We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

When Love Must Protect the Love (Chapter 12)

26 Komentar

Title                 : When Love Must Protect the Love

Author             : Cahya Khosyiah

Main Cast        : Kim Myungsoo

Bae Suzy

Other Cast       :Nichkhun

Tiffany

Joongeum

Minho

Soojung

Seungho

Jieun

Jiyeon

Sungjong

Hyeri

Original Cast   : Choi Doctor’s

Chun Unjeonsa

Ok Biseo

Oh Ajuhmma

Wang Biseo

Park Nayoon

Seo Nara

Pairing             : Myungzy (Myungz+Suzy)

Genre              : Angst, Romance

Rate                 : 17+

Disclaimer       : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing.

Huruf tebal untuk flashback

R&R

WLP

//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

‘Cintaku berawal darimu dan berakhir denganmu. Walaupun semua orang akan mencaciku itu tak masalah asal bisa membuatmu kembali.’

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Pagi-pagi sekali Minho sudah berada dirumah keluarga Bae. Duduk bersama Nickhun dan Joongeum sedangkan Tiffany sedang mengambilkan mereka nasi.

“Jangan makan lebih dari satu mangkok.” Ancam Tiffany meletakkan nasi didepan Minho.

“Kau sudah melahirkan tapi kenapa masih membenciku?”

Keributan kecil yang ditimbulkan Minho dan Tiffany sudah menjadi hal biasa bagi pengguhi rumah.

“Molla.” Jawab Tiffany jutek.

“Kau juga keterlaluan datang pagi-pagi. Kau menambah pekerjaan Istriku.” Timpal Nickhun, dia sibuk menenangkan buah hatinya dalam gendongannya.

“Waaaah. Kalian pasti saling melindungi. Kenapa tidak tanyakan saja pada tuan putri?” Minho menunjukkan dagunya pada Suzy yang baru turun dari kamarnya.

“Aku dan Minho Oppa akan jalan-jalan sebelum berangkat kantor.” Suzy menarik kursi disamping Minho. Kemudian mengucapkan terimakasih pada Tiffany.

“Terdengar bagus. Aku juga ingin melakukannya.” Joongeum akhirnya buka suara.

“Anda tidak boleh ikut, eommanim. Kau bisa merusak kencan kami.” Minho.

Dari belakang Tiffany menjitak kepala Minho. “Tidak sopan.”

“Noona,,,,,” Minho meringis kesakitan, yang diikuti gelagak tawa dari anggota keluarga lain.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Sebenarnya cuaca tidak begitu bagus pagi ini, gerimis rintik-rintik mampun membasahi jalanan Seoul karna terjadi cukup lama, kira-kira sudah berlangsung dua jam lalu. Namun berjalan dari rumah menuju halte bus kemudian naik bus menuju kantor bukan hal buruk untuk dilakukan.  Saat Suzy berjalan tenang, seolah waktu juga berputar lebih lambat jadi dia bisa memikirkan banyak hal. Termasuk apa yang ingin Suzy utarakan pada Minho sekarang.

“Kau ingat kapan pertama kali kita bertemu?” Suzy buka suara.

“Hem. Ulang tahunku ke 9.” Jawab Minho.

“Dulu aku ingin cepat dewasa. Saat itu kita masih sangat muda, tidak pernah berfikir bahwa kehidupan orang dewasa sangat rumit.”

“Kita bertemu dalam keadaan lebih baik tapi jatuh cinta padamu saat pemakaman ayahmu. Orang mungkin berfikir ini hanya rasa simpati.”

“Aku tau kau tulus.”

Minho menoleh. Mengamati wajah gadis disampingnya. Kenapa kita bertemu sebagai Bae Suzy dan Choi Minho? Jika kita bertemu sebagai orang lain mungkin akan lebih mudah, kadang Minho berfikir seperti itu.

“Karna banyak orang menjagaku…” Suzy berhenti sejenak, menyiapkan lebih banyak kekuatan untuk mengucapkan kalimat berikutnya. “Oppa, Aku bisa melakukannya kan?”

“Jangan paksakan diri.” Minho mulai tahu arah bicara Suzy.

“Kau ingin aku sembuh kan? Aku akan sembuh.”

“Suzy,,,” Minho berhenti berjalan, menghadap pada Suzy yang juga berhenti berjalan.

“Aku akan mengingat semua perkataanmu dengan begitu aku bisa mempertahankan diri.” Suzy tidak ingin menangis sekarang. Dipinggir jalan bersama Minho bukanlah saat yang tepat. Tapi,,,

Tes,,tes,, dua bulir air mata Suzy turun.

“Doktermu akan berpura-pura membebaskamu.”

