We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

Waiting Outside the Line (Chapter 1)

55 Komentar

Title : Waiting Outside the Line

Author : Cahya Khosyiah

Main Cast : Kim Myungsoo | Bae Sooji
Other Cast : Kim Moonsoo | Choi Minho | Jung Soojung | Lee Sungyeol |
Original Cast : Yuna | Kim Sangbum |
Special Cast : Lee Hyeri |

Pairing : Myungzy JJANG!
Genre : Romance, Married Life.
Rate : 18+
Disclaimer : Bae Suzy masih milik Lee Min Ho, Myungzy hanya sebuah fiction (yang akan menjadi nyata). Cerita ini merupakan karangan fikti belaka, hasil imajinasi liar author. Jika ada kesamaan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi, keluarga, dan pacar masing-masing. But this story is my mine.
Huruf tebal untuk flashback
R&R
WOTL
/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
2045
Myungsoo dan Sooji saling menautkan tangan, mereka kembali melempar senyum untuk yang kesekian kali.

“Pasti tidak mudah mempertahankan rumah tangga untuk tetap harmonis selama lebih dari 30 tahun, apa rahasianya?” Tanya pembawa acara.

“Saling mencintai.” Jawaban singkat Myungsoo menimbulkan gelak tawa diantara penonton. Myungsoo menatap wanita disampingnya, wanita penuh pesona meski keriput tak bisa dicegah dari wajahnya. “Saling memahami, tentu saja. Istri saya bukan tipe wanita yang suka duduk di rumah mengurusi anak.”

“Dan suami saya adalah orang yang punya kepedulian tinggi, orang lain mungkin akan salah paham dengan sikapnya namun saya mencoba mengerti.” Tambah Sooji sambil tersenyum.

“Kalian sama-sama sibuk jadi bagaimana kalian meluangkan waktu untuk satu sama lain?” Tanya sang pembawa acara lagi.

Myungsoo dan Sooji sama-sama berfikir, “Rindu tidak bisa ditahan, kalian mengerti itu.” Gelak tawa kembali terdengar dari studio.

“Seluruh negri penasaran bagaimana Kim Myungsoo dan Bae Sooji bertemu? Atau bagaimana hubungan kalian dimulai?”

Myungsoo dan Sooji saling bertukar pandang. Semua dimulai dari 30 tahun lalu,,,

 

2015

~

“Apa kau benar-benar tidak bisa berpisah darinya?”

“Kali ini aku tidak bisa melepasnya. Aku sangat mencintai Yuna, Hyung.”

“Yang bisa kulakukan hanya membuatmu bersama wanitamu, setelah itu lakukan semuanya sendiri.” Ucap Myungsoo kepada adiknya. “Kau tau apa akibatnya kan?”

“Bagaimana dengan kakak sendiri?”

“Bagaimana ya?” Myungsoo menggerakkan kursi putarnya. “Walaupun aku tak membantumu kau akan tetap melakukannya, pada akhirnya aku juga yang harus menanggung perbuatanmu.” Myungsoo memamerkan senyum dihadapan adiknya, berbeda dengan keadaan hati yang sebenarnya.

Sejak Moonsoo mengatakan rencananya melepas status sebagai bungsu Kim demi bersama kekasih tercinta, sejak itu Myungsoo tak bisa mengendalikan pikirannya sendiri.

Orang tua Myungsoo merencanakan dia dan adiknya sebagai pewaris Kim Kingdom, jika sang adik memutuskan melepas warisannya itu berarti semua tentang Kim Kingdom akan dibebankan kepada Myungsoo.

Lalu bagaimana dengan kisahnya? Myungsoo juga punya seseorang disana. Seseorang yang ingin Myungsoo lindungi.
~

 

“Apa ini?”

“Buka saja.” Perintah Myungsoo.
Gadis didepan Myungsoo tersenyum sumringah dengan hadiah pemberian Myungsoo. “Ini novel clasic yang aku cari. Dari mana kau mendapatkannya?”

“Kau senang?”

“Geroum,,, aku lebih senang karna kau yang memberikannya.” Senyum gadis tadi.

