untukku dan seseorang. Aku mengekspreikan hatiku pada pekerjaanku, ada yang salah?”

Suzy diam mencermati kalimat Myungsoo, laki-laki ini mungkin berfikir bahwa Kedai Pizza adalah tempat kesukaan Jiyeon karna dia mengajaknya kesana beberapa kali.

“Kim Myungsoo-ssi, wanitamu mengajak kau kesana karna disana ada sahabat yang dimanfaatkan untuk menutupi kekurangannya.”

“Tidak,,” Myungsoo membalas tatapan Suzy. “Yang sebenarnya terjadi adalah sahabat wanitaku memanfaatkan dia untuk menutupi kekurangannya.”

Apa? Suzy tidak percaya ini. Suzy hendak membuka mulutnya tapi Myungsoo berkata lagi,, “Park Jiyeon bukan wanitaku, dia adalah sebuah kesalahan yang ingin aku perbaiki.”

Masih terdiam, setelah kepergian Myungsoo Suzy masih terpaku didalam lift. Dia yang terlalu bodoh atau kalimat Myungsoo yang terlalu sulit dicerna.

Hanya hati Myungsoo? Jiyeon bukan wanitanya? Jika bukan Jiyeon maka Suzy,,,? Itu artinya rancangan Myungsoo,,, Suzy terlalu sibuk dengan bayangannya sehingga tidak mendengar panggilan dari Hyeri. Hyeri menyentuh lengan atasannya.

“Hyeri,,” Suzy tersadar, entah sejak kapan dia sudah duduk dikursi ruangannya, Suzy pun tak ingat. Dilihatnya Soojung dan Sungjoong berdiri beberapa langkah dibelakang Hyeri.

“O,, Soojung-a.” sambut Suzy.

“Apa yang dilakukan Minho sampai kau melapun begitu?” Soojung.

“Minho?”

“Aku melihatnya keluar dari ruanganmu,,”

Suzy menyerit, kenapa kepalanya tiba-tiba kosong. Dia hanya merasakan sakit pada tangan kanannya. Apa yang terjadi?

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Nickhun bangkit duduk setelah mendengar penjelasan Minho. Dia berfikir cukup lama. “Jadi menurutmu psikologi Suzy yang terganggu berhubungan dengan tangannya? Bukan karna Ayah?”

“Ini bukan sekedar asumsi, ini sebuah kemungkinan.” Ucap Minho.

“Buat Suzy mau melakukan scan pada tangannya,,”

“Aku juga ingin tapi tidak semudah itu, yang aku takutkan dia punya luka disana.”

Minho berfikir sebentar. Haruskan dia bertanya pada Myungsoo? Mengingat hanya Myungsoo yang bisa memberi keterangan. Memang tidak berguna jika bukan dari mulut Suzy sendiri, namun setidaknya untuk mengatisipasi adanya luka fisik yang dialami Suzy.

“Jika lukanya berat, dia bisa kehilangan tangannya,,, “ Ucap Minho pelan.

“Apa?!!” Tiffany. “Choi Minho, jangan bercanda.”

“Tadi aku datang ke perusahaan, aku melihatnya meremas tangan kanannya tapi matanya kosong. Jika ini berlangsung terus-menerus dia akan masuk ke tahab lebih dalam,  Suzy akan punya dunia sendiri sehingga tidak bisa menerima dunia yang tidak sesuai keinginannya.”

“Lalu?” Nickhun.

“Aku memberinya suntikan, obatnya bereaksi 5 menit setelah aku pergi.” jawab Minho.

“Ada yang ingin kau katakan?” Tanya Nickhun pada Tifffany yang sedari tadi menunduk menatap ke bawah.

“Anni,,” Ia menggeleng. “Makan siang sudah siap.” Tiffany tersenyum.

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Neo? Kim Myungsoo,, Guachi?”

Myungsoo menyerit, seorang karyawan wanita Irwol Grup menghampiri dirinya. Bukankah wanita ini dari bagian sekertriat? Myungsoo ingat betul dia yang membicarakan dirinya tempo hari.

“Kau tidak ingat? Na,,, Park Na Yoon.” Dia menunjuk dirinya sendiri.

Park Nayoon? Park NaYoon? A,, Park Na Yoon. Dulu posisi Myungsoo di Irwol tidak begitu dilihat, sungguh tak terduga bertemu dengan karyawan Irwol yang masih mengingatnya.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Myungsoo.

