We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

Last Twilight (Chapter 4)

37 Komentar

Title : Last Twilight
Author : Cahya Khosyiah
Main Cast : Suzy (Bae Sooji)| Kim Myungsoo
Other Cast : Krystal Jung | Jackson Wang | Heo Youngji | Mark Tuan | Lee Jieun | Kim Sunggyu | Lee Minyoung | Lee Hoya | Choi Minho |Bae Woohee | Lee Yubi |Sung Joon | Choi Jinhyuk | Kim Soohyun | Lee Yeonhee | Bambam | Yoo Dong-geum as Choi Donggeum |
Original Cast : Bae Yongjoon |
Pairing : Myungzy JJANG!
Genre : School Life, Actoin, Fantasy, Romance.
Rate : 18+
Disclaimer : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing. But this story is my mine.
Huruf tebal untuk flashback
R&R


/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Suzy meletakkan botol alcohol yang sebelumnya ia gunakan untuk membersihkan lukanya. Dia menghela nafas. Suzy tau salah satu tim gunin akan datang tapi tidak bisakah mereka memberikan waktu, setidaknya Suzy harus menyiapkan diri.

“Lee Jieun Imida,, aku prajurit dari tim Gunin yang akan mendampingimu. ” Gadis berambut pendek memperkenalkan diri.

“Tidak perlu membungkuk, aku lebih muda darimu. Kau membuatku canggung.” Suzy tersenyum polos.

“Menurutmu begitu? Baiklah.” Jieun menegakkan badan.

“Eonni,,, em,, bisa berikan aku waktu?”

“Ye? Kau tidak percaya padaku? Kau ingin menganti pendamping” Jieun tak mengerti.

“Aniya,,,” Suzy mengerakkan kedua tangannya. “Maksudku,, aku butuh waktu bukan karna kau.”

“Aaaa,,, apa karna kau menyembunyikan identitasmu?”
Suzy menggaruk tengkuk, “Begitulah.”

“Aku yang kan bicara pada Choi Sonsaengnim jadi jangan khawatir.” Ucap Suzy kemudian.

“Tapi bukan Choi Jinhyuk Sonsengnim yang mengutusku.” Jawab Jieun.

“Busummariya?”
“Nde,, dia adalah Profesor Choi Donggeum.”
Suzy membulatkan mata terkejut. Bukannya kakek Minho itu pergi berpelesir dan belum kembali?

Ah,, sungguh buruk. Bahkan mantan kepala sekolah yang tidak lagi aktif disini saja sudah menduga bahwa Suzy tidak akan bertahan menyembunyikan identitasnya selama tiga tahun.

“Mana ponselku?” Jieun menyerahkan benda pipih yang sebelumnya dititipkan oleh Mark padanya.
Suzy menyetuh layar ponsel trampil, “Oppa,,” kata pertama dari mulut Suzy saat sambungan sudah terhubung.

“Oh,, Suzy. Wae?”

“Kita semua harus bicara.” Ucap Suzy

“Tidak sekarang. Woohee sedang bertanding dengan Kim Myungsoo. Pertandingan sedang seru sekarang.”

“Mwo?!”
“Memang kau tak ingin melihat bagaimana kakakmu membunuh Kim Myungsoo.”
Suzy melihat keluar jendela, ini tidak bagus. Sudah senja dan hari hampir malam, Myungsoo dalam bahaya. Tanpa salam, Suzy langsung menutup telfonnya. Dia mengambil jaket tipis lalu memakainya untuk menutupi luka ditangannya.

“Kau mau kemana?” Tanya Jieun.

“Minho bilang, Eonni akan melawan Kim Myungsoo.”

“Majayo.” Jieun menepuk jari. “Si keras kepala Myungsoo dengan Si darah dingin Woohee. Pertandingan pasti seru.”
~

 

Entah sejak kapan pertandingan antara Myungsoo dan Woohee sudah berlangsung, Suzy melihat Myungsoo yang tertepar dengan luka disekujur tubuhnya. Nampak Myungsoo masih belum ingin menyerah, dia berusaha bangun.

“Apa yang tlah terjadi?” Dua orang yang ditanya Suzy membisu, seolah mereka tak mendengar ucapan Suzy. “Apa yang terjadi?!