“Soojung-ah,,, kau percaya padaku kan?”

“Wae?” Soojung menyipitkan mata. “Seolma,, kau melakukan kesalahan ya?”

Myungsoo menggeleng, “Aku mencintaimu. Cukup tanamkan itu dalam hatimu.” Soojung tersenyum karna perkataan sang kekasih. Dia menyandarkan kepalanya didada Myungsoo.
~

 

PLAK!
PLAK!

Dua tamparan keras mendarat dipipi Kim bersaudara. Tanparan tak cukup, mereka juga pasti akan mendapat amukan.

“Ini yang bisa kau lakukan sebagai kakak?” amukan utama, tentu saja diberikan kepada anak pertama.

“Kim Moonsoo! Kau bosan hidup!” Sebuah tangan kembali melayang ke pipi kiri Moonsoo namun belum sempat mendarat Myungsoo segera menahan tangan ayah mereka. “Abheojhi,,, untuk kali ini lepaskan mereka. Ku mohon?”

“Aku mendidik kalian untuk bekerjasama jadi ini hasil kerjasama kalian?” Sebagai pria berumur 50 tahun Ayah Myungsoo masih punya suara yang menakutkan, cukup membuat Myungsoo dan adiknya bergetar.

“Sebagai gantinya aku akan mengurus semua yang berkaitan dengan Kim Kingdom. Moonsoo juga bersedia mengabdikan diri pada perusahaan tanpa menggunakan Marga Kim.” Ucap Myungsoo.

“Kalian belajar bisnis sejak umur lima belas tahun, kalian bukan orang baru didunia bisnis. Menurut kalian itu cukup?”

Myungsoo dan Moonsoo menunduk lebih dalam.

“Perusahaan kosmetik kita hanya bisa diselesaikan dengan menikahkan Moonsoo dengan putri memilik majalah Glitz. Dan aku tidak bisa memberikan perusahaan sebelum Myungsoo menikah. “ Ucap sang ayah. “Pikirkan cara mengatasi keduanya.”

Pembicaraan malam itu berakhir dengan penyelasainan ada ditangan Myungsoo.

“Mianhe, Hyung.”

“Tidak apa.” Jawab Myungsoo. “Akan lebih baik jika kita menemukan seorang yang lebih berpengaruh daripada Glitz.”
~

 

‘Kau sudah makan? Aku sedang dalam perjalanan menuju kantormu.’
Kedua ujung bibir Myungsoo reflek terangkat keatas. Pesan singkat dari Soojung sungguh ampuh membuat Myungsoo melupakan sejenak keruh masalah yang sedang terjadi.

‘Belum. Haruskah kita makan bersama?’
Sebait pesan balasan terkirim pada nomor Soojung.

‘Aku tunggu di lobi.’
Myungsoo berdiri, membereskan beberapa dokumen yang berserakan diatas mejanya kemudian keluar menuju lobi, tempat sang kekasih menunggunya.

“Myungsoo,,,” melihat gadis diujung sana melambaikan tangannya, Myungsoo ikut melambaikan tangan.
“Sudah lama menunggu?” Tanya Myungsoo ketika jarak mereka sudah dekat.
~

Hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di kafe tujuan Myungsoo dan Soojung. Mereka masuk lalu duduk diantara para pengunjung lain. Myungsoo memang sengaja memilih tempat ini karna jaraknya dekat dengan kantor tempat dia bekerja.

Myungsoo menyenggol lengan Soojung, sang gadis sedang menatap lekat seorang gadis di meja lain. Soojung tersenyum, “Aku selalu penasaran bagaimana wanita-wanita di industrimu.”

“Kenapa kau penasaran? Mereka hanya terlihat cantik dari luar padahal sebenarnya mereka lebih kejam dari seekor harimau.” Ujar Myungsoo. Sadar dia sedang diperhatikan, wanita yang diperhatikan Soojung tadi menoleh lalu tersenyum kepada mereka.

“Tapi dia terlihat anggun. Cara dia duduk, menyesap kopi, berbicara lewat telfon, bahkan saat dia mengedipkan mata.”

