We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

Last Twilight (Chapter 7)

12 Komentar

Title        : Last Twilight

Author        : Cahya Khosyiah

Main Cast    : Suzy (Bae Sooji)| Kim Myungsoo

Other Cast    : Krystal Jung | Jackson Wang | Heo Youngji | Mark Tuan | Lee Jieun | Kim Sunggyu | Lee Minyoung | Choi Minho |Bae Woohee | Sung Joon | Choi Jinhyuk | Kim Soohyun | Lee Yeonhee | Bambam | Yoo Dong-geum as Choi Donggeum | Lee Hoya | Lee Yubi | Jiyeon | Eunjung | Junho | J.Kwon | Jaebum |

Original Cast    : Bae Yongjoon | Julie Tuan | David Tuan | Park Se-Jun |
Pairing        : Myungzy JJANG!

Genre        : School Life, Actoin, Fantasy, Romance.

Rate        : 18+

Disclaimer    : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing. But this story is my mine.
Huruf tebal untuk flashback
R&R
//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

“Aku menyuruh kalian menghabisi semuanya, lalu kenapa mereka bisa memanggil anggota lain? Sekarang siapa yang harus disalahkan?” Yubi melirik lima orang yang berdiri berjajar dibelakangnya.

“Tetap saja kau tidak perlu membantu mereka.” Bantah ketua mereka, Park Sejun.

“Dan membenarkan adanya penghianat?” Yubi membalikkan ucapan Sejun.

“Apa yang kalain lakukan dimalam itu?!” Kini Park Se-jun membantak lima anak muridnya.

“Kami pikir Junho dan J.Kwon cukup untuk mengatasi mereka.” Jawab gadis dengan rambut coklat  bergelombang, Jiyeon.

“Bagaimana keadaan disana?”

“Aku menyuruh Hoya mengawasi pergerakan mereka.”
“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Remaja ini celinguan mencari seseorang. Saat semua orang menanti generasi tiga klan dengan penasaran, Myungsoo justru nampak tak perduli. Tidak ada yang lebih penting selain gadis yang tidak ditemuinya selama dua hari ini. Suzy.
Rindu, penasaran, dan khawatir. Perasaanya saat ini bahkan lebih buruk dari saat dia gagal mengikuti ujian masuk Gumiho.

“Yang pertama adalah generasi Choi. Choi Jinhyuk dan Choi Minho.” Ujar Yeonhee didepan aula. Jinhyuk dan Minho berdiri bersama Donggeum, kakek mereka. Soohyun dan Sungkyu maju kedepan lalu bediri dibelakang mereka, tanda keduanya sebagai Gunin pendamping Jinhuk dan Minho.
“Generasi Tuan. Julie Tuan dan Mark Tuan.” Seorang pria paru baya berdiri kemudian Mark muncul dari balik pintu diikuti seorang gadis dibelakangnya.

“Dia benar-benar suatu karya seni.” Jackson hanya bisa melongo sambil geleng-gelang kepala, melihat gadis cantik keturunan Tuan. Rambut bergelombang yang terurai panjang dan tubuh yang prefesional, Julie tersenyum pada semua penghuni ruangan.

“Dia cantik karna terlalu lama tinggal di paris.” Timpal Krystal.

Yubi dan Minyoung maju ke depan. Yubi berdiri dibelakang Julie dan Minyoung berdiri dibelakang Mark.

“Apa yang menarik dari tubuh kurus itu? Dia mau manarik pria atau seekor anjing?” Desis Youngji. Dia melihat sekeliling, mata seluruh siswa melotot menatap Julie. Kecuali, satu orang. Myungsoo. Dia tak menyerah mencari keberadaan Suzy.
~
“KYA! Eonnie palliwa. Sebentar lagi giliran kita.” Suzy merebut sisir dari tangan Woohee kemudian meletakkannya diatas meja. “Ini semua karna kau terlambat bangun.” Suzy keluar dari ruang lebih dulu.

“Arraso.” Woohee menyerah dengan omelan sang adik, dia mengikuti Suzy dari belakang.
Woohee dan Suzy berdiri diambang pintu menunggu nama mereka disebut.