“Molla.” Jawab Youngji tanpa mengalihkan mata dari Myungsoo dan Woohe. “Dua puluh menit yang lalu Woohee Sunbae hanya menghindari serangan Myungsoo. Kemudian,,,”
~
“Kim Myungsoo?” Woohee berjalan sambil melipat tangan didepan dada. “Tiga kali tidak lulus ujian tertulis.”

Myungsoo menyeritkan alis.

Woohee tertawa dengan ekspresi yang muncul dari wajah Myungsoo. Tentu saja Myungsoo terkejut. “Kau pikir kau lulus karna kemampuanmu? Lucu sekali. Kau lulus karna tekatmu.”

Myungsoo teringat perkataan Suzy tempo hari, ‘Ujian tertulis bukanlah satu-satunya.’ Jadi Myungsoo termasuk salah satunya, dia juga lulus bukan karna ujian tertulis.

“Kita lihat, apakah kekuatanmu sebesar tekatmu.” Woohee mengambil ancang-ancang.

 

“120-90, energi Myungsoo lebih unggul.” Terang Jackson.
“Myungsoo harus melupan genger diantara mereka.” Ucap Youngji.

 

Woohee menonjok dagu Myungsoo keatas, “Aku tau kau tidak akan menyerang duluan jadi biar aku yang melakukanya.”
Hanya satu bongheman, Myungsoo merasa tulang wajahnya retak.
“Jangan melihatku sebagai wanita saat bertarung, atau kau akan mati.”

Myungsoo balas menyerang Woohee.

“Bagus,,” Woohee mengusap pipinya yang dipukul Myungsoo. Myungsoo kembali mengicar kaki Woohee namun seakan bisa membaca pergerakan Myungsoo Woohee bisa menghindar dengan mudah.

DUK! Myungsoo tersenyum, itu hanya taktiknya agar Wohee pergi kesisi lain lalu dia bisa menyerang perut samping Woohee. Myungsoo tau sedikit bahwa, selain keunggulan klan Bae yang bisa mencuri energi lawan, mereka juga bisa membaca pergerakan musuh.

Taktik berikutnya tidak semulus seperti sebelumnya. Beberapa kali Myungsoo melakukan penyerangan tapi gagal. Jika begini Myungsoo hanya akan berakhir seperti Krystal yang kehilangan energi.

“Senja telah tiba Kim Myungsoo.” Woohee tersenyum, membuka jaket kulit yang ia kenakan. Memperlihatkan kulit putih yang hanya dilapisi tengtop hitam dan jens panjang. “Its Bae time.” Kilatan biru muncul dari tangan Woohee dan,,

Wuuushhh,,, angin besar memporak-poranda area pertandingan yang tidak bisa disebut kecil ini. Myungsoo ikut terlempar bersama angin itu, Woohee memang sengaja mengarahkan energinya untuk menyerang Myungsoo.
~

Yang lain, kekuatan klan Bae akan meningkat saat malam hari. Energi mereka akan mengingkat 100 sampai 200% tergantung kemampuan masing-masing anggota.

“Dia ingin membunuh Myungsoo.” Ucap Minho.

“Wrong! Kadar energi Myungsoo menurun menjadi 70% dan Woohee sunbae meningkat drastis menjadi 200%. Ini akhir untuk Myungsoo.” Ucap Jackson, menunjukkan buku digitalnya.

Suzy harus melakukan sesuatu. Jika dibiarkan begini Woohee akan membunuh Myungsoo. Tapi apa?
Benar! Telepati. Tapi,, anggota ‘tiga klan’ lain juga bisa mendengarnya.
Masa bodoh. Yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan Myungsoo dari kekejaman kakak perempuannya. Suzy memejamkan mata, mencoba menghubungkan telepati.

“Apa ini?” Ah, bukan. Ini telepati Jinhyuk.
“Wae?” Minho.
Jinhyuk dan Minho memang yang terkuat diantara anggota ‘tiga klan’, wajar jika mereka menerima telepati Suzy paling awal.
Suzy masih mencoba menghubungkan telepatinya pada Woohee. “Jangan ganggu aku.” dia menemukan Woohee.

“Eonni,, bertarunglah sewajarnya, jangan terlalu kejam.” Ucap Suzy dalam telepatinya.

“Kau membuang tenagamu hanya untuk ini?”