“Aku lebih suka wanita sepertimu. Meski nampak dingin dari luar, sebenarnya kau punya sisi kasih sayang dan hangat.” Ucapan Myungsoo barusan sukses membuat Soojung bersemu merah.

 

Di meja lain,,,
“Mereka seperti berkencan tapi memperhatikan wanita lain.” Sooji mengambil tas yang ia taruh dikursi lain. “Ada yang tidak normal diantara mereka.” Dumel Sooji sendiri, niatnya untuk segera pergi dari tempat ini terurungkan karna sebuah panggilan masuk. “Oh,, Tn Lee,,”

“Jam sepuluh?”
“…”
“Aku sudah ada didekat Kim Kingdom. Suruh Good Food untuk menunggu.”
“…”

“Jika mereka keberatan batalkan saja kesepakatannya.” Sooji langsung menutup telfonnya. Menurut Sooji orang-orang yang tidak konsisten dengan perkataannya tidak cocok berada di dunia bisnis. Dan itu berlaku untuk Good Food, sebuah perusahaan makanan di Seoul. Kemarin mereka bilang pertemuan akan dilakukan setelah jam makan siang, namun hari ini mereka ingin memajukan jadwal hanya karna istri sang direktur sakit. Ya, bagi Sooji masalah itu tidak lebih dari ‘hanya’.
~

 

“Apa tidak masalah kau mengatarkanku ke sekolah?” Soojung merupakan seorang guru Matematika disalah satu sekolah ternama di Seoul, tempat yang sama adik Myungsoo pernah menimba ilmu. Dulu Myungsoo sering menjemput adiknya ketika masih duduk dibangku SMA. Tentu saja itu membuat Myungsoo dan Soojung sering bertemu dengan atau tidak di sengaja. Sudah 3 tahun sejak Myungsoo menyatakan cinta pada Soojung, dan begitulah hubungan mereka berkembang tanpa keluarga Myungsoo mengetahui perihal hubungan mereka.

“Aku mungkin akan terlambat rapat 10 menit. Hanya sepuluh menit.” Myungsoo memamerkan senyuman manisnya pada gadis disampingnya.

“Meskipun aku menolak kau akan tetap mengantarku kan?”

“Kau sudah tau. Jadi jangan mencoba menolak niat baikku.” Myungsoo melajukan mobil sportnya cukup kencang, bukan hanya Myungsoo yang diburu waktu namu wanita disampingnya juga. Dia tidak akan membiarkan Soojung terlambat mengisi kelas walau hanya satu menit.
~

 

“Kita mulai rapatnya.” Sooji memperbaiki cara duduknya. Dia melatakkan kedua tangan diatas meja yang sebelumnya terlipat didepan dada.

“Tapi direktur kami belum datang.”

“Aku tidak perduli siapa yang presentasi. Cepat mulai rapatnya.”

“Tolong tunggu sebentar lagi.”

“Kenapa tidak kau saja yang melakukan presentasi?” Tunjuk Sooji pada pemuda seumuran didepannya.

“Itu,,”

“Lupakan. Kami tidak bisa berinvestasi pada perusahaan yang tidak punya kemampuan.” Sooji bangkit dari duduknya, hendak meninggalkan ruang rapat.

“Saya yang akan melakukannya.” Sooji menoleh kebelakang lalu tersenyum pada lelaki tadi. “Aku hanya punya waktu sepuluh menit.” Ucap Sooji.

“Jadi kita sudah mengambil keputusan. C&P Bae akan mencarikan investor untuk perusahaan kosmetik Kim Kingdom namun jika dalam dua bulan belum ada perkembangan para investor atas nama C&P Bae akan mengambil alih perusahaan tersebut.” Moonsoo akhirnya bisa bernafas lega setelah pihak C&P Bae–Sooji- menunjukkan ketertarikannya pada perusahaan mereka.

“Kerja bagus Tuan,,,,” Ucapan Sooji menggantung.

“Kim Moonsoo. Kim Moonsoo imida.” Moonsoo membungkukkan badan.

“Semoga kerja sama kita bisa berjalan lancar Tuan Kim.”

