We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

I’ll Go to You (Chapter 2b)

13 Komentar

Title        : I’ll Go to You

Author        : Cahya Khosyiah

Main Cast    :  Kim Myungsoo (Shin Woo) | Bae Sooji (Jang Mari)

Other Cast    : Jung Soojung |Choi Minho | Choi Jinhyuk | Jung Ilwoo | Lee Hoya|  Kim Yura | Sungjoon |Choi Sulli |Kang Jiyoung | Kim Sohyun | Lee Jongsuk | Jin Seyoen | Nickhun | Sungyeol |

Original Cast    : Ahn Songhee | Lee Choin | Youngji | Jung Naesang | |Park Tae-sun | Choi Yoonho | Chun Kyesan |

Pairing        : Myungzy JJANG!! Other pairing, Minjung and Jongyeon.

Genre        : Medical (?), Romance, Tragedi.

Rate        : 18+

Disclaimer    : Cerita ini hanya karangan fikti belaka, hasil dari imajinasi liar author. Jika ada kesamaan tokoh dan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi dan keluarga masing-masing. But this story is my mine.
Huruf tebal untuk flashback
R&R
/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

“AK!”
“Myungsoo!!” Sooji ikut menjerit, sebutir peluru berhasil menembus panggal kaki Myungsoo.

Suara corong kapal sudah terdengar, tanda kapal akan berlayar.

Myungsoo tetap menggenggam tangan Sooji sambil terus berlari, menghiraukan rasa sakit dikakinya, “Palli.”
Kejar-kejaran antara Myungsoo dan para tentara terjadi cukup sengit, tidak ada yang mau menyerah diantara mereka.  Untuk yang kedua kali corong kapal kembali berbunyi. Dilihatnya kapal tersebut mulai bergerak maju.

Sooji segera berlari lebih cepat didepan Myungsoo, dia menarik tangga tali yang tergelantung dikapal bagian samping. Dengan tingkat keberhasilan sangat rendah, Sooji mencoba untuk melompat kesisi kapal tersebut.

Dan berhasil.

Selajuntnya Sooji naik ketas kapal dengan bantuan tanggal tali tadi. Setelah berhasil sampai diatas, Sooji melempar tali itu kepada Myungsoo. Kapal yang sudah bergerak membuat Myungsoo kesulitan mendapat kesembingannya, susah payah dia berusaha naik keatas kapal.

THAK!! Peluru nerbentur dengan badan kapal.

Myungsoo langsung membawa Sooji kesisi yang lain, agar tubuh mereka tak telihat oleh para tentara. Dipeluknya tubuh Sooji sangat erat. “Kita berhasil.” Ucap Myungsoo terdengar sangat lega.

“Kita berhasil, sayang.” Ucapnya lagi.
Sooji menangis teronta, pelukan Myungsoo membuat tangis Sooji tidak terdengar.

“Aku minta maaf untuk semua yang telah terjadi. Setelah hari ini kita akan hidup bahagia, aku janji.” Sooji tak menjawab penuturan Myungsoo, dia terus menumpahkan air mata yang sejak tadi ia tahan.
~
“Berapa jam lagi kita bisa sampai di Korea Selatan?” Tanya Myungsoo kepada awak kapal.

Seorang pria baya terlihat santai memutar-mutar kendali kapal, “Ini akan menjadi perjalan panjang. Beristirahatlah, bung.” Jawabnya. “Kekasihmu terlihat buruk, apa kalian bertengkar?” pria tersebut mengarahkan dagu pada Sooji yang duduk dipojokan sambil melipatkan kakinya.

Myungsoo menoleh lalu menghampiri Sooji, “Kau ingin makan?”

Sooji menggeleng.

“Kau tidak lapar?”

Sooji menggelang lagi.

“Ada apa denganmu?” Ucap Myungsoo setengah frustsi.

1 GFB (4)“Aku harap kita tidak mengambil keputusan yang akan kita sesali.”
Myungsoo menghela nafas kasar, dia bangkit meninggalkan Sooji. Untuk saat ini ia tak bisa behadapan dengan Sooji, menatap matanya saja Myungsoo tak sanggup.
 