Tangis Suzy makin tak terbendung ketika Minho menyembunyikan wajah Suzy dipelukannya.

Keputusan yang tak mudah bagi Suzy, sembuh tanpa bantuan Minho artinya dia benar-benar sendiri menghadapi siksaan batin yang kan diderita. Begitu juga bagi Minho yang terbiasa mendampingi Suzy. Namun keduanya sadar, Suzy tergantung pada Minho karna Suzy tak mau mengahadapi masalahnya sendiri bukan membantu sang gadis untuk sembuh.

Hanya menangani depresi bukan sembuh.

“Kau bisa melakukannya. Kau harus sembuh.” Minho memeluk Suzy semakin erat.

“Bagaimana ini? Aku ingin kau sembuh tapi aku takut kau meninggalkanku.” Setelah menenangkan hati masing-masing akhirnya Minho membuka suara lebih dulu.

Suzy dan Minho duduk berdampingan didalam bus. Hanya satu kalimat, tak ada jawaban atau sahutan lagi. Keduanya kembali dalam pikiran masing-masing.

“Kau merupakan hal terpenting dihidupku. Sampai kapan pun selamanya akan begitu.” Ucap Suzy dengan tenang. Tak ada orang seperti Minho dihidup Suzy. Apa jadinya Suzy tanpa Minho? Suzy membutuhkan Minho. Namun itu tak cukup menempatkan Minho dihati Suzy. Seperti Suzy terus merasa haus walaupun Minho memberikan banyak air.

“Aku berterimakasih atas semua yang kau katakan. Itu menancap dikepalaku.” Suzy dengan senyum.

“Segera sembuh dan lihat aku sebagai pria bukan sebagai dokter.” Sebelum pergi Minho memeluk Suzy sekilas.

~

Dari kejahuan Myungsoo melihat itu. Suzy tersenyum pada Minho, Minho memeluk Suzy. Apa mereka sedang jatuh cinta? Seakan dunia hanya milik berdua. Tidak bisakah melakukannya dirumah? Apa mereka tidak sadar, bisa saja ada orang yang sakit hati melihat mereka berdua? Seperti Myungsoo.

“Selamat pagi.” Sapa Myungsoo tersenyum. Tidak ada gunanya mengerutu, dia harus bergerak, pikir Myungsoo.

Suzy hanya menjawab dengan deheman.

“Maaf ada kotoran.”

Suzy menjauhkan wajah ketika Myungsoo menyentuh rambut-bagian-depannya.

“Masih ada.” Myungsoo mengusap lembut pelipis Suzy dengan jarak sangat dekat.

“Apa yang kau lakukan?” Bentak Suzy pelan.

Perasaan bersalah mulai menyelimuti, bukan maksud Myungsoo membuat Suzy marah hanya saja Myungsoo tak bisa mengendalikan emosinya. “Kenapa? Apa aku membuat jantungmu berdetak keras?” Myungsoo santai.

Suzy melihat sekeliling. Beruntungnya hari masih pagi, belum ada banyak karyawan. Meskipun ada mereka tidak akan memperhatikan Suzy, dikatakan sebelumnya bahwa karyawan Irwol terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri. “Jangan gila. Aku masih sadar kau siapa. Kau,,, Kim Myungsoo.”

“Cinta memang membuat gila. Sebentar lagi cinta juga akan membuatmu melupakan semua.”

Myungsoo menarik paksa Suzy untuk mengikutinya. Sang pria begitu kalap sehingga mengabaikan Suzy yang merintih kesakitan.

Menurut Myungsoo tak ada yang berjalan baik dalam hidupnya, keluarga berantakan, gadis yang dicintai mengabaikannya, orang yang membuatnya berkorban juga meninggalkan Myungsoo, dan sekarang gadis yang ia cintai tak bisa dia dapatkan.

Untuk hal terakhir diatas, Myungsoo akan merubahnya.

“Choi Minho,,, dia tidak lebih baik dari pada aku.” Myungsoo membawa Suzy di tangga darurat.

Suzy tersenyum sinis mendengar ucapan Myungsoo. “Lihat dirimu, Kim Myungsoo.”

“Kenapa?” Myungsoo menaikkan satu oktaf nada bicaranya.

“Ingat kembali apa yang kau lalukan padaku.” Ucap Suzy tajam.

“Minho tidak tau hal yang kau sukai,,, saat aku berada diposisi itu aku berusaha sangat keras untuk mengenalmu.” Myungsoo berhenti bicara menunggu ekspresi Suzy namun nihil Suzy tetap pada wajah datarnya. “Aku menjemput dan mengantarmu setiap hari, kemanapun kau pergi. Aku selalu meluangkan waktuku sesibuk apapun walau pada akhirnya kau mengabaikanku. Dan yang terpenting, Aku tidak pernah menyerah mencintaimu, Suzy.”