“Saya pikir kita seumuran, bagaimana jika memanggil nama saja.” Ucap Moonsoo.

“Apa kau sedang berusaha merayu putri Bae C&P?” Sooji.

“Sebenarnya saya sudah punya pacar.” Timpal Moonsoo. Sooji tidak bisa menahan mulutnya untuk menganga, obrolan ringan yang cukup mengguncang.

“Kau pikir aku tidak punya?” Sooji tersenyum ketika Moonsoo juga tersenyum.
~

 

“Ini adalah pertama kalinya aku bisa akrab dengan orang yang baru pertama ku temui.” Sooji menaruh tasnya dibangku penumpang. Ia menggeleng-gelengkan kepala, entah apa yang sedang ia bayangkan.
Sebuah panggilan masuk menyadarkan lamunan Sooji, Sooji memasang headset ditelinganya. “Appa,,,”

“Kau sudah bertemu dengan Kim Kingdom?”

“Kami sudah mencapai kesepakatan.” Jawab Sooji.

“Bagaimana dengan direkturnya? Kim Myungsoo,,,”

“Kim Myungsoo?” Sooji menyerit.

“Tapi direktur kami belum datang.” Mungkin direktur mereka namanya Kim Myungsoo. “Ani,, Aku tidak suka dia. Dia terlambat.”

“Lalu?”

“Aku berdiskusi dengan orang lain. Kim,,, Moonsoo,,?” Sooji juga sedikit lupa siapa nama pemuda tadi padahal belum ada lima menit mereka berpisah. “Omong-omong,, kenapa ayah sangat ingin bekerja sama dengan Kim Kingdom? Melihat grafik mereka, perusahaan kosmetik ini hampir bangkrut.”

“Alasan pribadi , ayah menyukai pewaris Kim. Dan salah satu cara agar kita bisa masuk adalah melalui perusahaan Kosmetiknya.” Ujar ayah Sooji dari sebrang sana.

“Em,,”Gumam Sooji, pasti ada alasan lebih spesifik dari itu dan Sooji tidak mau ambil pusing. “Aku akan kembali ke kantor.” Setelah pembicaran dengan sang ayah, Sooji mulai menstarter mobilnya.
Ketika sebuah mobil sport kuning keluar dari parkiran, mobil sport lain dengan warna berbeda masuk ke area parkir.
Myungsoo keluar dari mobil sport biru-tuanya dengan tergesa. Dia menghampiri adiknya yang berjalan didepannya.

“Moonsoo,,,” Panggil Myungsoo.

“Hyung,,,”
Dengan nafas terengah Myungsoo mencoba mengeluarkan suara, “Aku terlambat?” Sebuah pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya.

“Sangat.” Jawab Moonsoo. “Perusahaan C&P, baru saja keluar. Mungkin kau berpapasan dengannya diparkiran.”

“Jadi?” Myungsoo.

“Tentu saja berhasil.” Moonsoo mengebaskan kerahnya bangga.

“Ya,, adikku memang keren.” Myungsoo merangkul leher Moonsoo. “Tapi,,, ada apa dengan wajahmu?” Myungsoo menjauhkan sedikit tubuhnya. “Biar ku tebak. Apa dia perempuan dan cantik?”

“Ya, dia memang cantik tapi alasannya bukan itu.” Dahi Myungsoo mengkerut. “Dia membuat kepercayaan diriku meningkat. Aku harap dia saudaraku bukan kau.”
Myungsoo dan Moonsoo sontak tertawa bersama.
“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

 

Setelah mendapat dana dari  C&P Bae, perusahaan Kosmetik milik Myungsoo mulai memproduksi brand mereka. Myungsoo juga semakin sibuk namun sesibuk apapun dia berusaha agar Soojung tak meresa terabaikan. Myungsoo selalu berkunjung ke rumah Soojung dimalam hari meski kemudian ia harus kembali ke kantor lagi.

“Jika kau sangat sibuk, jangan datang kemari.” Ucap Soojung pada Myungsoo.