“Irwol Grup banyak berkembang selama kau pergi. Bisa kau lihat, aku semakin sibuk apalagi mereka akan menambah satu lagi pekerjaanku,,” Yang dimaksud Park Na Yoon adalah proyek resort.

“Bisakah aku minta tolong?,, Rahasiakan, hubunganku dengan ketua proyek dan tentang aku pernah bekerja disini.” Pinta Myungsoo. Kini mereka berada dikanti kantor.

“Kau tenang saja, tidak akan ada yang mengenalimu disini. Orang-orang dari bagian pengembangan dikirim ke kantor cabang. Karna kau tidak dekat dengan orang diluar bagian, mungkin hanya aku dan Tuan Wang yang mengingatmu.”

Park Na Yoon, merupakan sekertaris dari ketua bagian pengambangan. Yang perlu diingat oleh Myungsoo adalah sang sekertaris suka bergosip, jadi jangan percaya dengan omongannya.

“Geunde,, apa rumor itu benar? Kau putus dengan ketua karna  adanya orang ketiga?”

Sudah dikatakan sang sekertaris suka bergosip. Myungsoo  menganggukkan kepala satu kali.

“Aku akan dapat masalah jika terlalu dekat dengannya.” Na Yoon mengucap pelan sambil menggeser banggku yang ia duduki.

Myungsoo berdesis, bagaimana jika dia juga tau bahwa selingkuhannya adalah sahabat Suzy?

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Hari Rabu yang indah untuk Myungsoo. Sang pria merentangkan kedua tangannya, bangun dari ranjang kemudian masuk kamar mandi. Dia berhenti didepan cermin mengusap dagu dan mengamati pantulan dirinya. Myungsoo tersenyum, seperti remaja berumur 18 tahun yang sedang jatuh cinta.

“Anda sangat bersemangat.” Sapa Chun Unjeonsa.

“Apa karna Nona Bae?”

Myungsoo masuk dan duduk dibangku belakang mobil. “Apa sangat terlihat diwajahku?”

“Siapa yang tidak semangat jika atasannya begitu cantik?” Pak Chun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karna masih pagi jadi jalanan belum padat. “Saya yakin karyawan Irwol yang lain juga begitu. Banyak yang bilang putri Presiden seorang yang sulit dilunakkan tapi peminat perkerja disana masih tinggi, terutama pada kaum pria.”

Myungsoo masih ingat, dulu ketika Suzy datang ke perusahaan karyawan laki-laki akan berdiri dari tempat duduknay hanya untuk melihat Suzy berjalan. Sepertinya pesona Suzy masih belum hilang, padahal yang gadis semakin ‘keras’.

“Mulai besok sampai proyek selesai anda tidak perlu menjemput, aku akan berangkat sendiri.” Ucap Myungsoo.

“Tidak masalah asalkan saya tetap dibayar.” Sang supir tersenyum.

“”””’’’’’’’’’’’’’’’’’’””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Supir Chu keluar dari mobil, kemudian memberikan kunci pada atasannya.

“Aku memintamu mulai besok, tidak perlu seperti ini.” Myungsoo.

“Anda harus bergerak cepat. Fighting.” Supir Chun mengepalkan tangannya, memberi semangat.

Myungsoo tersenyum melihat Suzy yang berjalan menunduk dari arah berlawanan, membawa sebuah file. Gadis ini bahkan masih tampak cantik dengan rambut yang tidak serapi tadi pagi. Suzy berbicara dengan Hyeri disampingnya, entah apa yang diucapkan. Myungsoo melihat bibir Suzy yang bergerak, mata yang berkedip halus, sungguh ciptaan maha sempurna.

“Minho Oppa,,”

Khayalan Myungsoo pecah seketika Suzy mengucapkan nama lelaki itu, lagi.

“Sajangnim,,,” Myungsoo menunduk memberi hormat.

“Dimana?” Seolah Myungsoo ini tak penting, Suzy hanya menggukkan kepala dan berlalu melewatinya.

“Sepertinya tidak bisa. Pekerjaanku banyak sekali.” Suzy mendesah dan menutup dokumennya.