“Kau adalah tipe orang yang setia dengan negaramu, benar?” Sooji menoleh pada awak kapal, dirinya adalah satu-satunya orang yang berada disekitas sini jadi orang itu pasti berbicara dengannya. “Tapi kau goyah karna pria tadi.”
“Saya tidak mengenal anda.” Ucap Sooji singkat.
Pria baya itu tertawa ringan, “Setalah sampai tujuan kau pasti akan selalu mengingat namaku.”
Sooji bangkit sebelum orang itu mengucapkan hal-hal aneh lainnya.
“Dia pasti mencari pacarnya.” Pria baya tadi bergumam.

Sooji berjalan santai mengelilingi kapal yang ukurannya tidak terlalu luas. Apakah hanya mereka berdua penumpang kapal ini? Sooji mendongakkan kepala ke atas, cuaca bagus membuat dia bisa melihat dengan jelas bintang yang berkelip dilangit.

Sang gadis kembali ke alam sadarnya ketika menyadari dia tak melihat Myungsoo dimanapun. “Myungsoo?” Panggil Sooji. “Kim Myungsoo?” Sooji berlari kecil, mengamati setiap bagain kapal yang bisa ia jangkau dengan matanya.

“Argh!”
Sooji berbelok ke lorong satu arah, dilihatnya Myungsoo sedang kesusahan mengambil sesuatu dari dalam ransel. Sooji menatap sedih kekasihnya, perasaan Sooji yang campur aduk membuat dia meluapakan luka yang didapat Myungsoo.

Myungsoo berusaha sendiri mengambil peluru dari pahanya. Satu tangan ia gunakan untuk memegang senter satu tangan lagi bekerja duobel, mencari alat dan mengambil peluru.

“Biar aku yang melakukannya.” Sooji mengambil pinset dari tangan Myungsoo.
Myungsoo sempat menatap ngeri pada Sooji. Dia benar mau melakukannya? Sooji tidak punya kemampuan sedikitpun dalam bidang ini.
Sooji seperti tau pikiran Myungsoo, dia tersenyum menghadap sang kekasih. “Jika aku salah mengambil tulang, kau akan lumpuh kan?”

“Itu bagus. Jika kau lumpuh kau harus bertanggung jawab menemaniku seumur hidup.”

“Jadi apakah aku harus memotong kakimu?”

“Kau serakah sekali. Kau sudah mengambil hatiku, sekarang ingin kakiku juga?”

“Aigoo.” Nada Sooji pura-pura tak tahan.

Sooji dan Myungsoo sama-sama diam. Saat Sooji fokus dengan kegiatannya mengeluarkan peluru, Myungsoo sibuk mengamati wajah Sooji. Menurutnya, paras Sooji tetap terlihat menawan walau dilihat dari sisi manapun.

“Cah,,” Sooji meletakkan sebutir peluru disamping mereka.

“Sudah selesai? Kapan kau melakukannya? Aku tidak sadar.”

“Kau harus membayar untuk ini.” Sooji membersihkan darah diarea luka lalu mengikat luka Myungsoo agar darahnya tidak keluar lebih banyak.

“Dengan?”

“Menikahiku.” Sooji tersenyum dan Myungsoo ikut tersenyum.

“Setelah sampai sana, aku akan langsung menikahimu.”

“Kita akan berstatus sebagai pengungsi Kim Myungsoo, kau lupa?”

“Memangnya kenapa dengan status pengungsi? Menikah adalah hak asasi setiap manusia itu berlaku  disemua negara.” Ujar Myungsoo.

“Kau mungkin akan berubah pikiran setelah sampai sana. Aku dengar gadis Seoul itu cantik-cantik, mereka sangat mengedepankan penampilan.”

“Ck, benar juga. Apa yang akan kita lakukan?” Myungsoo mengkerlingkan mata.
Sooji mencubit perut Myungsoo. Menggoda Sooji merupakan hobi Myungsoo.

“Aaak.” Jerit Myungsoo kesakitan. “Baiklah. Sebagai jaminan bagaimana jika bayaran di muka?”
Sooji membulatkan matanya ketika Myungsoo mencium bibirnya secara tiba-tiba.
~
“Begitulah cinta. Saat bersama pura-pura tak membutuhkan tapi jika tidak ada saling mencari“ Pria baya tadi –awak kapal- berbicara sendiri.
“Apa itu?” Dia menyipitkan mata melihat kapal yang seukuran kapalnya berlaju merapat.

“Dimana mereka?” Lima tentara berdiri didepan pria itu,

“Nuguya?”
DORR!!
Myungsoo dan Sooji melepaskan ciuman mereka ketika mendengar tembakan dari bagian depan kapal. Mata mereka membulat bersamaan. Tidak mungkin,,,
Sooji berniat lari ke bagian depan namun Myungsoo menarik Sooji kearah lain. Mereka turun ke bawah, Myungsoo membawa Sooji ke tempat penyimpanan barang.