“Gwenchana.” Senyum Myungsoo. “Aku akan kembali ke kantor. Kau tidurlah.” Myungsoo mengacak rambut Soojung lembut.
Soojung pun menuruti perintah Myungsoo, dia masuk kedalam rumah. Sedangkan Myungsoo sendiri, ia harus kembali ke kantor karna banyak pekerjaan yang sudah menantinya.

“Sungyeol, bagaimana?” Myungsoo berbicara pada seorang lewat telfon.

“Seperti yang disampaikan Moonsoo. Kita punya kendala di periklanan.” Jawab Sungyeol.

“Intinya kita kurang dana kan?”

“Aku harap ada hujan dolar dimalam hari.” Ucap Sunyeol, bukan lelucon. Mereka benar-benar berharap ada uang datang begitu saja didepan mereka, tapi uang tidak berjalan sendiri kan?
~

Niat awal Myungsoo untuk kembali ke kantor terurungkan karna sebuah undangan makan malam, undangan secara langsung dari presiden C&P. Myungsoo menghentikan mobilnya didepan restoran elit korea. Dia melangkah pasti tanpa keraguan sedikit pun. Myungsoo tidak heran dengan pemandangan sunyi seperti ini. Sang pembuat acara pasti sudah memesan restoran ini secara khusus.
Myungsoo mulai curiga saat pria baya diujung sana tersenyum ramah padanya. Senyum itu punya makna berdeda dengan hubungan bisnis mereka.

“Kim sajang,,, selamat datang.” Pria itu mempersilahkan Myungsoo duduk. Dilihat dari kerutan diwajah pria ini, mungkin umurnya sekitar 65-70 tahun.
Myungsoo menunduk lalu duduk disebrang.

“Ku dengar kau tidak datang dipertemuan sebelumnya?” Pertanyaan basa-basi dari Presiden.

“Maafkan saya,,”

“Sayang sekali padahal aku ingin tau bagaimana pendapatmu tentang putriku.” Ucap pria baya tadi. Myungsoo diam.

“Akan lebih baik jika perusahaan kosmetik itu kalian jalankan bersama-sama.” Sudah jelas apa yang di inginkan pria didepan Myungsoo ini. “Tapi aku tidak bisa memaksa kalian. Aku tidak akan memberikan putriku pada seorang yang tidak berniat menjaganya. Jadi pikirkan baik-baik, Perusahaan juga putriku.”
“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Keesokan hari
“Kapan proyek kosmetik akan selesai?” Sangbum -Ayah Myungsoo- menatap tajam dua putranya. “Itu adalah impian ibu kalian sebelum dia meninggal. Setelah 10 tahun, akhirnya ayah bisa mewujudkannya. Dan kalian berniat menghancurkan impian ibumu?”

Myungsoo dan Moonsoo menunduk dalam.

“Jika ada seseorang yang menghalanginya, ayah akan menemui dia.” Sangbum merencanakan Moonsoo menikah dengan putri pemilik majalah Glitz dan itu gagal karna Moonsoo melepasnya untuk gadis lain. Dengan kata lain Moonsoo-lah penyebab awal masalah ini timbul. “Lakukan apapun supaya brand kita berhasil atau berhenti jadi anakku.”

Seolah semua masalah terbebankan pada Myungsoo, Moonsoo sadar kesalahannya namun dia sudah memutuskan jalannya jadi sekarang giliran Myungsoo. Darimana dia mendapatkan dana untuk pemasangan iklan? Kosmetik ini bukan brand murahan yang bisa dipasang pada sembarang majalah atau menggunakan model rockie.

“Apa yang kau lakukan?” Myungsoo geram, pada situasi seperti ini Sungyoel masih sempat melihat gambar-gambar wanita di komputernya.

sgy“Geunyang,,,” Sungyeol dan Myungsoo bersahabat sejak SMP, jadi mereka tidak bisa berkomunikasi layaknya direktur dan bawahan. Pernah mereka mencoba untuk bicara resmi tapi malah berakhir canggung untuk keduanya.

“Mencari gadis kaya yang bisa menyelamatkan hidupku.”