“Woohee noona tidak akan mendengarkanmu.” Mark ikut buka suara.
“Percintaan, huh?” Jinhyuk menggoda Suzy.
“Omong kosong.” Woohee memutus telepati mereka.
Tak menghiraukan permintaan Suzy, Woohee justru terlihat mengumpulkan energinya. Kini muncul pancaran biru dari mata Woohee. Dalam sekejam Woohee sudah ada didepan Myungsoo.

“Adikku meminta aku untuk bersikap baik padamu, apa kalian pacaran?”

‘Adik?’ Myungsoo menyerit dalam hati.

“Sayangnya aku tidak tersentuh dengan perasaan seperti itu.” Woohee menyikut perut Myungsoo, membuat sang lawan kembali tersungkur. Tidak berselang lama, Woohee kembali menyikut bahu Myungsoo dengan keras.

Myungsoo kehilangan tenaga cukup banyak, terlebih Woohee tidak memberi skat waktu untuk istirahat. Sekeras apapun Myungsoo berusaha dia tidak akan berhasil, ini akhir untuknya.

Dia kembali mengingat saat pertama kali menginjakkan kakinya disekolah ini dua tahun lalu. Saat itu dia gagal mengikuti ujian, sampai kesempatan ke tiga Myungsoo baru berhasil. Myungsoo mengingat kembali hal-hal yang dialami selama beberapa bulan di Gumiho High School.

Tidak bisa. Jika dia menyerah sekarang itu akan mengecewakan orang yang mempercayai Myungsoo masuk kesini, walaupun Dia tidak tau siapa orang itu. Dan Suzy, bukankah sang gadis juga termasuk orang yang percaya padanya. Sekarang Myungsoo tau perasaan Suzy,. Benar-benar kalah saja sangat menyakitkan, apalagi mengalah. Bagaimana dia bisa melakukanya pada sang gadis.

Myungsoo melakukan Gijuetsue dengan mengeluarkan sebuah tali. Woohee dan beberapa siswa yang menyaksikan pertandingan tersenyum meremeh. Mungkin tenaga dan kosentrasi Myungsoo sudah buyar sehingga dia hanya mengeluarkan tali.

Tak disangka banyak orang, Myungsoo menarik tangan Woohee kemudian mengikatnya. Awalnya Woohee hanya menanggapi kelakuan Myungsoo dengan santai tapi kemudian dia tersiap dengan posisi pengikatan Myungsoo.

“Apa yang kau lakukan?” Teriak Woohee.

Myungsoo mengikat tubuh Woohee dengan posisi telapak tangan menyatu lengannya sendiri, artinya Woohee tidak bisa melakukan Gijuetsue karna energi yang ia pusatkan akan kembali ke tubuhnya lagi.

Myungsoo berdiam diri tanpa melakukan apapun, “Jika tidak ada serangan selama 10 menit maka kemenangan akan diperoleh pada orang yang terakhir menyerang kan?” Myungsoo menoleh Jackson.

“Semua tau peraturan itu.” Jackson mengangguk bodoh.

 

Prok,, Prok,, Minho berdiri memberi tepuk tangan kemudian diikuti siswa lain. Pertandingan yang sungguh diluar dugaan. Begitu juga dengan Suzy, dia tersenyum lega.

“Kita punya penerusmu, Kim Sonsaengnim?” Ucap Yeonhee.

“Sebenarnya aku lebih suka Krystal.” Timpal Soohyun. “Dia juga tidak buruk.”

“Oppa,,,” Yeonhee dan Soohyun menoleh pada Suzy yang datang memanggil Jinhyuk.

“Yaaaa, kau mulai berani didepan umum adik kecil.”

“Aku bukan anak kecil.” Suzy menyingkirkan tangan Soohyun yang mengacak rambutnya kemudian kembali pada Jinhyuk. “Oppa, kita semua perlu bicara. Se-mu-a.” Suzy menekan kata terakhir.
“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””’”””””””””””””””””””””””””””””””””

Myungsoo, Jackson, dan Youngji berdiri mengelilingi rangjang tempat Krystal berbaring. Mereka sedang berada diruang rawat Krystal sekarang. Keadaan Krystal sudah lebih baik dibanding empat hari lalu, kendati begitu dia masih butuh istirahat total.
“Suzy yang kalah saja tidak perlu masuk ruang perawatan, kenapa kau bisa sampai begini.” Ucap Youngji.