“Apa kau gugup?” Woohee menyenggol lengan Suzy. “Ini pertama kalinya telapak tanganku terasa dingin.”
Suzy mengangguk, “Sedikit.”
~

“Terakhir generasi Bae. Bae Woohee dan Bae Sooji.” Ucap Yeonhee. Yongoon berdiri, dua orang gadis masuk kedalam aula kemudian berdiri disamping ayah mereka.

Semua mata tercengan. Sungkyu bahkan hampir terjatuh karna sanking terkejutnya. Gadis yang ia Bully dulu ternyata adalah keturunan Bae. “Matilah aku.” Ucapnya.

“OH.MY.GOD.” Jackson berdiri tak percaya. Generasi bungsu yang membuat mereka penasaran, selama ini ada didekat mereka. Suzy, teman mereka ternyata adalah Bae Sooji. Keturunan Tiga Klan dari keluarga Bae.

Myungsoo menyingkirkan tangan Jackson yang terus menepuk pundaknya. Dia belum melihat gadis didepan sana. Matanya masih sibuk mencari Suzy diantara para siswa.

“Myungsoo, lihat kedepan.” Myungsoo menuruti perintah Krystal dengan malas. Dia menoleh sebentar lalu kembali ke dunianya lagi. Tunggu,,, satu sosok disana tidak asing. Myungsoo kembali menatap kedepan. Betapa terkejutnya Myungsoo melihat sosok gadis yang tidak ia lihat selama dua hari kini berada didepan aula bersama orang penting di Gumiho.

Myungsoo semakin melebarkan mata ketika melihat Jieun berdiri dibelakang Suzy. Dia menatap orang-orang didepan sana. Aliran darahnya terasa berhenti seketika.
“Jangan menyukaiku.”
    “Dia menemukan sesuatu yang lebih menarik.”
Ucapan-ucapan itu muncul dikepala Myungsoo. Dia menghubungkan semua peristiwa yang mereka alami. Sosok malam itu, Guriantou Suzy, dan sikap aneh Suzy. Cukup masuk akal jika Suzy adalah salah satu anggota tiga klan.
Kendati begitu, Myungsoo tetap tak bisa menerima ini dengan mudah. Tanpa memperdulikan teriakan teman-teman yang memanggil namanya, Myungsoo beranjak meninggalkan ruang aula. Sedangkkan gadis didepan sana hanya menatap Myungsoo dengan mata menyesal.
DH (17)

 

 

 

 

 

~

“Kau benar akan mempelajari Gijuetsue ini?” Woohee membuka buku yang

sebelumnya dibaca oleh Sooji.

“Em,,” Sooji mengangguk ringan.

“Kau kan konsekuensinya?”

“Aku bisa membunuh orang atau kehilangan nyawaku sendiri.” Jawab Sooji. “Tapi Gijuetsue ini hampir punah, harus ada yang mewarisinya.” Ucap Sooji.
~

Myungsoo menyandarkan tubuh di tembok sambil mengetuk-ngetukkan sepatunya. Dia sedang menunggu seseorang. Siapa lagi jika bukan Sooji. Setelah berfikir lagi, sepertinya Myungsoo tidak pantas untuk marah. Memang ada hubungan apa dia dengan Sooji?

~
    Tok,,, tok,,,
Myungsoo membuka pintu ruangan Soohyun setelah mendengar orang didalam sana memepersilahkan Myungsoo masuk.
    “Ini tugas oleh team Gunin.”
Soohyun mengambil salah satu dari tumpukan buku yang dibawa Myungsoo. “Letakkan saja.”
    Myungsoo melaksanakan ucapan Soohyun lalu pamit undur diri.

    “Apa kau terlibat hubungan percintaan dengan Sooji?”
    Myungsoo mengurungkan niatnya untuk keluar ruangan, dia kembali membalikkan badan lalu menatap Soohyun.
soohyun   “Aku hanya ingin tau saja.” Ucap Soohyun masih fokus pada buku ditangannya.
Myungsoo memiringkan kepala. Apa kecurigaan Youngji benar? Kim Sonsaengnim menyukai Suzy? Atau mereka sudah menjalin hubungan?
  

  “Aku bertanya sebagai pendamping tiga klan.” Ucap Soohyun lagi.