“Apa?” Myungsoo tak mengerti perkataan Sungyeol.

“Aku ikut forum perjodohan. Anggota disini hanya wanita atau pria yang punya penghasilan tinggi. Contohnya direktur muda, pewaris, aktor-aktris kaya, dan semacamnya.” Sungyeol memberi penjelasan.
Bukannya mengerti, Myungsoo justru semakin bingung. “Kau?” Dilihat dari sisi manapun Sungyeol bukan salah satu kategori diatas jadi kenapa dia bisa masuk forum tersebut.

“Aku menggunakan namamu.” Jawab Sungyeol polos. Tanpa banyak berfikir Myungsoo langsung memukul kepala Sungyeol. “Kau mau mati?!”

“Aku akan mengaku setelah bertemu salah satu dari mereka. Kali ini lepaskan aku,,,” Mohon Sungyeol memasang wajah bayi tak berdosa. “Lebih baik ikut aku melihat mereka.”
Tanpa keberatan Myungsoo ikut melihat profil wanita-wanita itu. Lumayan juga untuk melenturkan pikiran yang kaku karna pekerjaan mereka.

“Oh. Dia manis sekali.” Komentar Sungyeol pada salah satu foto.

“Berhenti.” Suruh Myungsoo. Sungyeol menuruti permintaan Myungsoo, dia menghentikan mouse pada satu profil wanita yang nampak anggun.

“Kau tertarik? Aku hanya mengajakmu melihat bukan memilih mereka.”

“Diam!” Myungsoo mengeser kursi gerak Sungyeol dan mengambil alih mouse. “Kau sudah punya Soojung.” Sungyeol tak menyerah menghentikan Myungsoo, namun sepertinya Myungsoo sudah tak menghiraukan Sungyeol lagi.
Myungsoo terlihat mengetik beberapa huruf lalu yang terakhir tombol ENTER. Sudah. Myungsoo meninggalkan komputer Sungyeol.

“Hik? Bae Sooji? Pewaris C&P Bae?!” Mata Sungyeol membulat penuh.
“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Dan disinilah Myungsoo akhirnya. Sebuah restoran yang ia pesan untuk pertemuan mereka. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya dia ke tempat ini. Ia tertarik karna banyak rekan yang seumuran dengannya sering membicarakan tempat ini, mereka bilang retoran ini cocok untuk berkencan.
Myungsoo melirik jarum jam dipergelangan tangannya, sepuluh menit. Sang gadis belum juga datang.

 

Ditempat lain,
“Nona, anda ada kencan buta malam ini.” Sekretaris Sooji –Hyeri- menyerahkan data seorang pria dengan stelan jas rapi.

Sooji membaca sejenak profil pria tersebut. Kim Myungsoo? Sooji menyerit, namanya tidak asing. “Bagaimana dengan direkturnya? Kim Myungsoo,,,” Seolma,,, ayahnya.

Sooji sungguh tak habis pikir dengan sang ayah. Padahal dia sudah bilang bahwa ia tlah memasang profil dirinya diforum perjodohan. Bukannya Sooji tidak mau di jodohkan dengan pilihan sang ayah, namun dia tidak ingin ayahnya terbebani , Ayah Sooji sudah cukup tua mengurusi hal seperti ini.

Wajah Sooji terlihat resah. Selain itu, dia juga sudah punya janji dengan seseorang. Seseorang yan sangat penting bagi dirinya. Sooji mengambil benda pipih dari dalam tasnya lalu mendekatkan ke telinga.

“Oppa..” Sapa Sooji pada orang diujung telfon. “Aku mungkin akan terlambat, tunggu aku.”
~

Hampir setengah jam. Myungsoo menghela nafas kasar. Gadis seperti apa sebenarnya Bae Sooji itu? Sampai dia dibiarkan menunggu selama tiga puluh menit. Myungsoo merasa kehilangan akal sehatnya, Soojung saja tidak pernah Myungsoo tunggui seperti ini.

Ketika Myungsoo menyerah menunggu pasangan kencan butanya, sebuah suara menghentikan Myungsoo. “Maaf aku terlambat.” Ucap seorang gadis tanpa sedekitpun ada nada penyesalan.

