We Home

Thank for visit. leave your coment, please :)

Waiting Outside the Line (Chapter 9 b)

43 Komentar

Title        : Waiting Outside the Line

Author    : Cahya Khosyiah

Main Cast    :  Kim Myungsoo | Bae Sooji

Other Cast    : Kim Moonsoo | Choi Minho | Jung Soojung | Lee Sungyeol |

Original Cast    : Yuna | Kim Sangbum |

Special Cast    :

Pairing    : Myungzy JJANG!

Genre        : Romance, Married Life.

Rate        : 18+

Disclaimer    : Bae Suzy masih milik Lee Min Ho, Myungzy hanya sebuah fiction. Cerita ini merupakan karangan fikti belaka, hasil imajinasi liar author. Jika ada kesamaan karakter adalah sebuah ketidak sengajaan. Cast dalam cerita ini milik agensi, keluarga, dan pacar masing-masing. But this story is my mine.
Huruf tebal untuk flashback
R&R

WOTL
/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////


“Uwaaa,,,Sungguh menakjubkan.” Sooji tak bisa berhenti berdecak kagum. Dihadapannya hamparan bunga black eyed susan nan luas, dikelilingi perbukitan yang ditumbunhi pohon-pohon hijau. “Aku tidak tau ada tempat seperti ini.” Sooji berlari ketengah, berputar-putar dan menari diantara bunga-bunga.
Myungsoo tersenyum.
“Lihat kupu-kupunya hinggap ditanganku.” Sooji nampat sangat antusias.
“Ikuti aku.” Myungsoo melewati Sooji dan Sooji pun berjalan dibelakang  Myungsoo.

Mereka berjalan menuju salahsatu puncak bukit. Angin yang berhembus membuat kebahagian tersendiri. Dari atas bukit hamparan bunga semakin terlihat indah, Sooji merasa seperti terbang diantara bunga-bunga kuning tersebut.

Sooji menoleh pria disampingnya, sebuah tangan kekar menggenggam hangat tangan Sooji. Myungsoo menampakkan senyum lembut ketika Sooji memasang wajah bertanya.

“Terasa tenang.” Ucap Myungsoo mempererat genggamannya.

Sooji ikut tersenyum, ia membalas genggaman tangan Myungsoo meski tak bisa seerat sang pria.

“Tunggu disini.” Ucap Myungsoo. Dia pergi ke salah satu pohon disana lalu kembali dengan tikar berwarna cream. “Duduklah.” Myungsoo mempersilahkan.

Sooji masih memperhatikan Myungsoo, sang pria terlihat sedang  mengeluarkan beberapa toples, juga botol air. “Kau menyiapkan ini?” Tanyanya.

“Tentu. Kita akan sampai malam disini, apa kau mau kelaparan?” Myungsoo menjawab sambil membuka toples-toples tersebut.

“Kenapa tidak bilang? Aku kan bisa membantumu menyiapkan ini. Dari mana kau mendapatkan bimbap dan lainnya? Kau membelinya?”

“Tentu saja. Mana bisa aku membuat ini semua sendiri.”

“Seharusnya kau bilang padaku, ini pemborosan.” Ucap Sooji.

“Aku menemukan satu lagi dari dirimu, selain sombong kau juga pelit.”

“YA!.” Sooji membentak, namun dia sadar ucapannya tadi memang terdengar seperti manusia pelit. “Maksudku, aku bisa melakukannya, seharusnya kau bilang kita akan piknik.”

“Karna aku yang mengajakmu jadi aku ingin menyiapkan keperluan kita.”

“Ini kencan kita bukan kencanmu.” Balas Sooji.

“Apa kita akan terus berdebat hanya karna makanan?”
Myungsoo dan Sooji saling menatap cukup lama.

“Aku juga heran, kita sesalu berdebat karna hal-hal kecil.” Ucap Sooji, mengalihkan pangdangannya.

Myungsoo menghela sambil menutup matanya. “Berdebat membuatku lapar.” Dia mengambil satu bimbap dari toples. “Kau ingin mencobanya?” Disodorkan bimbap tersebut kepada Sooji.

Sang wanita ragu sejenak, namun akhirnya ia membuka mulutnya. Memakan setengah bimbap dari tangan Myungsoo. “Rasanya lumayan, meski tidak seenak masakanku.”

“Benarkah?” Myungsoo memakan sisa bimbap tadi. “Ini enak.” Komentar Myungsoo.