“Kim Myungsoo! Aku tau kalian disini. Keluarlah.” Ucap seseorang tepat diatas kepala mereka. “Menurutmu berapa orang lagi yang harus mati karna kalian?”

Myungsoo dan Sooji tetap tenang tak bersuara.

“Cari mereka.” Perintah Kyesan.

Myungsoo mengambil balok kayu lalu berdiri dibalik tangga. Ia memberi tanda pada Sooji untuk tetap tenang diposisinya.
Satu orang tentara turun ke tempat persembunyian mereka. Myungsoo memukul tentara tersebut dengan baloknya namun sepertinya itu justru mengundang tentara yang lain untuk turun ke bawah.

“Beri mereka pelajaran.” Perintah Kyesan lagi.

Myungsoo berusaha melawan tentara-tentara itu dengan kayu ditangannya, tapi dia kalah jumlah. Saat Myungsoo sibuk menyerang dua tentara, satu tentara yang lain  menyerang Myungsoo hingga dia tersungkur.
“Myungsoo.” Jerit Sooji. Dua tentara yang tersisa segera menahan Sooji agar tidak mendekat.
Mereka menendang tubuh Myungsoo tanpa ampun.

“Andwe!” Sooji berteriak. “Hentikan! Jeball!.”

“Tenanglah,, sebentar lagi giliranmu.” Kyesan tersenyum sinis.
Tentara-tentara itu terus menendang perut Myungsoo padahal sang pria sudah tak berdaya. “Sudah waktunya.” Ucap Kyesan.
Satu dari mereka mengarahkan pelatuk ke arah Myungsoo. “Jangan lakukan itu.” Sooji menangis memohon.
Tak menghiraukan permintaan Sooji, tentara itu siap pelepaskan pelatuknya.

“Baiklah. Kami salah. Kami akan kemabali ke utara.” Ucap Sooji penuh emosi.
Kyesan mengangkat tangan kanannya, “Apa kau bilang tadi?”

“Kami akan kembali ke Utara.” Ucap Sooji lagi.

“Kau pikir semudah itu?”

“Saya juga akan menerima hukuman.”
Kyesan nampak berfikir, “Sejujurnya kematian kalian juga tak ada gunanya.” Tentara tadi menurunkan senepannya.

“Ku peringatkan. Jangan berani-berani berfikir untuk menghianati kami.” Kyesan beserta anak buahnya meninggalkan Myungsoo. Sooji menghampiri prianya yang masih tergeletak.

“Mianhe,,” Ucap Myungsoo lemah.
Sooji menggelang, direngkuhnya kepala Myungsoo dalam dekapannya.
~

Myungsoo sudah mulai pulih, digenggamnya tangan Sooji dengan penuh kehangatan. Kira-kira satu jam mereka meninggalkan Sooji dan Myungsoo, keduanya tau bahwa mereka pasti akan dibawa kembali ke Utara.
Dua anak buah Kyesan masuk tanpa permisi. Myungsoo langsung menggeser tubuhnya didepan Sooji. “Letnan ingin bicara denganmu.”
Myungsoo tetap diam ditempatnya.
“Kami tidak perlu melukai pacarmu kan?”.

Myungsoo dan Sooji saling bertukar pandang, kemudian Myungsoo berdiri keluar ruang sempit itu. Dia mengikuti para tentara.
Myungsoo menghadap Kyesan tanpa perasaan takut sedikitpun, ke khawatirannya ada pada keadaan Sooji selanjutnya.
“Kekasihmu sudah membuat keputusan tapi aku ingin mendengar dari mulutmu langsung”
Myungsoo diam, ditatapnya tajam mata Kyesan.

“Apa kita harus melakukan perkataan dia? Dia bahkan rela dihukum.”

“Berengsek.” Myungsoo hendak maju namun dua tentara segera menahan Myungsoo. ”Kami lebih baik mati daripada kembali kesana.” Ingin rasanya Myungsoo meninju wajah pria didepannya ini. Dia tidak akan pernah rela mereka menyentuh kulit Sooji sedikitpun.

“Kami? Itu terlalu mudah.” Kyesan maju, “Pilihanya adalah kalian kembali atau salah satu dari kalian harus mati.”
Myungsoo tersentak.