Myungsoo memutar matanya ke atas. Dia membuang muka saat Sooji duduk didepannya.

“Melihatmu datang kesini, kau pasti menujui ucapan ayahku.” Ucap Sooji. “Yah,, jika dipikir lagi buat apa kau menolaknya kan?”
Myungsoo mengendus tak percaya. Setelah membuatnya menunggu lama gadis ini benar-benar mengatakan itu?

“Ini kartu namaku.” Sooji menggeser kertas persegi berukuran kecil. “Dipertemuan berikutnya hubungi aku langsung. Pacarku sedang menunggu jadi aku harus segera pergi.” Sooji berdiri hendak pergi namun baru beberapa langkah Myungsoo memanggilnya.

“Sebaiknya kita tidak bertemu lagi.” Myungsoo mengembalikan kartu nama Sooji lalu berjalan meninggalkan gadis tersebut. Sooji tidak bisa menahan mulutnya untuk menganga, dia tertawa tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. Seorang pria meninggalkan dirinya hanya dengan lima kalimat singkat. Ini benar-benar melukai harga dirinya.
~

 

Sooji tak bisa mengendalikan perasaan berantakannya bahkan ketika dia bertemu sang kekasih.

“Siapa yang merusak wajahmu?” Tanya Minho.
“Molla.”

Choi Minho, kekasih Sooji. Adalah seorang atlet lompat tinggi. Bisa ditebak, awal pertemuan mereka memang diarea pertandingan. Hubungan mereka sudah berjalan sepuluh bulan sejak dua tahun pertemuan awal mereka.

Terlalu lama pendekatan? Bisa dibilang begitu. Banyak yang Sooji pikirkan, salah satunya adalah restu dari sang ayah. Sooji dan Minho sama-sama sadar posisi –status- mereka, namun mereka tetap menjalin hubungan yang tidak mungkin bertahan itu.

Kau tak bisa menahan hatimu untuk jatuh cinta, semacam itu.

“Oppa, ayo pergi ke bar. Aku sangat frustasi.” Sooji merengek didepan Minho.

“Dimana sisi angun Bae Sooji?”

“Seseorang mengambilnya sebelum aku kemari.” Jawab Sooji.

””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

 

Dipagi hari yang cerah, Sooji menuruni anak tangga menuju ruang makan. Disana sudah ada ayah tercinta yang sedang menunggu dirinya. Sooji memperbaiki ekpresi wajahnya, agar tak terbaca oleh sang ayah. Cuaca cerah tak mampu memperbaiki hati Sooji yang rusak sejak tadi malam.

“Aku dengar kau bertemu Kim Myungsoo tadi malam.” Huft,, pertanyaan yang sangat diantisipasi SoojI.

“Dia pria yang dingin.” Jawab Sooji.

“Hn? Menurut ayah dia tidak begitu.”

“Dia benar-benar seperti itu Appa, apa untungnya aku berbohong.”

“Kecuali kau melakukan kesalahan lebih dulu.”

Sooji memutar matanya ke atas. Jika dipikir lagi, memang Sooji yang salah karna membuat lelaki itu menunggu. Tapi tetap saja lelaki tersebut tidak punya hak berkata dingin padanya apalagi dia seorang wanita.
Pokoknya Kim Myungsoo MENYEBALKAN.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////

 

A/N : OhMyMyungzy,, gw sampe ganti Disclaimer loh #ngenes. Untuk menghargai pilihan Suzy aku harus menggantinya, dan semoga cepat kembali ke semula *AMIN.

IgotYou feelnya udah berantakan gara-gara,,,,, ya kalian tau lah gara2 apa.

Semua fan ngerasain beratnya nerima Suzy pacaran sama orang lain jadi untuk SILENT READER tolong berhenti dari profisi kalian. Sampai kapan kalian akan bersembunyi?!! Liat statistiknya bikin SHOCK tau. Masak iya, ga sengaja buka post-an disini sampai nulis kata kunci segala.
Sekarang beda dengan dulu. Kalau dulu aku punya kekuatan nulis dari Myungzy 50% dan Komentar reader 50%. Nah sekarang aku dapat kekuatan dari Myungzy 20% dan Komentar reader 80%.