Myungsoo kembali membuka kenangan atau lebih tepatnya pengorbanan dirinya pada Suzy dimasa lalu.

“Hentikan.” Suzy menutup kedua telinganya.

“Satu kesalahanku, tidak bisa membiarkan orang menangis didepanmu.” Tambah Myungsoo.

Tak berapa lama, Myungsoo menarik tubuh Suzy, merengkuh sang gadis dalam pelukannya. “Aku akui aku melakukan kesalahan, tapi aku mohon maafkan aku.”

Diam, tak ada dari mereka yang mengeluarkan suara.

Myungsoo benar. Dia selalu ada untuk Suzy. Myungsoo selalu tersenyum, tidak pernah mengeluh, dan berusaha melakukan yang terbaik mengenai Suzy. Siapa disini yang harus menyerah? Myungsoo atau dirinya? Suzy benar-benar bingung.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

“Apa ini?”

“Kakakmu akan masuk kerja lusa, kau tau kan?”

“Ya.” Suzy mengangguk. Mereka membahasnya pada sarapan pagi tadi. Nickhun akan kembali bekerja lusa karna pekerjaan tak terkendali dan mengatisipasi rumor yang akan beredar jika ia mengambil cuti lebih dari perkiraan dokter, padahal Suzy tau Nickhun suka libur dirumah -terlebih karna ada istri yang sangat dicintainya-. Dari sekian pembicaraan, tidak ada yang menyinggung mutasi Suzy ke perusahaan lain. Apalagi sebuah gedung apartemen? Ini bukan bidangnya.

Suzy pikir dia kan kembali ke Irwol Property setelah Nickhun kembali bekerja.

“Aku berencana memindahkan direktur disana ke resort baru kita.” Ucap joongeum.

“Lalu Irwol Property?”

“Bukankah kau sudah menganggkat seorang karyawan?”

“Lee Sungjong? Aku merekomendasikannya ke kantor pusat.” Bukan karna alasan tersebut, juga bukan karna keahlian Suzy. Ini cukup mengejutkan untuknya. Suzy harap Ibunya tidak merencanakan sesuatu.

“Baca datanya. Banyak Idol yang membeli apartemen disana. Keuntungan juga bertambah setiap tahun, dan lokasinya dekat rumah sakit.”

Suzy melihat alamat yang sebelumnya diabaikan. Dan benar saja, mungkin hanya butuh beberapa menit jarak antara Apartemen dengan Rumah sakit Minho bekerja.

“Eomma, jangan lakukan ini pada Minho Oppa.”

“Aku hanya melakukan peran seorang ibu untuk menjaga anaknya. Kau tau kan bagaimana Ayahmu menjagamu? Dia akan marah jika aku membiarkanmu begitu saja.” Joongeum memberikan emosi pada setiap kata yang dia ucapkan. “Jangan membuatku khawatir.”

“Itu yang ingin ku tanyakan. Bagaimana agar ibu tidak khawatir?”

“Abaikan Myungsoo.” Jawab Joongeum. “Kau tau aku tidak menyukainya sejak dulu, dulu aku membiarkannya tapi tidak untuk sekarang.”

“Karna Eomma tidak percaya padaku.” Suzy setengah menjerit, dia hidup dilingkungan terdidik. Dari mereka berusaha untuk bicara sopan pada orang yang lebih tua, terlebih dalam keluarga.

“Ya, ini salah ibu. Ayah kalian meninggalkanku saat kalian dalam masa peralihan dewasa, keadaan yang membuat ibu tidak tau cara menunjukkan rasa sayangku pada kalian.”

“Eomma, bukan itu maksudku.”

“Kalian tidak menghormatiku sebagai ibu tapi karna kalian takut.” Ucap Joongeum lemah. “Sejak kematian ayahmu aku selalu berfikir, apa yang akan ku lakukan pada kalian? Bertahun berlalu tapi aku tidak bisa berhenti memikirkan itu.”

Suzy diam. Pasti lebih berat untuk Ibunya, sendirian mengurus dua anak dan perusahaan.

Joongeum berjalan mendekati Suzy lalu memeluk putri kesayangannya. “Ingat bagaimana Ayahmu berkorban, ingat apa yang dilakukan Myungsoo terhadapmu. Setidaknya lakukan ini untuk Ayahmu, jangan buat dia kecewa.”