“Molla. Tulangku rasanya patah semua.” Krystal mencoba menggerakkan tubuhnya.

“Aku rasa ada yang aneh dari gadis pendiam itu.” Giliran Jackson buka suara.

“Kalian juga merasakannya kan? Mungkin dia memang berhubungan dengan Kim Sonsaengnim.”
“Ya! Heo Youngji! Yang dimaksud Jackson bukan seperti itu.” Myungsoo membentak Youngji.

“Wae? Apa yang patut dicurigai selain dia kekasih Kim Sonsaengnim?”
“Kau berlebihan.” Myungsoo.
“Kau yang berlebihan, Kim Myungsoo.” Krystal menatap Myungsoo curiga. “Youngji hanya mengungkapkan pikirannya, kau tidak perlu marah kan?”

“Situasi apa ini? Apa kau menyukai Suzy?” Jackson menyenggol Myungsoo.
“Nega wae? Aku mengatakannya bukan berarti aku menyukainya.” Sangkal Myungsoo.

“Jujur saja. Aku bahkan melihatmu diam-diam menatap Suzy saat dikelas, ditambah matamu yang berbinar ketika Suzy muncul dihadapanmu.”

“Jackson Wang!” Myungsoo memincingkan mata namun sedetik kemudian dia kembali tenang. “Krystal sedang sakit, tidak baik berdebat didepannya.”

“Menurut kalian apa aku perlu minta maaf pada Suzy?” Krystal bangun, memposisikan tubuhnya menjadi duduk. “Dia mengalah pasti ada alasannya, mungkin aku bersikap menyedihkan didepannya jadi dia merasa kasihan.”

“Tidak. Dia mengalah bukan karna kasihan tapi karna kau mampu.” Ujar Myungsoo.

“Walaupun begitu apa salahnya minta maaf.” Jackson tidak sependapat dengan Myungsoo. “Bisa saja dia merasa tidak enak.”

“Tidak. Suzy bilang,,,” Mana mungkin Myungsoo mengatakan dia pernah berusaha membujuk Suzy. “Pokoknya Suzy bukan seperti itu.”

“Yaaaa,,, Kim Myungsoo. Sampai mana hubunganmu dengan Suzy?” Goda Jackson.

“Atau kau mengatakannya agar Krystal merasa tak terbebani, kau masih menyukai Krystal?” Youngji.

“Tidak,,,” Belum selesai perkataan Myungsoo Youngji langsung memotong, “Berarti kau memang menyukai Suzy.”
“Terserah kalian saja.”

Jackson, Krystal, dan Youngji tertawa bahak-bahak, merasa puas tlah mengerjai seorang Kim Myungsoo.

“Tidak apa jika kau menyukai Suzy, aku tau perasaanmu padaku hanya sebatas kagum itulah kenapa aku tidak menanggapi perasaanmu.” Ucap Krystal. “Lagi pula aku sudah punya seseorang yang ku suka,,, Choi Minho.”

“Kalau Minho Sonbae aku hanya mengaguminya saja. Kau yakin perasaan itu juga bukan perasaan kagum saja?” Youngji memastikan perasaan Krystal.

“Aku berfikir aku benar-benar menyukainya tapi,,, entahlah,,” Krystal mengendikkan bahu. “Aku hanya ingin menikmati perasaan ini saja.”
“””””””””””””””””””’”””””””””””””””””””””””””””””””””””’”””””””””””””””””

Suzy menengok kebelakang karna sebuah suara yang memanggil namanya. “Oh,, Kim Myungsoo. Ada apa?”
“Sudah ku bilang jangan memanggil dengan nama panjangku.”

“Baiklah. Ada apa?” Suzy mengulang pertanyaannya.

“Bagaimana keadaanmu?”
Suzy menyerit, apa artinya ini? Myungsoo menanyakan keadaannya?

“Baik.” Jawab Suzy seadanya.

“Aku jarang melihatmu dikelas padahal jelas kau masuk sekolah.”

“O, itu,, Aku punya sedikit urusan.” Jawab Suzy.

“Bersama Mark?”

“Ye?!” Suzy terkejut, memang ada hubungannya dengan Mark tapi tidak hanya Mark. Suzy tidak perlu menjelaskannya pada Myungsoo kan?