Udah, mau bilang gitu aja.

Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo. Stay tune on this blog and wait next chapter. Annyeooooong. 😀

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

55 thoughts on “Waiting Outside the Line (Chapter 1)

  1. keren nih ff nya, duh castnya jsj — kurang panjaaang. next thor, keep writing & fighting!

    Suka

  2. woah seru nih ffx ditunggu part slanjutx

    Suka

  3. Seruuu kerennn..
    Lanjut baca part 2 😊

    Suka

  4. Seruuu… next part.. myungzy semangat!!!

    Suka

  5. jhoa thor..
    baru nemu ff ini.
    apa nanti myungsoo tetep nikah sama suzy..??

    Suka

  6. hwaaa update baru, aku ketinggalan T_T
    ceritanya ttep myungzy yeaayy.. suka
    akhirnya.. ttep semangat nulisnya ya thor

    Suka

  7. ceritanya seru…
    lanjut baca part 2

    Suka

  8. Myung sama soojung,
    suzy sama minho.
    wowwww
    Wah penasaran gimana ntar myungzy bersatu.
    Fighting

    Suka

  9. Aigoo ternyata myungzy punya pacar masing2 toh….
    Penasaran ama jalan cerita mereka next
    mian ya baru comment seakarang…

    Disukai oleh 1 orang

  10. jalan ceritanya bkin pensrannn….ngimna myungzy bsa nikahh…

    Suka

  11. Seruu thorrrr 🙂 disini aku ngebayangin Suzynya gayanya high class bgt hahaha
    suka thor suka 😀

    Suka

  12. udh punya pcr masing”

    Suka

  13. Jadi ceritanya ini flashback journeynya myungzy yaa.. keren jugaa..
    suzy ama myung sama sama udh lunya pacar. Jangan jangan mereka berdua mau dijodohin lagi.. kasian juga sih myung terbeban karna dongsaeng dan appanya.

    Suka

  14. Wohohooo myungzy sama sama udh punya pacar, monsoo eyakk eyakk wakakakkk…ni mau dijohin kan myungzy..sedih bgt kasian soojung sama minho

    Suka

  15. sama sama arogan wkwkw

    Suka

  16. Oow mereka Sama Sama udah punya pacar, terus gmn mereka bsa bersatu? Apa perjodohnnya berhsl gt aja? Trus gmn dgn pasangn masing2?

    Suka

  17. Ceritanya bkin penasaran.. Keren 🙂

    Suka

  18. soojung myungsoo………hm

    Suka

  19. Kesan pertama yang menyebalkan..
    Myung juga keterlaluan, kalo aku digituin juga bakalan kesel. dan g bakal mau ketemu deh. suerrrrrrrrrrrrrr!

    Suka

  20. anyeong thor .. aku new reader .. izin baca ff nya ne ..

    Suka

  21. Myung nyebelin. suzy juga wkwkw
    Yeey ada moonsoo Oppaaa

    Ffnya keren
    Izin.baca

    Suka

  22. annyeong thor.. i just found this wp.. ijin baca yaaa..
    untuk part pertama myungzy masih sama pasangan masing2, sma2 nyebelin nu bedua awas aja nnti saling jatuh cinta..
    ijin baca next chapt eon

    Suka

  23. Anyeong readers baru ijin baca ea authornim…😊

    Disukai oleh 1 orang

  24. Jadi suzy itu sengaja terlambat karna dia tau itu myungsoo? Ckck suzy suzy..

    Suka

  25. annyeong eon readers baru ijin baca ff eonni
    pas lagi nyari ff myungzy nemu ini ff pas aku baca genrenya married aku langsung tertarik
    apa lagi myunsoo cool gimana gitu *kkk
    belum terlalu ngeh sama ceritanya
    myungsoo pacaran sama soojung
    suzy sama minho
    pertemuan awal myungzy ada kesan menjengkelnya
    terus gimana kelanjutanya
    next eon

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s