Bingung. Untuk yang kesekian kali Suzy tidak tau harus berbuat apa. Andai saja Minho ada disampingnya, pasti tidak akan seberat ini. Minho akan mengatakan hal-hal yang sebaiknya ia lakukan. Namun bukankah baru tadi pagi Suzy mengatakan pada Minho bahwa dia akan berusaha menghadapi masalahnya sendiri?

Setelah pembicaraan yang ia lakukan dengan Ibunya, Suzy memutuskan kembali keruangannya dan mengatakan pada Hyeri dia tak bisa diganggu. Duduk dikursi sambil menatap kosong ponsel touchscreen ditangannya. Antara ragu menekan tombol satu atau tidak. Suzy merasa nyeri diseluruh tubuhnya.

“Appa mencintaimu jadi appa akan melindungimu.”

            “Si gadis manja kehilangan Ayahnya. Atau harus aku bilang,,, membunuh Ayahnya.”

           

Suzy menarik rambutnya, berusaha mengurangi rasa sakit dikepala. Ingatannya tiba-tiba kembali pada masa-masa sulit dalam hidupnya.

“Suzy. Aku berencana ke London. Paman memintaku untuk kesana.”

            “Kadang seseorang pergi bukan karna dia tidak mencintaimu tapi karna dia tidak ingin melukaimu. Jiyeon sangat menghargai dirimu sebagai sahabatnya.”

            “Pergi. Dan jangan sampai aku melihat dia, jika itu terjadi maka kalian akan hancur.”

            “Myungsoo sangat mencintaiku jadi jangan harap dia akan kembali padamu. Yang perlu kau tau Myungsoo rela berkorban banyak hal untukku, termasuk hubungannya denganmu.”

“Apa yang kau lakukan?! Kau membunuh anakku!”

“Aku tidak pernah menyerah mencintaimu, Suzy.”

“Oppa,, aku tidak bisa melakukannya.”

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Minho terhenyak dari duduk mendengar suara paruh Suzy disebrang sana. Dia buru-buru melepas jas putihnya dan berlari keluar.

~

Tenang dan damai. Minho mengamati wajah Suzy yang menutup matanya. Sejak awal seharusnya Minho tak melepas Suzy. Walaupun sang gadis memaksa seharusnya Minho tak menurutinya. Lihat apa yang terjadi pada Suzy sekarang,, dan Minho merasa bersalah.

“Terapi sudah selasai. Kenapa kau masih menutup mata?”

“Aku ingin tidur.” Jawab Suzy.

“Kenapa kau tak meminum obatmu?”

Suzy membuka matanya. Melihat Minho memegang benda yang sangat dia kenal, sebuah tabung kecil berwarna putih. “Hanya tidak ingin.”

“Jangan pernah berfikir untuk sembuh jika kau tak minum ini.” Minho mengalihkan benda tersebut pada genggaman Suzy.

“Efeknya lama, aku lebih suka obat yang diberikan dokter lain.”

Minho tersenyum kemudian diikuti Suzy yang ikut tersenyum. “Apa ini sakit?” Minho menekan tulang telapak tangan kanan Suzy.

Suzy mengangguk. Luka disana menimbulkan luka dihatinya juga.

“Ayo lakukan pemeriksaan.” Bujuk Minho.

“Tidak mau,,” Suzy menarik tangannya

~

“Hyung,,, ku rasa tak ada pilihan lain.” Ucap Minho pada orang disebrang telfon.

“…”

“Suzy baru saja kemari.” Minho mengamati Suzy yang berjalan diparkiran.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Baru beberapa hari kemarin Tiffany menyuruh Myungsoo datang ke ruangan Nickhun dan sekarang suaminya menyuruh bertemu direstoran dekat kantor. Mengingat tempat yang Nickhun pilih, dia pasti tidak akan membicarakan pekerjaan.

Myungsoo mengikuti pelayan resto yang akan membawanya pada Nickhun. Jantungnya tidak bisa berdetak tenang sejak Nickhun menelfon satu jam lalu, namun sebisa mungkin Myungsoo menyembunyikan kegugupannya.

“Duduklah.”

Myungsoo menuruti aba-aba Nickhun. “Selamat siang.”

“Makan.” Lagi, Myungsoo menuruti ucapan Nickhun tanpa banyak bertanya.

~

“Bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Nickhun ketika mereka sudah menyelesaikan makan siang.

“Lancar,,, karna unitnya tidak banyak mungkin akan selesai dalam satu sampai dua bulan lagi.” Jawab Myungsoo.

“Apa yang akan kau lakukan setelah proyek ini berakhir?” Istrinya menyuruh Myungsoo pergi dan sekarang Suaminya bertanya apa yang akan dia lakukan, benar-benar pasangan yang sempurna. Myungsoo menebak, Tiffany belum mengatakan apapun tentang pertemuan Myungsoo dan Tiffany sebelumnya.