“…”

“Geojongma,, aku selalu menyuruh Hyeri untuk membelikanku makan. Aku akan meminta Soojung untuk menemanimu makan siang. Keuno.” Suzy menutup sambungan telfon.

Dua proyek dalam satu waktu, ini sangat melelahkan. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada tempat untuk mengeluh. Dia yang masih muda saja merasa jenuh apalagi Ibunya yang bertahun-tahun menghadapi data-data ini. Suzy sekarang tahu, kenapa kakaknya selalu pulang larut malam dengan alasan menyelasaikan pekerjaan kantor. Jenuh.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy melangkahkan kaki menaiki tangga, sesekali ia menoleh kebelakang memastikan tak ada orang dibelakangnya. Dia melepas sepatu Hagnya.

Sesampainya ditempat tujuan, Suzy merentangkan keduatangannya diudara. Atap gedung, dimana lagi? Sambil menunggu Hyeri yang membeli makan siang, Suzy istirahat sejenak disini. Pekerjaannya terus datang sejak dari pagi, membuat kepalanya semakin pening.

Suzy mengerjapkan mata ketika merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya.

“Isotonik,,,”

Sang gadis memalingkan wajah, mengacuhkan Myungsoo yang menyodorkan botol berwarna biru, pria ini selalu datang disaat yang tidak tepat.

Karna terus dengan posisi itu Suzy akhirnya mengambil minuman tersebut dari tangan Myungsoo, dengan harapan dia akan pergi. Namun bukannya pergi Myungsoo justru mengambil tempat disebelah Suzy.

“Aku mengerti bagaimana rasanya, tapi sesibuk apapun dirimu kau tidak boleh mengabaikan makan siang.”

Suzy diam.

“Kau bisa menyuruh Oh ajuhmma untuk membuatkanmu makan siang, jadi kau bisa cepat makan dan tidak merepotkan Hyeri.” Ucap Myungsoo lagi.

“Oh Ajuhmma sudah mengambil pensiunnya.” Suzy.

“Maja,,” Myungsoo menepuk jarinya. “Oh ajuhmma memang sudah cukup lanjut. Kapan ibumu mengambil pensiunnya? Bukankah beliau seumuran Oh Ajuhmma?”

“Kim Myungsoo-sii,,,,” Suzy berdiri. “Tolong ingat bahwa aku adalah ketua proyek yang sedang kau jalankan. Aku atasanmu”

“Kau ingin membuat jarak?” Myungsoo ikut berdiri.

“Lebih tepatnya batasan.” Jawab Suzy.

Dulu Myungsoo merasa dia diperlakukan seperti pengemis, Myungsoo benci dengan itu. Sekarang juga begitu, mungkin karna pernah diperlakukan seperti ini jadi dia tidak masalah diperlakukan sama. Jika Suzy pernah mencintainya maka dia akan luluh. Tapi jika Suzy tidak pernah mencintainya maka Myungsoo akan membuat Suzy bersamanya, dengan atau tanpa cinta.

“Aku tidak mau,,” Myungsoo menarik tangan Suzy yang hendak pergi. “Tidak ada seorangpun yang akan bersamamu kecuali aku.”

“Jika kau tahu bagaimana sakitnya aku, apa kau akan berkata begitu?” Suzy masih membelakangi Myungsoo. “Kau mudah mengatakannya karna tidak tau apa yang aku alami.”

Sakit? Dengan nada sedatar itu? Myungsoo tidak merasakan adanya emosi dari ucapan Suzy.

“Kau tidak perduli dengan cinta kan? Jadi teruslah hidup seperti itu denganku.” Myungsoo.

Suzy menarik tangannya perlahan kemudian penghapus air matanya. Tanpa berkata apapun lagi, sang gadis pergi dari sana.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Kepala Myungsoo penuh dengan kemungkinan-kemuangkinan yang dia pikirkan, pasalnya Sekertaris Nickhun menyuruhnya untuk datang ke ruangan Nickhun. Nickhun belum aktif diperusahaan kan? atau sudah? lalu kenapa dia memanggil Myungsoo? untuk apa?

Myungsoo mengetuk pintu,  karna tak ada sautan dia pun masuk. Ia menyipitkan mata ketika kursi yang biasa didukuki Nickhun berputar namun yang nampak bukan sang pemilik.

“Kim Myungsoo-ssi” sambut orang tersebut.

