We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

Last Twilight (Chapter 2)

40 Komentar

Title : Last Twilight
Author : Cahya Khosyiah
Main Cast : Suzy (Bae Sooji)| Kim Myungsoo
Other Cast : Krystal Jung | Jackson Wang | Heo Youngji | Mark Tuan | Lee Jieun | Kim Sunggyu | Lee Minyoung | Lee Hoya | Choi Minho |Bae Woohee | Lee Yubi |Sung Joon | Choi Jinhyuk | Kim Soohyun | Lee Yeonhee | Bambam | Yoo Dong-geum as Choi Donggeum |
Original Cast : Bae Yongjoon |
Pairing : Myungzy JJANG!
Genre : School Life, Actoin, Fantasy, Romance.
Rate : 18+
Disclaimer : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing. But this story is my mine.


Huruf tebal untuk flashback
R&R

LT
/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Angin berhembus kencang saat Suzy melewati pepohonan diarea sekolah. Daun-daun kering ikut terbang bersama angin itu, membersihkan jalan setapak yang dilalui Suzy, seakan memberi jalan untuk sang gadis.

Suzy adalah seorang gadis pendiam, tidak ada yang tau namanya bahkan bertanya saja tidak. Ia begitu bukan karna dia bodoh atau tidak cantik. Hanya seperti dia sengaja menganti dengan dunia luar.

“Aku lolos.”

“Ayah akan memenggalku setelah sampai rumah.”
Beberapa ucapan yang terlontar dari kerumunan didepan Suzy. “Suzy? Mana yang bernama Suzy?” setelah melihat nama sendiri, mereka juga melihat nama yang berada diperingkat satu.
Suzy hampir menganggkat tangannya tapi terhenti oleh suara berikutnya,,

“Molla. Apa nama siswa ini benar-benar ada? Nilai sempurna, itu tidak mungkin kan?” Ucap seorang siswa laki-laki sinis.

“Sudahlah. Kita akan tau nanti. Ayo masuk.” Suzy tersenyum simpul menatap laki-laki yang memasang wajah binar, Kim Myungsoo. Mendapat intrupsi itu, siswa yang lain langsung masuk kedalam kelas. Suzy hampir mengenal semua siswa seangkatan sampai siswa yang tidak lolos ujian saja dia tau, tapi tidak ada yang mengetahui ada siswa bernama ‘Suzy’.

Setelah papan pengumuman sepi, Suzy mencari nama ‘Kim Myungsoo’ didaftar nama. Dia membulatkan mata ketika mendapati nama itu ada diperingkat paling bawah.

Sulit dipercaya. Suzy mengambil kesimpulan bahwa, Kim Myungsoo berbeda dengan murid lainnya. Tak perduli dengan hasil yang didapat orang lain, dia lolos itu sudah cukup.
Kim Myungsoo, dia menarik. Pikir Suzy.
~

 

Dua minggu sejak mereka dinyatakan sebagai siswa Gumiho High School, tak ada yang berubah. Myungsoo masih berkeyakinan bisa menjadi siswa terkuat meski tak ada pelajaran yang menempel dikepalanya. Suzy selalu datang ke sekolah lebih awal dan pulang paling akhir.

“Kau yang bernama Suzy, guatchi?” Sama dengan siswa yang lain, Myungsoo menghentikan kegiatannya ketika mendengar nama ‘Suzy’ disebut.
Belum menjawab, gadis yang duduk dibarisan samping itu masih menatap Krystal ragu. Mata Myungsoo beralih pada siswa-siswa lain yang berada didalam kelas, tatapan mereka seakan siap menerkam gadis yang diduga bernama Suzy tersebut. Saat gadis itu menganggukan kepala tatapan mereka semakin buas.

“Siapa kau sebenarnya? Tidak ada yang mendapat nilai sempurna kecuali Minho Sunbae, apa kau menyuap kepala sekolah?” Myungsoo tahu Krystal orang yang tak suka disaingi namun pertanyaan Krystal sungguh keterlaluan.