“Irwol tidak pernah berhenti dengan satu proyek,,, Kenapa tidak sekalian saja masuk ke Irwol?”

“Aku punya tanggung jawab atas perusahaanku.” Myungsoo.

Nickhun tersenyum miring, “Solusi yang mudah. Jika kau bersedia, perusahaanmu bisa bergabung dengan Irwol. Kami juga bekerja sama dengan Ballymore Group.”

“Orang seperti kalian selalu menggunakan kekusaan sebagai ancaman.”

“Jangan mendramatisir,,, sepertinya aku terlalu kaku padamu sehingga kau salah mengartikan maksudku.”

“Apa maksud anda?”

“Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu, setelah itu terserah apa yang ingin kau lakukan,,,” Nickhun berhenti sejenak. “Apa yag terjadi di Amerika?”

Pertanyaan Nickhun menohok Myungsoo, Tiffany tidak mengatakannya pada Nickhun kan? atau Nickhun datang untuk memastikan?

Melihat Myungsoo hanya diam, Nickhun kembali membuka mulutnya. “Aku adalah orang yang tidak perduli pada kesalahan dan kebaikan orang lain, aku mencari untung dari orang lain meskipun dia adalah seorang penajahat. Aku tidak perduli siapa yang lebih mencintai Suzy, kau atau Minho. Aku juga mengatakan ini pada Minho.”

“Aku tidak tau pasti.” Jawab Myungsoo. “Suzy bilang dia akan kembali ke Las Vegas tapi ternyata dia bertemu Jiyeon, ketika aku datang ke rumah sakit ternyata Jiyeon kehilangan bayi kami jadi aku berfikir,,,”

Myungsoo gila, Nickhun tidak perduli apa yang terjadi diantara Myungso dan Jiyeon. “Kau berfikir Suzy mencelakai Jiyeon?” Potong Nickhun. “Apa yang kau lalukan pada Suzy?”

“Aku,,,aku membentaknya.”

“Kau mencacinya?”

Ingin rasanya Nickhun menghadiahkan satu bongheman pada Myungsoo ketika orang didepannya tersebut mengangguk, orang ini sudah membentak adiknya? Suzy sangat sensitif, dia dan Ibunya saja berhati-hati agar perkataan mereka tidak menyakiti hati Suzy, bahkan Tiffany yang anggota baru tidak pernah berkata kasar. Siapa Myungsoo berani membentak sampai mencari adiknya? “Kau tau bagaimana Ayah kami meninggal?”

“Suzy tidak pernah bercerita tentang itu.”

~

            “Ini akan menjadi rumah kita,,,” Seorang pria menggendong gadis berseragam Sekolah Menengah Pertama dibelakang punggung. Umur yang sudah tidak kecil lagi untuk digendong.

            “Joha,,,” Suzy berbinar.

            “Apa cita-citamu?” Tanya ayah Suzy.

            “Aku ingin jadi arsitektur supaya juga bisa membangun sebuah rumah untuk Appa.”

            “Kita akan tinggal bersama.” Yongjoon menurukan Suzy dari gendongannya.

            “Benar,,, Ayah ingin aku menjadi apa?”

            “Jadi putri yang ayah cintai.”

            “Tentu. Aku tidak akan mengecewakan ayah dan ibu, aku akan menghormati Nickhun Oppa. Aku akan menjadi gadis baik untuk kalian.” Suzy tersenyum.

 

            “Jangan berdiri disana, berbahaya.” Yongjon melarang Suzy berdiri diposisi dia sekarang.

            “Ayo pulang.” Suzy melipat tangan didepan dada. “Kita tidak akan menempati rumah ini sekarang kan?”

            “Sebentar lagi,,,”

            “Appa,,,,” Suzy merengek. “Teman-temanku akan datang, aku harus segera pulang.”

            “Agasi awas!”

Beberapa besi berbentuk silender besar mengelinding ke arah Suzy. Sang gadis membelakkan mata melihat sang ayah berbaring diatasnya, untuk melindungi Suzy.

 

“Appa mencintaimu jadi appa akan melindungimu.” Ucap Yongjoon dengan darah dan luka yang memenuhi tubuhnya sedetik kemudian matanya tertutup.

“Appa irona.. appa…” Suzy menggoyangkan tubuh sang ayah.

~

“Sebagai orang yang pernah mengalami itu, Suzy tidak akan menerima pernyataan atas nama cinta. Dia sangat benci penghianat.” Nickhun.

“Setelah mendengar ini, apa kau yakin Suzy melakukannya?”