    “Nde. Saya menyukai Suzy.” Jawab Myungsoo tegas. “Tapi seseorang disana bukan Suzy, dia Bae Sooji keturunan tiga klan.”

    “Aaaa, Ini sulit bagimu?” Soohyun tersenyum mengejek.
    Mereka sama-sama diam sejenak.
    “Aku tau kau marah. Yang lebih membuatmu marah adalah karna kau tau kau tak ber-hak marah.” Ucap Soohyun. “Awalnya Bae Sooji tidak punya cukup keberanian untuk datang ke sekolah dengan identitas sebagai tiga klan. Hanya itu yang bisa aku katakan jika ingin lebih kau harus bicara sendiri dengan Sooji.”

    “Itu,,,” Myungsoo ragu hendak menjawab apa.

    “Dia mendapat keberaniannya karna seseorang, aku pikir orang itu harus bertanggung jawab, Kim Myungsoo.” Soohyun menatap Myungsoo.

    “Kenapa anda melakukan ini?” Dari sekian isi pikiran Myungsoo, dia hanya ingin menanyakan hal ini. Dia penasaran kenapa Soohyun seperti perduli pada Sooji.

    “Aku sudah menganggap Gumiho sebagai bagian dari hidupku. Aku disini sudah 60 tahun lebih.”
    Myungsoo memutar mata. Siapa pun tidak akan percaya dengan perkataan Soohyun. 60 tahun berarti seusia Choi Donggeum, mantan kepala sekolah mereka. Sedangkan guru didepannya terlihat berumur 25an tahun.

    “Sampai kapan kau tetap disana?” Soohyun menyadarkan lamunan Myungsoo.
Myungsoo menunduk undur diri.
~

Dari sekian orang yang marah karna merasa ditipu. Myungsoo-lah yang paling merasa marah. Gurunya benar, Dia merasa marah karna Myungsoo tau dia tak punya hak untuk marah.

Sesuatu yang tak beralasan hanya akan menyulitkan Myungsoo, jadi kenapa dia tak melepaskannya saja?
Myungsoo langsung berdiri tegak ketika seorang gadis berjalan kearahnya dengan kepala menunduk.

“Suzy,,,” Panggil Myungsoo. Gadis itu menganggkat kepalanya, lalu mendekati Myungsoo.

“Apa yang kau lakukan disekolah sampai selarut ini?” Tanya Sooji, sebenarnya dia khawatir tapi Sooji berusaha mengendalikan nada bicaranya.

“Menunggumu,,,” Myungsoo senyum

“Hn??” Sooji membulatkan mata.

“Suzy,, aniya,,, maksudku Sooji,, Apa kau baik-baik saja?”

Sooji diam tak merespon pertanyaan Myungsoo.

“Bukankankah sudah ku bilang untuk menjauhiku?” Ucap Sooji dingin.

“Sooji,,,”

“Apa ucapanku seperti main-main bagimu?” Ucap Sooji lagi.
myungzy 2

 

 

 

 

 

 

 

“Karna kau generasi Tiga Klan dan aku murid biasa?”

Sooji masih menatap Myungsoo, membiarkan Myungsoo bicara lebih banyak.

“Arraso. Geunde,,, Jika aku bisa mengendalikan diriku, aku sangat ingin berhenti.” Ucap Myungsoo setengah berteriak.

Sooji meremas tangan.

“Jika kau tak suka, abaikan saja. Kau tidak …”

“Buka begitu!” Potong Sooji. “Ini karna aku,,, aku berjanji bahwa kau adalah orang pertama yang akan ku beri tahu identitasku tapi eku menginngkarinya.”

Myungsoo tercengang beberapa saat, “Suatu saat nanti aku akan memberitahumu.” Janji Sooji yang itu? Myungsoo bahkan sudah lupa Sooji pernah mengatakannya. “Tidak masalah,, sejujurnya aku juga,,,”
“Aku merasa buruk karna tak bisa menepati janjiku.” Potong Sooji lagi.

“Mari keluar dari hal itu. Apa kau menyukaiku?”Tanya Myungsoo baik-baik. Akan lebih mudah jika Myungsoo tau perasaan Sooji.