“Siapa yang bertahan dia akan hidup tersiksa, tentu?”
Sumpah-serapah sebisa mungkin Myungsoo tahan. Mereka benar-benar ingin menyiksa Sooji dan dirinya. Myungsoo tidak akan pernah memilih pilihan pertama namun pilihan kedua sama sulitnya. Jika dia melilih dirinya tetap bertahan dia akan dipenuhi penyesalan semur hidup. Lebih berat lagi jika Sooji yang bertahan, Myungsoo yakin mereka akan menyiksa Sooji tanpa ampun.

“Kya!.” Sekali gerakan Myungsoo menyingkirkan dua orang disampingnya. Dia maju lalu memukul wajah Kyesan.

“Kurang ajar.” Kyesan mengambil senapan dari tangan bawahannya. Sang letnan melepaskan senapan melewati kepala Myungsoo. Dengan tubuh terhuyung Myungsoo membalas Kyesan dengan memukul wajahnya lagi. Tiga tentara yang tersisa segera menahan tubuh Myungsoo supaya tidak melakukan hal lebih. Myungsoo tidak dapat berkutik ketika Kyesan memukuli tubuhnya sampai tak sadarkan diri.

“Lempar dia ke laut.”
Bawahan Kyesan melaksanakan perintah sang atasan tanpa berfikir kedua kali. Mereka melempar tubuh Myungsoo layaknya karung tak berguna.
~

Sooji berdiri takut saat Kyesan bersama tentara lain masuk ke ruangan gelap nan sempit ini.
“Bae Sooji,,, Apa yang harus kita lakukan padamu?” Ucap Kyesan.

“Dimana Myungsoo?” Tanya Sooji tanpa basa-basi.

“Dia sudah mengambil keputusan. Myungsoo bebas tanpa dirimu.” Jawab Kyesan.

“Bohong!” Bantah Sooji. Dia yakin Myungsoo tidak akan pernah melakukan hal tersebut.

“Tunjukkan.”
Dua tentara menggiring Sooji keluar ruangan pengap ini, dia menatap sekeliling. Tidak ada Myungsoo.

“Lihat kesana.” Sooji memutar kepalanya kearah yang ditunjukkan Kyesan, dilihatnya sebuah kapal berlayar menuju pelabuhan Korea Selatan.
“Kami tidak bisa membiarkan kalian keluar bersama. Jadi kami meminta dia memilih.”
Ambisi Myungsoo untuk kembali ke negara asalnya memang sangat besar, namun Sooji tak menyangka Myungsoo sampai ke tahap ini.

“Sekarang giliranmu memilih. Kau akan tetap setia pada negaramu, benar?”

“Aku,,” Sooji kembali berfikir, kekecewaannya pada Myungsoo membuat dia merasa jijik untuk datang ke Korea Selatan namun dia juga tak bisa kembali ke Utara karna itu hanya akan membuka luka akibat  kematian keluarganya. “Jika aku tidak bisa pergi dari sini, bunuh saja aku.” Ucapnya.

    “Pilihan yang bijak, sebenarnya yang kami butuhkan adalah Kim Myungsoo bukan kau. Jadi akan lebih baik jika kau mati.” Kyesan mengangkat pistolnya kerah Sooji. “Sampaikan salamku pada keluargamu di surga.” Sooji menahan nafasnya, menutup mata rapat-rapt.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ketika kita tak bersama aku kehilangan arah. Semua yang ada depan ku menjadi gelap.
Aku tidak bisa menemukan penerangan. Aku memanggil namamu namun tak ada jawaban. 

Sebelum aku bertemu denganmu aku kan terus berjalan. Aku akan mencarimu dimana pun kau berada. Mengingat kenangan kita bersama.

Karna aku tau,,,
Hatiku akan membawaku padamu.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Soojung menghela nafas panjang. Sudah lima tahun berlalu tapi orang didepannya belum ada tanda-tanda untuk sadar.
Dokter lain menyuruh Soojung menyerah namun dia tidak bisa. Soojung yakin pria ini pasti akan sadar. Meski dengan alat bantu ditubuhnya, yang penting jantung pasien ini masih berdetak.
“Ajuhssi,, apa kau memang tak ingin kembali?” Soojung menggenggam tangan pasien didepannya.