“Tiffany noona” Ucap Myungsoo pelan.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                  :

Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo.  Stay tune on this blog and wait the next chapter. Annyeooooong. 😦

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

26 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 10)

  1. penasaran thor kenapaa dengan tangan suzy , terus kenapa tiffany Benci kali ama myungsoo di tunggu yaaa thor next partnya 🙂 jangan lama2 yaa thor lanjutin ff nya hehehehe 🙂 fighting thor 🙂

    Suka

  2. penasaran thor kenapaa dengan tangan suzy , terus kenapa tiffany Benci kali ama myungsoo di tunggu yaaa thor next partnya 🙂 jangan lama2 yaa thor lanjutin ff nya hehehehe 🙂 fighting thor^^

    Suka

  3. uhh…semakin berat jadi suzy, tangan suzy semoga gak kenapa2 T_T kim myungsoo -_-
    next part thor 😀

    Suka

  4. huuwwaaaaa,, ngapain kira2 ya tiffany nemuin Myung???? apa menyangkut masalah tangan suzy yg dibahas minho???? next…. keep FIGHT…

    Suka

  5. Kapan myungzy bersatu nihh.
    next ditunggu.
    Fighting

    Suka

  6. huh kisahnya mkin rumit kn. sbnrnya yg bkin rumit dr awal tuh myung jd jngn slahin suzy klw skrang sikap suzy kya gtu. krna yg ngbuat suzy kkya gtu myung
    NEXT PART 😀

    Suka

  7. makin sini makin penasaran.. aduhh udah lahh minho sama suzy aja ya ya ya

    Suka

  8. Makin seru aja. Ngapain Tiff nemuin Myung?
    Kalo Myung tau keadaan Suzy, gmana reaksinya?
    Next sangat ditunggu hwaiting! ✊

    Suka

  9. Tangan suzy kenapa sih????
    Tiffany jga mau ngomg apa th ama myung???
    lanjut thor~~~~~!!!!

    Suka

  10. eih knp aq jd gak rela myung nyakitin suzy…aigoo

    Suka

  11. next…

    Suka

  12. heol,, ceritanya mkin rumit tapi seru…ok. myung yg smgt ngejar suzynya tapi please jgn skitn lgi. lanjut ne..

    Suka

  13. kenapa tiffany eonni nyuruh myungpa untuk bertemu? next

    Suka

  14. ff MyungZy yah
    izi baca yah
        ()___/)()__/)
       (。ー∀ー)ε≦。)  〜♡
       /⌒ づ⊂⌒ヽ

    Suka

  15. ff MyungZy yah
    izin baca yah
    S♥e♥м♥ά♥n♥G♥ά♥τ (ノ^ヮ^)ノ*:・゚✧ ­

    Suka

  16. madih berani myungsoo suka suzy,, klo aku jadi kel. suzy, gak sudi deh suzy didekati namja brengsek macam itu

    Suka

  17. Penasaran sm kelanjutannya…

    Suka

  18. meskipun masih ada dongkolnya sm myung tapi…ini manis banget thornim, cara myungsoo kembali memaksa suzy memperhatikan dia

    miss tiff kenapa nemuin myung??

    Suka

  19. Thor  analisis minho ttg tangan dan psikis suzy benar? Jadi saat kec. Dulu suzy belom meriksa tangannya ?
     tujuan tiffany eonni nemuin myungsoo?  nikhun oppa tau?

    Suka

  20. Jiaah myung kok jahaat
    Tiffany apa yg bakal dia omongin ke myung yaa ?
    Penasaraan

    Suka

  21. Hayo hayo Myungsoo mau diapain tuh

    Suka

  22. tiffany tau sesuatu tentang suzy atau myungzy yaa .. syukurlah nickhun gak papa .. suzy bakal kehilangan tanganya kah .. karna di teaser kemaren ada yang bilang kek gitu dan itu joogeum kan ..

    Suka

  23. Maksud dr tangan kanan suzy itu yg kelindes mobil itu kan?? Duh jangan ampe diamputasi dong tangannya suzy.
    Wahh tifanny ngapain tuh manggil myung,,?

    Suka

  24. aduh knp sama suzy kok jd deg degan

    Suka

  25. Uwwah… Mis tiff bakalan jadi jembatan keledainya.. keren thor

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s