Myungsoo diam tak menjawab. Sungguh apapun yang terjadi pada Jiyeon dan Suzy saat dia tak bersama mereka itu tak masalah. Hubungan Myungsoo dan Jiyeon benar-benar sudah berakhir, Jiyeon sendiri yang mengatakannya.

“Jawabannya adalah YA.” Ucap nickhun mewakili jawaban Myungsoo. “Aku percaya Suzy melakukannya tapi aku tidak yakin.”

Masih diam, Myungsoo hanya bisa diam. Dia tidak tau mengatakan apa.

Myungsoo sibuk dengan pikirannya sendiri. Kenapa Suzy tidak pernah menceritakan perihal kematian Ayahnya? Apa karna Suzy tidak mencintai Myungsoo? Atau karna Suzy tidak percaya Myungsoo? Tapi orang yang mencintai seharusnya juga percaya, mungkin Suzy memang tidak mencintai Myungsoo.

Myungsoo seharusnya bisa menerima itu tapi tetap saja dia merasa marah.

“Yang ingin ku katakan padamu, sekali saja kau berfirik buruk tentang adikku. Jika sikapnya menyakitimu cukup jangan dekati dia, mengerti?”

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’”””””””””””

Sudah dua minggu Myungsoo kembali ke perusahaanya. Sejak mendapat peringatan dari Nickhun dia belum berbicara dengan Suzy diluar masalah pekerjaan. Kata-kata Nickhun membuat Myungsoo berfikir puluhan kali untuk menghubungi Suzy. Seperti sekarang, dia hanya menganggkat ponselnya ditelinga, belum sempat sambungan terhubung, Myungsoo kembali menurunkan ponsel.

Yeobbseo?” Sapa suara dari sebrang sana.

Akhirnya Myungsoo memberanikan diri menghubungi Suzy. Myungsoo sudah memperkirakan ini jauh hari, dia tidak akan menyerah terhadap Nickhun.

Yeobbseo,, Bae Suzy in here.”

Myungsoo masih diam, antara ragu bicara pada Suzy atau tidak. Sungguh Myungsoo merindukan Suzy, namun dia tak punya alasan bertemu sang gadis.

Kau tidak pulang,,”

Myungsoo kembali mengangkat ponselnya yang hampir dia putuskan ketika mendegar suara itu. Choi Minho. Kenapa dia bersama Suzy selarut ini? Apa yang mereka lakukan?

Sebentar lagi, tinggal satu dokumen.” Rupanya Suzy masih dikantor, tapi bersama Minho?

Tolong bicara,,,atau aku tutup”

“Na,,,,”

Tut,,tut,,tut,,,

Myungsoo menghela nafas panjang, belum sempat dia bicara sambungan sudah berakhir.

~

Hanya satu yang dibutuhkan Myungsoo yaitu perasaan Suzy. Jika Suzy menyukainya, Myungsoo akan berusaha. Tidak perduli dengan apa yang akan dia hadapi nanti.

Kehilangan perusahaan? Dari awal perusahaan ini bukan miliknya. Dia bisa bekerja dimana saja.

Kehilangan kepercayaan sang Ayah? Ayahnya menghilangkan kepercayaan Myungsoo lebih dulu.

Namun bagaimana jika menyangkut perasaan Suzy? Myungsoo tidak tega menyiksa perasaan gadis yang dicintainya untuk yang kedua kali. Sakit yang dialami Suzy karna kematian ayahnya pasti sudah berat.

~

“Kim sajangnim,,” Lamunan Myungsoo buyar oleh suara sekertarisnya yang masuk membawa sebuah map berwarna biru.

“Ini kontrak baru dari Irwol Grup.”

“Kontrak baru?”

“Nde,, Hanya Arsitektur kita yang ditulis dalam kontak tapi uang royalti tetap masuk ke perusahaan.” Terang sekertaris Seo.

“Dan harga saham kita terus naik, mungkin akan mencapai puncaknya setelah hari pembukaan resort.”

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Suzy memutar kursinya agar pembicaraannya tidak didengar oleh Minho yang duduk didepannya.

“Kim Myungsoo?” Suzy menyerit. Jika tidak salah nomer ini adalah nomer yang sama yang menghubungi Suzy tempo hari, jadi ini adalah nomor baru Myungsoo.

“Hem,,Apa kita bisa bertemu?”

            “Kita baru saja bertemu kemarin,” Jawab Suzy

“Aku ingin mentelaktirmu karna harga sahamku naik.”

“Selamat tapi untuk dinner Aku tidak yakin, aku sibuk.” Jawab Suzy lagi.

“Aku akan menjemputmu besok dikantor sepulang kerja.”