“Mian,,,” Jawab Sooji kemudian berbalik.
Myungsoo hanya bisa menatap punggung kecil Sooji, ketika sang gadis berjalan meninggalkanya. Dia juga bingung harus bagaimana. Situasi benar-benar tak mendukung mereka.
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
“Ini sama dengan Gijuetsue lain, letak perbedaannya adalah dimana kau memusatkan energi.”
Sooji mencermati penjelasan Jinhyuk kepadanya.
“Pusatkan energimu pada semua element penting dalam tubuhmu. Jantung, tangan kiri, dan kepala.” Jinhyuk mulai memperagakan apa yang dia katakan, sedang Sooji terus memperhatikan Jinhyuk.

Aura hijau keluar dari tubuh Jinhyuk. Awalnya tipis nampak seperti asap tapi lama-kelamaan mejadi pekat dan tubuh Jinhyuk berubah.
Sorot mata hijaunya sangat menakutkan, dia terlihat siap membunuh siapa saja yang ada didepannya.

“Cobalah.” Ucap Jinhyuk dengan suara berbeda dari biasanya. Suaranya terdengar parau.

Sooji menarik nafas kemudian ,,,

“Dan berhentilah menghela nafasmu!” Belum selesai Sooji menghembuskan nafas Jinhyuk sudah memarahinya. “Kau gugup? Berhenti saja.”

“Tapi aku harus menyiapkan diriku, Sonsaengnim.”

“Sebagai anggota Gumiho kau harus siap setiap saat, Sooji!”

“Allguesemida.” Sooji menunduk takut. Sorot hijau dimata Jinhyuk membuat Jinhyuk terlihat semakin menakutkan padahal dengan wajah biasa saja Jinhyuk sudah menakutkan.
~

“Kim Myungsoo! Matamu sudah keluar.” Jackson mengadahkan ke dua tangan dibawah wajah Myungsoo, seolah akan menangkap sesuatu dari wajahnya. Jackson hanya nyengir ketika Myungsoo meliriknya tajam.

“Dia terlihat semakin cantik saat kita tau dia anggota tiga klan.” Ucap Jackson.
Cantik? Entahlah. Perasaan Myungsoo sedarhana, dia hanya menyukai Sooji. Menurutnya ada yang istimewa dari sang gadis.

“Jika aku tidak ingat bahwa temanku menyukai Sooji aku mungkin menyukainya.”
Myungsoo memincingkan mata seolah ingin membuhuh Jackson. Apa maksud Jackson?

“Dia seperti tas mahal. Harganya tergantung dari cara pembuatan, bahan yang dipakai dan toko penempatan. Semakin mahal harganya maka semakin menarik untuk dimiliki.”

“Omong kosong!” Dari belakang Youngji memukul kepala Jackson. “Tas kau bilang? Apa kau suka gadis yang kau cintai disentuh banyak orang?”

“Itu hanya perumpamaan.” Jackson menggosok kepalanya, dia meringis kesakitan akibat pukulan Youngji.

“Sooji sedang berusaha mencari jati dirinya. Daripada hanya menatapnya dari kejauhan Kenapa kau tidak melakukan hal yang sama?”
Myungsoo menoleh pada Youngji. “Ya. Pada akhirnya kita semua harus memiliki sesuatu yang kita andalakan dalam hidup.”

“Bagaimana Krystal?” Tanyanya.

“Dia bersama guru yang tepat.” Jawab Jackson membayangkan wajah manis Julie saat sedang mengajar.
~
“Ada yang bilang Medical Team adalah yang paling lemah, mereka salah.” Ucap Julie didepan kelas.

“Kita harus punya energi lebih banyak dari yang lain. Saat Tiga klan atau Tim gunin tumbang, mereka membutuhkan kita untuk bangkit kembali.” Krystal mencermati setiap kata yang diucapkan pebimbing.

“Aku dengar sudah ada yang bisa mentransfer energi. Siapa dia?”
Krystal mengangkat tangannya sambil tersenyum.

“Baik nona Jung. Bisa tunjukkan pada kami.”

Seperti Jung Krystal yang biasa. Krystal maju ke depan kelas dengan penuh percaya diri.
~
“Ulangi!” Betak Jinhyuk.
Sooji kembali memusatkan energinya pada tangan kirinya namun lima detik kemudian dia melepaskan energi itu lagi. Tangannya menjadi terasa berat dan sakit, seperti terbakar juga. Sooji mengibaskan tangan kirinya untuk mengurangi rasa panas. Sebelumnya Sooji tidak pernah merasakan ini saat melakukan Gijuetsue biasa. Tangan Sooji terasa panas, seperti terbakar.