“Atau kau kekasih salah satu guru disini?” Untuk pertama kalinya Youngji kompak dengan Krystal. Sesungguhnya Myungsoo merasa iba pada gadis yang sedang disidang teman-temannya itu, tapi dia ragu untuk membelanya terlebih Krystal salah satu dari mereka.

“Memalukan,,,” Suara pelan dari belakang. “Hanya karna dia berada diperingkat yang kalian inginkan, kalian mencacinya.” Ucap siswa laki-laki berambut merah.

“Mark,,,” Youngji langsung ciut melihat siapa yang buka suara.

“Aku juga dapat nilai A+, tapi kalian tidak berani menghadapiku.” Mark berjalan mendekati Krystal.
“Biarkan para wanita menyelesaikan urusan mereka.” Jackson mencegat Mark yang berjalan mendekati Suzy dan Krystal.

“Tidak masalah jika dia salah satu dari generasi ‘tiga klan’.” Entah kekuatan dari mana Krystal berani membalas ucapan Mark Tuan, salah satu penerus ‘tiga klan’.

“Dari mana kau dapat kepercayaan diri mendaftar di Gumiho High School padahal kau bukan dari ‘tiga klan’.” Seluruh siswa langsung menunduk menyadari kesalahan mereka, mereka disini untuk tujuan yang sama bukan karna mereka dari ‘tiga klan’ atau siswa biasa.

Myungsoo merasakan energi baru dari perkataan Mark barusan. Dia tersenyum, semakin bersemangat menjalini hari di Gumiho High School. Semua punya hak yang sama, mereka disini untuk menjadi lebih kuat.

Brak! Krystal menendang kursi belakang, mata tajamnya penuh dengan amarah. Myungsoo langsung menyusul Krystal yang keluar kelas.
“Sampai kapan kau akan seperti ini? Segera bangun dan sadari siapa dirimu.” Ujar Mark lalu meninggalkan Suzy.
~

“Kau cantik jika sedang marah, ayo kencan denganku.” Myungsoo mengalungkan tangannya dileher Krystal.

“Aku tidak suka ada orang yang lebih unggul daripada aku.” Sorot kemarahan Krystal belum menghilang.

“Aku juga ingin menjadi nomer satu kemudian semua orang melihatku.” Satu tangan Myungsoo menari-nari sedang tangan yang lain masih menggalung dileher Krystal.

“Lupakan siswa bernama Suzy itu dan ayo ke kelas Minho Sunbae saja.” Youngji dan Jackson muncul dari belakang.

“Lest do it.” Krystal mengimpit tangan Youngji kemudian berjalan bersama, meninggalkan Myungsoo dan Jackson.

Myungsoo tersenyum tanpa arti, memang hanya nama Minho yang dapat mengembalikan mood gadis pujaannya. Dibandingkan Minho sunbae, dirinya bukanlah siapa-siapa.
“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’’””””””””””””””

 

“Hari ini kita akan belajar Gijuetsue, menggunakan energi untuk membuat senjata.” Ucap Guru ditengah lingkaran para murid. Tanpa melakukan apersepsi Kim Soohyun langsung memulai pelajaran pagi ini. Mereka sedang berada dilapangan tengah sekolah.
“Jadi kalian tidak perlu membawa Kunai atau Shiruken dari rumah.”

Suzy tersenyum tipis, tau siapa yang dimaksud oleh Kim Sonsaengnim, sedang orang yang disindir –Myungsoo- hanya menggaruk tengkuk bodoh.

“Pertama kumpulkan tenaga lalu pusatkan ditelapak tangan kalian.” Soohyun mempratekkan dengan mengadah tangan kanannya, “Pikirkan benda apa yang ingin kalian miliki dan ,,,” kilatan putih muncul dari tangan Kim Soohyun.

“uwaaaaaaah.” Para siswa berdecak kagum. Kilatan-kilatan itu perlahan membentuk sebuah pedang.
Soohyun menangkupkan tangan kanannya dan pedang tersebut menghilang bersama kilatan putih yang juga menghilang. “Kalian bisa mulai mencoba,”

Para murid bersiap sesuai dengan intruksi guru mereka kecuali Suzy, dia hanya menatap telapak tangannya. Dia tidak tau apa dia harus melakukannya,,,

“Apa ini?” celetuk satu siswa.
Soohyun menjitak Jackson yang hanya mengeluarkan kunai. “Tidak hanya keinginan, aku juga harus menggunakan tenaga dan otakmu.”