            “Jangan.” Cegah Suzy. “Aku tidak bekerja di Irwol Property lagi, aku akan menemuaimu ditempat.”

“”’’’’’’”””””””””””””””’’’’’’’””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’

Setelah berkutat dengan file-file yang menyiksa selama beberapa jam, akhirnya Suzy bisa meloloskan diri. Sebenarnya bisa saja dia menyelesaikan pekerjaannya dengan santai walaupun sampai malam namun ucapan Myungsoo bahwa dia akan menjemputnya dikantor membuat Suzy buru-buru menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Bagaimana jika seseorang melihat kemudian melaporkan hal tersebut pada Ibu atau kakaknya?

“Maaf, aku terlambat.”

Myungsoo menaikkan kepalanya mendengar kursi yang bergesek dengan lantai. Dia menyambut sang gadis dengan seulas senyuman khas Kim Myungsoo. Jujur, Myungsoo sempat was-was Suzy tidak akan datang menemuinya.

Khawatir Suzy tidak datang, sekarang setelah gadis dicintainya ada disini Myungsoo khawatir apa yang akan dikatakan.

Myungsoo  ingin memeluk Suzy dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai Suzy. Melarang sang gadis untuk pergi, meminta sang gadis untuk terus bersamanya.

“Kau menunggu lama?” Tanya Suzy.

“Lama,, begitu lama.”

“Berapa lama?” Tanya Suzy lagi.

“Satu jam tapi rasanya seperti setahun.” Jawab Myungsoo.

“Aku sudah katakan Aku sibuk.”

“Tapi kau tetap datang.” Melihat penampilan sang gadis Myungsoo tau Suzy pasti sedang sibuk. Wajah yang kusam dan berminyak serta rambut yang diikat sembarang, keadaaan lelah tergambar jelas diwajahnya.

“Kau cantik.” Ucap Myungsoo.

“Jangan lakukan hal tidak berguna, aku buka wanita yang mudah tersentuh.”

“Arrayo,, aku mengatakannya bukan ingin membuatmu tersanjung. Aku hanya ingin mengungkapkan pendapatku.”

“Sudah memesan makanan?”

Myungsoo mengguk dua kali. “Tidak masalah kan? Setahuku kau makan semuanya.”

“Ya.”

Myungsoo mengangkat tangan kanannya lalu empat orang waitress datang membawa makanan yang sebelumnya sudah dipesan Myungsoo. Sebelum pergi Waitress itu mengucapkan selamat menikmati, dan ditanggapi Myungsoo serta Suzy dengan sebuah anggukan.

“Kenapa kau pindah?” Tanya Myungsoo sambil menikmati makan malam mereka.

“Untuk menambah pengalaman.”

“Kenapa? Menejemen Apartemen bukan bidangmu.”

“Karna aku tau, suatu saat nanti mau tidak mau aku akan menempati kursi wakil presiden. Aku dan Nickhun Oppa dipersiapkan untuk itu.”

“Jika kau jadi istriku aku tidak akan membiarkanmu bekerja.” Ucap Myungsoo.

“Apa?!”

“Jika kau jadi istriku aku tidak akan mengijinkanmu bekerja.”

Suzy membulatkan mata mendengar Myungsoo yang berani memperjelas ucapannya.

“Kau bilang istri? Kau,,,”

“Aku serius. Aku tidak bercanda.”

Suzy datang menemui Myungsoo agar Myungsoo tidak melakukan hal yang lebih ekstrim daripada menyentuh dirinya atau menjemput dikantor tapi yang Suzy dapat sekarang sebuah serangan mendadak dari Myungsoo.

Apa Myungsoo dalam keadaan sadar mengatakan itu? Istri berarti menikah,, Suzy kira Myungsoo orang yang tidak suka ikatan pernikahan –seperti yang dilakukan pada Jiyeon- . Bagaimana Myungsoo bisa berfikir untuk menikah dengan Suzy?

Suzy tidak tahan dengan omong kosong Myungsoo.

“Sampai bertemu di acara pembukaan resort.” Salam Suzy berdiri hendak meninggalkan Myungsoo.

“Ku rasa aku tak bisa bernafas tanpamku” Ucap Myungsoo sebelum Suzy benar-benar meninggalkan sang pria sendirian.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

A/N                  : Maaf pendek, ga ada feel, dll. Bentar lagi End ko. Tinggal 2-3 chapter.