~
    Jinhyuk menendang kaleng ke tengah laut. Dia berteriak, melampiaskan kekesalannya.
    “Beraninya dia membentak dokter UGD! Apa yang bisa rumah sakit lakukan tanpaku?” Jinhyuk berbicara pada angin. Wajahnya merah sangking marahnya. “Aku harap dia segera diturunkan sebagai Direktur.”
    “YA! Jung Naesang! Kau memdengarku?!” teriak Jinhyuk kencang. “Kau akan menyesal.”
    Ketika Jinhyuk hendak berbalik, tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang mengambang. Dia menyipitkan mata, “Apa itu mayat?”

    Mata Jinhyuk membulat saat ombak membawa sesuatu yang mengambang itu ke tepi. Dia menghampirinya lalu meng-cek denyut nadi dan pernafasannya. Dia masih hidup! Jinhyuk menekan dada orang itu dengan kuat.
“Anak muda bangunlah.” Jinhuk menepuk-nepuk pipi orang itu. Jinhyuk melihat darah mengalir dari kepalanya, “Seolma,,,” Jinhyuk segera memasukkan orang tersebut kedalam mobil lalu membawanya menuju rumah sakit.
~

    “Siapa yang kau bawa?” Choin membantu Jinhyuk membaringkan orang yang digendong Jinhyuk. Para perawat dengan cekatan menyiapkan alat-alat untuk Jinhyuk.
    “Aku menemukannya dipinggir pantai. Ada luka tembak dikepalanya, itulah kenapa saya menghubungi anda.”
    Choin mengecek luka yang dimaksud Jinhyuk. “Ini hanya terserempet, dia masih bisa diselamatkan.”
    “Hubungi Dokter bedah platik dan bedah tulang,,,” Choin meletakkan tangannya diatas dada pemuda itu. “Bedah dada jantung juga.”
“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

3 we home (12)

Jinhyuk menatap pemuda yang ia selamatkan ini dengan seksama. Pemuda ini patut bersyukur karna jantungnya masih berdetak sampai sekarang, padahal saat ditemukan keadaan tubuhnya sangat tidak memungkinkan, mereka bahkan harus melakukan operasi combinasi (re: operasi yang dilakukan oleh beberapa ahli bedah dalam satu waktu).
Tapi kenapa pemuda ini tidak membuka matanya? Dilihat dari hasil PET scan (re: deteksi fungsi organ) tak ada masalah dalam tubuhnya. ‘Pasien harus punya keinginan untuk sembuh.’ mungkin kalimat itu benar adanya.

////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
A/N        :

OTP (2)

“Khun Oppa, Mianhee. You must out.” 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

And finally MissA COMEBACK!! Yeaaaaah!!
I’m just excited. kekeke

Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo. Stay tune on this blog and wait next chapter. Annyeooooong. 😀

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

13 thoughts on “I’ll Go to You (Chapter 2b)

  1. Apakah Sooji mati?yg dirumah sakit itu myungsoo kah?dia koma smpe 5 tahun??

    Suka

  2. ji eonnie gmna. ????myungppakn drmh skt..???aigo rsany q sbl bngt sma kyesan….ckckck

    Suka

  3. nyesek tapi makin penasaran huaa!!

    Suka

  4. kyaaa—part ini kembali mengangkat DS perpisahan myungzy dg pikiran yg dicuci bersih shg sooji membenci atau bahkan melupakan myungsoo….

    Suka

  5. Yang di rawat itu myungkan??
    trus zyeon mna
    kesel ma kyesan
    Penasarn

    Suka

  6. OMO Myung, suzy… andweeee
    suzy slah pham k myung
    smoga myung baik baik ajj. trus suzy gmna? huaaaa 😥
    NEXT PART 😀

    Suka

  7. Myung dirmh skt ama soojung,sooji ngimana nasipnya????
    lanjut thor~~~~~~~!!!

    Suka

  8. makun seruuu…suzy gmn?

    Suka

  9. Waduh myungzy berpisah. Gmn nsic myungzy??

    Suka

  10. Sooji gi mana?!
    Trus myungie di rumah sakit sma Jungie?!
    Wahh next izin baca

    Suka

  11. Ahjusi yg di mmaksut soojung myungsoo bukan?
    Ih pihak Korea menhadu domba myung suzy 😞
    Suzy ah myung ga ninggalin U. Gmn dengan sooji? Apa dia di bunuh or?

    Suka

  12. LEMES banget!
    aduh baper bener dah nih… baerharap yang terbaik aja buat cerita ini, g kuat liat kekerasan yg membabi buta kayak gini

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s