“Ini tidak akan berhasil.” Youngji lebih parah, beberapa kali dia mencoba tapi kilatan energinya justru lenyap sebelum membentuk sebuah senjata, dan Youngji bukan siswa satu-satunya.

“Asssa,,” Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Myungsoo bisa membentuk sebuah peralatan panah. Soohyun yang melihat itu tersenyum penuh makna. Benar kata Yeonhee siswa ini –Kim Myungsoo- memang istimewa, dari tenaga yang dia punya Myungsoo bisa membentuk Tantto atau Katana, tapi anak didiknya ini justru memikirkan bujur panah.

“Bagus.” Puji Soohyun menepuk pundak Myungsoo dengan kuat.

“Kenapa kau tidak melakukan perintah Kim Sonsaengnim?” Dengan nada sinis Krystal bertanya pada Suzy yang berada dibeberapa meter dari posisinya. “Apa karna kau dapat nilai bagus jadi kau,,,,”

CRAT!! Kilatan merah dari salah satu siswa menghentikan ucapan Krystal. Mark menggenggam sebuah Raijin No Ken dengan kilatan merah yang mengelilingi benda tersebut.

CRAT!! DAAR!! Seperti petir, kilatan dari Raijin-No-Ken milik Mark menghacurkan sebuah pohon yang terletak jauh dari mereka.
“UWAAAAAH.” Decit kekaguman para siswa lebih antusias dari praktek Soohyun tadi. Tidak hanya senjata yang berhasil Mark keluarkan tapi juga pancaran merah yang ada dimata Mark.

“Tidak bisakah kau menahannya, Bung? Setidaknya sampai aku pergi.”

Myungsoo mengeratkan kepalannya, begitulah besarnya kekuatan ‘tiga klan’. Siapa yang bisa mengeluarkan senjata sehebat itu jika bukan generasi ‘tiga klan’. Sangking kuatnya energi Mark, sampai matanya berpancar warna merah.

“Sem, Suzy tidak melakukan Gijuetsue.” Krystal mengangkat tangan.

“Suzy?” Soohyun menyerit. “Aaa, dia hanya belum tau apa yang dia pikirkan.” Soohyun meninggalkan para siswanya.

“Mungkin Suzy adalah kekasih Kim Sonsaengnim.” Bisik Youngji.
~

 

“Jadi kau yang bernama Suzy?” Suzy tak menghindar ketika bahunya ditinju keras oleh seorang lelaki. Dia sedang dihimpit oleh tiga sunbaenya, dua laki-laki dan satu perempuan.
“Tampangmu tidak terlihat kau pintar,,” Suzy meringis kesakitan karna Ibu jari dan jari telunjuk lelaki tersebut menekan dagu Suzy. “Aku Kim Sunggyu, dia Lee Hoya dan Lee Minyoung juga.“ Ucap sunbae tadi kemudian memperkenalkan teman-temannya, seorang laki-laki berambut pirang dan perempuan yang sedang melambaikan tangan. “Masuk ke kelompok kami saja,”

Suzy tidak terkejut dengan hal yang ia alami kali ini. Masuk atau Tidak? Jika masuk mereka akan memanfaatkanmu tapi jika tidak mereka akan menghabisimu. Suzy menebak mereka bukanlah satu-satunya kelompok atau genk disekolah ini tapi sepertinya mereka adalah yang terkuat, terbukti dari empat orang sebelumnya yang pergi karna kedatangan mereka.

“Aku,,,”

“Apa kalian tidak malu menindas adik kelas? Wanita lagi,,,”
Suzy menarik nafas lega, akhirnya ada yang datang menolongnya. Suzy kira dia akan mati ditangan para Sunbae. Tapi beberapa detik kemudian dia kembali tersiap, Myungsoo datang menolong Suzy?

“Kalian anggota Gunin kan?” Tanya Myungsoo tak butuh jawaban.