“Kalian selalu menghilang diwaktu yang sama.” Ucap Myungsoo.

“Kim Myungsoo, jangan menyukaiku.” Ucap Suzy tiba-tiba.
Kini Myungsoo yang memasang wajah terkejut. Dia tidak tau bagaimana menanggapi ucapan Suzy yang ini. Bukankah Suzy yang menyukainya? Kenapa justru Suzy melarang Myungsoo menyukai sang gadis?

“Aku tidak yakin pasti, tapi akan ku perjalas.” Suzy menatap Myungsoo serius. “Jangan menyukaiku.”

“Aku tidak,,,”Awalnya Myungsoo ingin menyangkal tapi apa gunanya menyangkal dikeadaan seperti ini. “Kenapa aku tidak boleh menyukaimu? Apa karna Mark?”
“Ani,, bukan karna Mark.”

“Karna Krystal? Tapi aku sudah tidak menyukai Krystal.”

“Ini bukan karna siapapun, ini karna aku.” Jawab Suzy.

‘aku tau perasaanmu padaku hanya sebatas kagum’, ‘Kalau Minho Sonbae aku hanya mengaguminya saja’ Apa perasaan Suzy padanya hanya perasaan kagum? “Kau sudah tidak menyukaiku?”
“Aku pergi.” Tidak menjawab Suzy Justru meninggalkan Myungsoo.
Myungsoo menatap punggung Suzy yang menjauh dari pandangannya.

“Aku hanya ingin menikmati perasaan ini saja.” Myungsoo harap dia juga bisa melakukan apa yang dilakukan Krystal. Menikmati perasaannya tanpa mengharap Suzy membalas perasaan tersebut.

Disisi lain,,,
Suzy tidak benar-benar meninggalkan Myungsoo. Dia bersembunyi dibalik tikungan sambil menatap Myungsoo.
Saat hal ini terjadi, mereka tak bisa mengendalikannya. Suzy maupun Myungsoo.
~
“Beri aku kesempatan.” Suzy memohon dihadapan anggota tiga klan lain.

“Aku pernah mendengarnya.” Woohee mengorek kuping tak perduli.

“Kali ini berbeda. Aku meminta kesempatan untuk membuktikan bahwa aku pantas menjadi anggota tiga klan, ho?” Jinhyuk dan yang lain hanya menatap Suzy, tapi sang gadis tidak berhenti berusaha. “Sebenarnya aku dikucilkan oleh teman sekelasku.”

“Kami tau.” Minho.

“Maka dari itu, apa yang akan mereka pikirkan nanti jika anggota tiga klan diperkenalkan sekarang?”

“Kita dengarkan dulu saja permintaanya kali ini.”

“Oke.” Jawab yang lain serempak.

“Di tugas berikutnya aku akan menyelesaikan tugas pertama kali. Bagaimana?” Suzy menunggu persetujuan Jinhyuk, Minho, Mark, dan Woohee.

“Setuju.” Woohee mengangkat tangan.

“Setuju.” Jinhyuk juga ikut menganggkat tangan.

“Jika Suzy kalah, klan Bae harus menggantikan Klan Tuan untuk menikah dengan Klan Choi dimasa depan.”

“Mwo? Perjanjian apa itu.” Woohee protes.

“Setuju.” Minho menganggkat tangan semangat. “Hyung, angkat tanganmu.”

“Karna yang akan menikah adalah adikku jadi harus mendukungnya. Setuju.” Jinhyuk menganggkat tangan lebih tinggi.

“Jika kau kalah, kau yang menikah dengan Minho, Suzy.”

“Bagaimana bisa aku? Appa sudah menunjukmu sebagai wakil Klan Bae.” Suzy menolak.

“Umurku bahkan lebih tua darinya.” Woohee mengacak rambut kasar.

“Eonni, geojogma. Aku pasti menang. Akan ku lakukan apapun agar akau menang.”
~
“Myungsoo,,,, Mianhe.” Lirih Suzy.

////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
A/N : Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo. Stay tune on this blog and wait next chapter. Annyeooooong. 🙂

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

37 thoughts on “Last Twilight (Chapter 4)

  1. suzy jangan sampai kalah nanti nikah sama mimho oh nooo…myung membingungkan!

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s