“Ulangi!”
Gadis itu hanya diam patuh melakukan perintah Jinhyuk.

“Kenapa tidak memberitahu saja bagaimana cara yang benar? Anda tidak lihat tangan Sooji melepuh.”
Sooji dan Jinhyuk menoleh kesamping. Myungsoo sedang berdiri dengan membawa panah, sepertinya dia baru selesai latihan.

“Apa maksudmu Kim Myungsoo?” Tanya Jinhyuk tajam.
Mark yang berada tak jauh dari mereka segera berdiri disamping Myungsoo. “Kau mau mati?!” Bisik Mark.

“Maksudku, walau Sooji anggota tiga klan dia juga tetap manusia biasa yang punya rasa sakit.”

“Jadi kenapa tidak kau saja yang memberitahunya.” Myungsoo tercekat atas penuturan Jinhyuk.

gfb

 

 

Jinhyuk tersenyum miring melihat perubahan ekspresi Myungsoo.
Tak mau memperburuk keadaan Mark memanggil Jackson untuk membawa Myungsoo pergi.

“Ayo kembali ke tempat kita.” Ucap Jackson berbisik.

“Aku akan melakukannya.” Myungsoo seperti menantang Jinhyuk.
Ditempat yang sama. Minho dan Woohee melihat perdebatan itu, mereka tersenyum tak percaya dengan perbuatan Myungsoo.  Bukan sebuah pemandangan yang asing jika mengingat pelakunya adalah Myungsoo.
“Jika kau salah memberikan petunjuk maka akan berakibat lebih fatal.”
Myungsoo dan Jinhyuk saling menatap tajam.

“Apa dia tidak tau, setiap orang punya teknik berbeda dalam melakukan Gijuetsue? Bodoh.” Komentar Soohyun yang sedari tadi menonton perdebatan itu.

“Berhentilah, ceroboh!” Kini Mark berdiri disini kiri Myungsoo, membawa pemuda itu pergi menjauh. Namun baru beberapa langkah Myungsoo melepaskan diri.

“Panggil Krystal.” Pinta Myungsoo pada Mark. “Sebelumnya kita harus mengobati lukamu.” Semua orang yang melihat itu hampir berteriak, Myungsoo memegang tangan kiri Sooji.
Dengan wajah kikuk Sooji menarik tangannya. “Gwenchana.” Rasanya malu sekali karna para siswa dan guru sedang melihatinya.
“Kau juga berkeringat.”

Beberapa siswa benar-benar berteriak ketika Myungsoo mengelap dahi Sooji dengan tangannya.

“Apa dia pikir dia sedang melakukan edegan drama romantis?” Woohee melongo tak percaya.
“Dia punya nyali yang tinggi.” Timpal Minho disamping Woohee.

“Kenapa memanggilku? Kelasku belum selesai.” Krystal berdiri didekat Myungsoo dan Sooji. Dia melihat sekeliling, orang-orang sedang menatapnya dengan tatapan aneh. Sesaat kemudian dia sadar bahwa bukan dia yang sedang ditatap tapi dua orang didekatnya ini.

“Sekarang apa lagi?” Bisik Krystal geram. Dia tau Myungsoo pasti sedang membuat masalah.

“Tangan Sooji terluka. Lakukan teknik penyembuhan.”

“Semua orang sedang melihat kita Kim Myungsoo. Apa kau tidak merasa malu?” Ucap Krystal sangat pelan.

“Tangan Sooji lebih peting.” Myungsoo.

“OhMyGod.” Krystal menelan air liurnya. “Maaf membuatmu malu. Tapi kita harus melakukannya sekarang agar dia tidak semakin mempermalukan kita.” Ujar Krystal pada Sooji.

Sooji merasakan dingin ditangannya ketika Krystal mentransferkan energi padanya. Sedikit demi sedikit, tangan. Sooji kembali normal. Myungsoo tersenyum tenang melihat wajah Sooji juga nampak segar kembali.