==========================

Seperti sekolah umumnya. Gumiho High School juga mempunyai ekstakulikuler, ada tiga ekstrakulikuler disini.

Pertama, ‘TIGA KLAN’ ektrakulikuler ini bersifat tertutup. Anggotanya hanya terdiri dari tiga klan pendiri Gumiho High School. Mereka punya sumber energi yang tidak ada habisnya, salah satu dari klan mereka bahkan ada yang bisa mencuri energi orang lain.

Kedua, Gunin. Mereka ini merupakan pasukan yang dilatih secara khusus dibidang pertahanan. Memanah, menggunakan pedang, dan lain sebagainya.

Yang terakhir, Medical Gu. Siswa yang tidak bisa melakukan Gijuetsue biasanya masuk pada ekstrakulikuler ini.
=========================================

“Benar! Jadi kau berani melawan kami?” Siswa yang Suzy ingat bernama Hoya ikut bicara.

“Dia tidak cocok bersama kalian, jadi lepaskan saja gadis ini.” Myungsoo langsung menarik Suzy pergi, sebenarnya dia juga takut menghadapi para sunbae terlebih mereka adalah anggota Gunin.

“Ch,,,” Hoya tersenyum tak percaya. “Namanya Kim Myungsoo, siswa yang tidak lulus selama tiga ujian.”

“Aku ingat, dia yang diluluskan oleh Choi sansengnim kan? Tunggu saja sampai dia masuk ke Gunin.” Sunggyu memasang wajah kemenangan.

“Dia mirip denganmu,,” Ujar Minyoung meletakkan tangan dibahu Sunggyu. “Kalian sama-sama punya tekat yang tak terpatahkan.”

“Bagaimana bisa kau menyamakan aku dengan amatir itu. Aku gagal diujian tingkat sedangkan dia gagal di ujian tertulis.” Sunggyu menarik lengan Minyoung lalu mencium singkat bibirnya.

“Berhenti bermesraan didepanku, kalian membuatku ingin muntah.”

“Dia hanya belum merasakan mabuk cinta,” Minyoung menggalungkan tangan dileher Sunggyu dan kembali berciuman.
~

 

“Kenapa kau suka sekali berurusan dengan orang-orang yang berbahaya.” Myungsoo melepas tangannya dari lengan Suzy saat mereka sudah sampai kelas. Kelas sedang sepi, mungkin para penghuni sedang mengisi perut dikantin atau menghabiskan waktu istirahat di tempat lain.

Suzy hanya menatap Myungsoo tanpa menjawab pertanyaannya. “Maksudku, berhenti menempatkan dirimu dalam situasi berbahaya. Aku mengatakannya sebagai teman sekelas.” Ucap Myungsoo lagi.

“Tidak perlu mengkhawatirkan aku,” Suzy mengajak Myungsoo duduk.

“Bukankah sekolah ini aneh? Siswa pintar justru dicurigai sedang siswa bodoh begitu percaya diri.” Myungsoo menautkan jari-jemarinya, menunduk. “Kenapa kau masuk sekolah ini?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Karna aku terlihat tidak mampu?” Suzy balik bertanya.

“Sebenarnya,,, Aku tidak tau kenapa aku lulus, tidak satu nomerpun yang aku kerjakan dengan benar.”
Suzy tersenyum geli, “Ujian tertulis bukanlah satu-satunya cara supaya kau masuk Gumiho High School.”

“Kau lihat orang yang disana,” Suzy mengarahkan telunjuknya pada pemuda yang berdiri diluar kelas membelakangi mereka. “Dia feteran, masuk kesini karna sekolah yang memintanya. Sebelumnya dia diawasi oleh sekolah selama setahun.”

“Kau masuk kesini bukan karna keinginamu sendiri?”

Suzy membenarkan pertanyaan Myungsoo, “Aku dalam keadaan yang tidak bisa memilih.”

“Aku tidak mengerti.” Myungsoo menggaruk tengkuk. Menurutnya kalimat Suzy terlalu sulit diurai.

“Aku akan jelaskan saat waktunya tiba. Dan saat itu kau adalah orang yang ku beritahu, aku berjanji.” Suzy menganggkat tangannya membentuk huruf V. “Sekarang giliranmu.”