Sebenernya dulu aku mau bikin ‘perselingkuhan antara Jiyeon dan Myungsoo’ itu sebagai prolog tapi karna menurut kau kepanjangan jadi sekalian aja dibikin chapter 🙂

Maaf untuk semua pihak yang tersakiti dalam cerita ini. Cuma fanfic ko,,,,

Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo.  Stay tune on this blog and wait the next chapter. Annyeooooong. 🙂

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

26 thoughts on “When Love Must Protect the Love (Chapter 12)

  1. poor myung—-galau baca part ini–pengin cepet2 baca part lanjutanx–kira2 apa tanggapan suzy akan ucapan terakhir myung padany????

    apa memang tak harus semua kejadian pahit yg membuat trauma kita utarakan pd pasangan????

    keep FIGHT Cahya Khosiah ssi…

    Suka

  2. masih agak bingung thor sebenarnya suzy suka gak ama myungsoo -,- terus apa myungsoo tau suzy terluka di tangan pas di amerika, di tunggu yaaa thor next partnya fighting thor 🙂

    Suka

  3. Wahh daebak.
    Next ditunggu.
    Fighting

    Suka

  4. Wahh daebak.
    Next ditunggu…
    Fighting

    Suka

  5. aku msih ajj ksel klw ingt myung prnah slingkuh ma jiyeon #issshhh itu bkin naik darah
    aku ga ngrti sm myung. dy bilang dy vinta bngt sm suzy tp knpa dy slingkuh ma jiyeon??? #ck iiiiihhhh myung nappeun bngt :-@
    NEXT PART 😀

    Suka

  6. hwaa sangat rumit, tapi disini aku dukung minho sama suzy yeahh
    moga aja akhirnya minzy hehe mungkin karena feelnya kena aku gak suka karakter myung di sini dia keenakn haha.. tapi aku gak tahu kn kedepannya mm di tunggu aja ya

    Suka

  7. Next thor penasaran nich
    Aq hrap MyungZy bersatu hehehe

    Suka

  8. Jadi begitu cerita Suzy n ayahnya..
    Tapi tangan Suzy karna apa?

    Suka

  9. Mash penasaran tangan suzy kenapa..????
    Suz skpnya ssh ditbak,sabar ya myung!!!

    Suka

  10. makin kesini makin tegang ^^ next 😀

    Suka

  11. next next next.., kyknyya udh mauend nih.., gak tau mau ngoment apa.., takpakan chingu..

    Suka

  12. apa myungzy dapat bersatu? next ya..

    Suka

  13. sebenernya maksud suzy membuat batasan antara myungsoo-suzy karena suzy gak ingin myungsoo bermasalah sama ibu dan oppanya,suzy berusaha untuk ngelindungi myungsoo,salut banget sama myung yang gak nyerah untuk mendapatkan suzy ,tapi suzy terlalu bergantung pada minho karena hanya minho yang mengerti suzy,argh part ini yang menurutku paling greget joahh.. 😉

    Suka

  14. bukan hanya nichun y pengen ngasih bogemmentah, gue juga
     ∧ ∧   ∧ ∧
    (=゜Д゜)☆#)`ω゜)・;
     /つ ⊂彡  /つ つ
     しーJ  しーJ

    Suka

  15. makin seru aja … next yaaa… maksud minho apa ya dengan rencananya?

    Suka

  16. huh buang nafas lagi
    aduh ga ngerti musti komen apa, mau sedih apa seneng liat myung berjuang buat suzy
    mungkin kl ini di real life suzy bakalan blacklist myung dan ga akan mau ketemu, tp kembali lg ini kan ff ya thornim #jujur dalam hati seneng bgt myung mulai ekstrim ngajak nikah suzy

    Suka

  17.  rencana myung kali ini?
    ªaƘů harap jiyeon muncul dan ♍ªŬ bicara sebenarnya ttg kejadian kec. Dulu
    Supaya myung tau gmn sakitnya suzy selama ini 😦

    Suka

  18. Huwaaa..
    Myung bener2 pantang nyeraah..
    Nickhun aaa.. kakak yg baiik

    Suka

  19. Myung bner2 nekat mo ktemu suzy pdahal dah diperingati kel suzy.

    Suka

  20. Jadi kasian sama Myungsoo, hehe

    Suka

  21. Kisah hidup suzy jadi makin complicated yaa

    Suka

  22. karma tuh myungsoo.. trkdang hal kya gth bisa bikin kita trauma.. jd seakan” klo kita ngerasain lg yg nma cinta tkut trluka lg

    Suka

  23. Bingung.. mau bilang gimana? gak bisa mihak, gak bisa bela juga.. bisanya cuman nyimak story mereka. yaudahlah, aku semangatin aja ya guys!

    Suka

  24. berharap myungzy bisa bersatu..dan mereka berdua bisa memperjuangkan cinta mereka.kkk..myung oppa fighting!!

    Disukai oleh 1 orang

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s