“Aku pikir aku kehabisan energi. Kau harus membelikanku makan, Kim Myungsoo.” Ganti wajah Krystal yang terlihat pucat.

“Kau menggunakan teknik yang dilakukan Mark, karna itulah tanganmu terbakar.” Ujar Jinhyuk.

“Mark dengan mudah mengeluarkan Raijin no Ken jadi saya pikir saya bisa menggunakan tekniknya.” Jawab Sooji. Sesungguhnya dia juga menyadari kesalahannya, setiap orang punya teknik berbeda untuk melakukan Gijuetsue dan Sooji berusaha meniru Mark, dia hanya berpikir hasilnya akan lebih bagus.

“Jika kau hanya salah menggunakan teknik hasilnya tidak akan seburuk ini. Kau bulan dan Mark petir, itulah yang membuat tanganmu melepuh. Sudah bagus tubuhmu tidak terbakar.”
Jinhyuk meninggalkan kata-kata tajamnya untuk Sooji. Sedang sang gadis merasa bodoh dan malu sekaligus.

MLG (6)

 

 

“Kau baik-baik saja?” Tanya Myungsoo khawatir.
“Lepaskan aku.” Sooji menarik lengannya dari Myungsoo. Dia pergi dengan wajah suntuk.

 

“Kau tau Sooji salah kan? Kenapa kau tidak berusaha menasehati? Dari semua orang dia hanya akan mendengarkan ucapanmu.” Ujar Minho pada Woohee.
“Saat Sooji bilang dia akan mempelajari Gijuetsue ini, berarti dia sudah siap untuk mati. Lalu apa yang harus ku lakukan?” Jawab Woohee.
“Waaaaah,, klan Bae memang sulit dipercaya.” Minho mengeleng-gelengkan kepala.
“Ya. Begitulah kami.”

 

Setengah perjalanan. Sooji kembali menengok kebelakang. Namun seorang itu sudah tidak ada ditempat mereka tadi. Dia mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya, lalu menekan simbol pesan.

Aku baik-baik saja.’

Belum Sooji mengirm pesan tersebut, dia menghapus kalimatnya lagi.

‘Terimakasih sudah mengkhawatirkanku.’

Back. Sooji kembali memasukkan ponselnya kedalam saku. Tanpa mengirimkan pesan pada Myugsoo.

////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
A/N        :  Untuk senjata aku memang menggunakan alat yang ada di anime Naruto karna aku tidak tau apa senjata tradisional korea.
Sebenernya ide cerita ini sudah kececeran tapi aku sedang berusaha untuk mengumpulkan serpiah-serpihan itu (?).
Maaf untuk Low feel.
Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo. Stay tune on this blog and wait next chapter. Annyeooooong. 🙂

 

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

12 thoughts on “Last Twilight (Chapter 7)

  1. Aigoo ternyata szy eon termasuk 3 klan itu…
    Next penasaran banget ama kelanjutannya

    Suka

  2. Hmm jadi yubi pengkhianatnya yaa pantes aja junho dan jkwon langsung kabut gara gara liat yubi. Heh padahal suzy deket sama yubi tapi kenapa yubi jadi jahaat -_-

    Suka

  3. next…pnsrn mha hub.myungzy…

    Suka

  4. Jdi yubi penghiananya…Aigoh myung krs kpla bgt..
    Ditunggu next chap
    Fighting!!! Buat nulisnya thor

    Suka

  5. next thor penasaran ma keljutan hub myungzy..

    Suka

  6. Omoo.. sdh ada updatenya.. ketinggalan nihh,,..
    makin seruuuu…

    Suka

  7. joah joah makin seru nih…

    Suka

  8. Myung perhatian bnget ma sooji di dpan org2.akankah suzy berhsil?

    Suka

  9. tinggal episode trakhir nih

    Suka

  10. suzy ngetik pesen tapi g dikirimin ke Myung.. hadeh

    Suka

  11. Yeayy naruto….minho lbh deket sama wonhee ketimbang suzy, dan myungsoo aigoo apapun dia lakuin buat suzy, romantis bgt sih…dan soohyun umurnya udh 60 thn masih awet muda aja

    Suka

  12. akkk myung oppa laki banngettt..salut deh hhh
    yubi penghianat ckck..

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s