“Aku?” Myungsoo berhenti sejenak, “Sewaktu aku SMP, aku adalah siswa yang bodoh. Orang tuaku selalu memarahiku karna semua nilaiku D dan C. Aku pikir sekolah ini cocok untukku.”
“Apakah semua siswa sekolah ini sama seperti kita? Punya bakat tapi tidak punya keinginan, sedang yang lain tidak punya bakat tapi percaya diri?” Pertanyaan dan jawaban bergulir begitu saja dari mulut Myungsoo dan Suzy.

“Sepertinya tidak, setahuku ada satu siswa yang memang punya bakat dan keinginan serta kerja keras,,, Minho Sunbae.” Jawab Suzy.
Mereka sama-sama diam sejenak, “Ku rasa bukan hal buruk bila punya kepercayaan diri tinggi, Aku mulai menemukan tujuanku disekolah ini setelah melihat kepercayaan dirimu.” Ucap Suzy mengunggkapkan kesannya pada pribadi Myungsoo.

“Tunggu,,,” Myungsoo mengangkat tangannya sebatas dada. “Siapa kau? Kau seperti tau segalanya tentang sekolah ini.”

“Na? n-a-na,,” Suzy gagap. Dia sudah terlalu banyak bicara. Tadinya dia hanya ingin mengambalikan semangat Myungsoo yang hampir redup.

Tet,teet,teeet.. Suzy harus berterimakasih pada suara bel yang menyelamatkannya. “Selamat belajar.” Suzy kembali ketempat dudukbya sambil merepaikan rambut untuk menutupi kegugupan.
~

“Sebentar lagi akan diadakan pertandingan. Ini salah satu syarat agar bisa mengikuti ujian tingkat saat akhir tahun.” Jackson membagikan selembaran pada seluruh isi kelas. “Gijuetsue akan sangat berguna disini.”

“Memusatkan energi saja aku belum bisa. Aku akan mati.” Keluh Youngji.

“Aku harus memikirkan senjata lain,” Myungsoo duduk diatas meja menghadap teman-temannya. “Panah tidak cocok untuk permainan jarak dekat.”

“Kita sudah tau siapa yang berhasil.” Ujar Krystal ketus. Sejak mendapat pelajaran dari Kim Sonsaengnim, Myungsoo selalu melihat Krystal berlatih keras bahkan sampai malam hari. Krystal pasti sangat ingin menguasai Gijuetsue untuk pertandingan ini.

“Maksudmu Mark atau Suzy?” Celetuk Youngji.

“Tentu saja Mark, siapa memangnya Suzy?”

Myungsoo menatap Suzy yang berada dibangkunya, dia terlihat baik-baik saja. Seperti tidak mendengar ucapan Krystal atau dia pura-pura tidak mendengarnya.
“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

 

Myungsoo menatap Suzy dan botol menimuman yang dibawa sang gadis secara bergantian. Dia dan ketiga temannya –Krystal, Jackson, Youngji- sedang berada dikantin sekolah, tiba-tiba Suzy datang menyodorkan botol air dingin.

“Untukku?” Myungsoo menaikkan satu alisnya.
Suzy mengangguk beberapa kali tanpa bersuara, sedang Jackson dan Youngji tertawa tertahan dengan situasi yang dapat mereka baca.

“Aku sudah beli sendiri.” Myungsoo menganggkat minumannya.

“Geunde,, ini ucapan terimakasihku.” Ucap Suzy pelan.

“Terimakasih?” Myungsoo menyerit.

“Karna kemarin sudah menolongku,,”
Tawa Jackson dan Youngji tidak tertahan lagi. “Apa yang sudah kau lakukan pada gadis polos ini?” Tanya Jackson sambil tertawa.

“Aku ikhlas menolongmu jadi tidak perlu lakukan ini.” Myungsoo menggeser botol yang dibawa Suzy.

“Tentu saja bukan hanya karna itu dia membawakannya.” Youngji mengambil minum dari tangan Suzy kemudian menyeruputnya.

“Kau bisa bermain-main? Lakukan Gijuetsue, baru berfikir menyukai seseorang. Aku heran kenapa kau masuk sekolah ini? Apa hanya karna kau pintar lalu bisa melakukan semua hal?”

“A-ku,,” Hati Suzy merasa panas mendengar ucapan Krystal. Apa salahnya dengan menyukai seseorang. “Aku tidak bisa melakukan Gijuetsue!” Ucap Suzy kuat.

PLAK! Darah keluar dari ujung bibir Suzy, sebuah tamparan keras dia dapat. Suzy menyentuh pipinya yang terasa panas, dia menitihkan air mata akibat rasa sakit yang dia dapat. Tidak hanya sakit dipipi tapi juga rasa malu.

“Aku sangat benci pada orang yang tidak serius bersekolah disini. Disini bukan tempatmu, lebih baik kau keluar jika tetap seperti ini.” Ucap Krystal berapi-api.
Myungsoo yang tak tega melihat Suzy dipermalukan langsung membawa sang gadis pergi. Tak ada yang bisa Myungsoo lakukan selain ini, Myungsoo mengerti perasaan Krystal.

~
Suzy mengusap sisa air mata dipipinya. Dadanya masih sesak jika mengingat bagaimana dia dipermalukan didepan banyak orang, tapi dia juga tidak bisa membenci Krystal karna semua yang diucapkan Krystal adalah benar.

“Maaf membuatmu salah paham,,”

“Tidak masalah, aku saja yang terlalu percaya diri karna berfikir kau,,,” Suzy tidak bisa melanjutkan ucapannya. ‘Kau tidak menyukaiku’ sulit mengatakan itu.

“Bisakah aku minta tolong?”
Suzy menegakkan badan, “Apapun. Akan kuusahakan itu tidak menyakiti hatiku.”

“Bisakah kau mengalah pada Krystal dipertandingan nanti?”
Suzy membulatkan mata, dari mana Myungsoo tau Krystal akan menghadapi dirinya? Itu adalah informasi rahasia yang hanya diketahui para guru dan anggota gunin.

“Aku mencari informasi.”
Hati Suzy teriris, Myungsoo memikirkan Krystal sampai sana? Dia memang bodoh, berfikir bahwa Myungsoo menolong Suzy karna Myungsoo tertarik pada dirinya.

“Kau tetap bisa mengikuti ujian tingkat jika kalah tapi Krystal harus menunggu satu tahun lagi.”

“Kenapa Kau menyukai gadis itu?” Mulut Suzy bergerak sendiri mengucapkan pertanyaan itu.

“Haruskah aku menjawabnya?”
Suzy mengangguk.

“Dia terlihat berbeda dari penampilanya,,,” Myungsoo memutar bola matanya. “Mungkin hanya itu.”

“Kau menyukainya karna itu,,,” Gumam Suzy.

“Kau bisa berterimakasih lewat itu, Aku menolongmu kemudian kau menolongku. Impaskan?”

Suzy berfikir keras, masalahnya jika dia kalah,,, semua akan berbeda. Suzy ingin menyembunyikan identitasnya untuk tiga tahun lagi, sampai haru kelulusan.
Tapi keinginan Myungsoo juga tidak bisa Suzy abaikan.

 

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

 

A/N :
Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo. Stay tune on this blog and Wait next chapter. Annyeooooong. 😀

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

40 thoughts on “Last Twilight (Chapter 2)

  1. Kristal tajembanget ma suzy. Myung suka ma kristal. Waduh mlah minta oermintaan yg membuat suzy berfikir? Apa yg akan dilakukan uri suzy??

    Suka

  2. suzy jngn mau kalah ngapain!!

    Suka

  3. Kok Myungsoo jatuh cintanya ke Krys sih,, lagian yang ngasih dia minum kan suzy. kris juga dah berbuat sadis ke suzy.. Myung bisa bedain yang baik sama yg gak sih?

    Suka

  4. Krystal tabiatnya apa bgt..dan myungsoo heh dia tlah menyakiti hati suzy …kalo menurutku jgn sampe suzy mau ngalah sama krystal

    Suka

  5. ya ampun myungsoo udah nyakitin suzy..sadar ngak sih??!!

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s