“YA! Kau memakannya? Itu kan bekas gigitanku.”
“Lalu?”

Sooji menutup mulutnya, secara tidak langsung mereka melakukan ciuman lewat bimbap.

“Ini enak. Coba yang lain juga.” Myungsoo menggeser toples ke dekat Sooji.

Sooji memakan makanan yang dibawa Myungsoo bedasarkan intruksi sang pria. Saat Myungsoo menyuruh memakan buah  Sooji akan memakan buah, Saat Myungsoo menyupit tempura, Sooji akan memakan itu.
~

“Perut kenyang membuatku mengantuk.” Sooji menutup mulutnya yang menguap.

“Udaranya juga mendukung untuk tidur siang.”
Sooji membaringkan tubuhnya, cukup lama dia bergerak mencari posisi yang pas namun Sooji tak kunjung menemukannya.

Myungsoo ikut berbaring lalu menarik kepala Sooji, meletakkan kepala sang wanita dilengannya. “Tidurlah. Jika sudah saatnya matahari tenggelam aku akan membangunkanmu.” Ucap Myungsoo.

Sooji mengamati Myungsoo yang sedang mengotak-atik ponselnya. “Kenapa?”

“Dari Sungyeol. Katanya ada relasi yang tiba-tiba datang ke perusahaan.”

“Apa?!” Sooji hendak bangun tapi Myungsoo langsung menarik kepala Sooji kembali. “Kalau begitu  ayo pulang. Kita tak seharusnya bermain-main disini.”

“Aku sudah merencanakan ini sejak dua minggu yang lalu, mencari cuaca yang pas. Ini adalah pertama kalinya dalam 9 tahun aku mengambil cuti untuk pergi piknik. Jika kita pulang itu akan mengecewakanku.” Ucap Myungsoo menatap Sooji tanpa berkedip.

Sooji menghela nafas, luluh. “Arraso.”

“Sekarang tutup matamu.” Myungsoo menutup mata Sooji dengan tangannya.
~

Mata Sooji bergerak sedikit demi sedikit, dilihatnya pertama kali wajah Myungsoo yang terpancar cahaya orange matahari.

Hati Sooji tiba-tiba menghangat.

Pelan-pelan tangan Sooji menggerakkan  merangkul perut Myungsoo.

“Matahari sudah hampir tenggelam.”

Sooji langsung menutup mata lagi ketika Myungsoo tiba-tiba terbangun, tangannya masih melingkar di perut Myungsoo.

“Sooji bangunlah.” Panggil Myungsoo sambil menggoyang tangan Sooji.

“O. Sudah sore.” Ucap Sooji pura-pura baru bangun tidur.

“Indah kan?” Sooji mengikuti arah mata Myungsoo.

Ya. Itu sangat indah. Setangah matahari sudah tenggelam ke dalam bumi, setengahnya lagi masih berada dipermukaan. Menyisakan cahaya kemerahan dilangit. Awan-awan juga ikut berwarna merah karna cahaya tersebut.

“Ayo berfoto.” Ajak Myungsoo menyiapkan kamera, dia mengajak Sooji duduk membelakangi matahari. “Mendekatlah.” Perintah Myungsoo, Sooji menggeser duduknya mendekat pada Myungsoo.
“Seperti ini, agar mataharinya terlihat.” Myungsoo mengatur kepala Sooji menyentuh kepalanya namun memberikan ruang diantara leher mereka. “Say kimchiii.”

“Kimchi,,,,” Keduanya tersenyum kearah kamera.
~

“Indah sekali!” Sooji riang. “Putik-putik berterbangan terbawa angin.”

“Kau tidak pernah ke taman bunga sebelumnya?”

Sooji menggeleng. “Matahari tenggelam, taman bunga, aku tidak pernah sama sekali. Saat SMA dan masa kuliah aku lebih sering ke mall atau ke luar negeri. Ini adalah pertama kalinya aku ke taman bunga.”

“Sudah ku tebak, itu terlihat jelas.” Timpal Myungsoo.

“Aku juga tidak pernah berfikir orang sepertimu tau tempat begini. Apa kau sering kemari?” Tanya Sooji senyum.

“Beberapa kali saat aku merasa penat.”

Bibir Sooji langsung turun ke bawah, menghilangkan senyum yang dari tadi menghiasi wajahnya. “Bersama Soojung?”

Myungsoo menoleh, “Darimana kau tau?”

Sooji bangkit berdiri, “Aku tidak suka tempat ini! Lain kali ajak aku ke tempat yang tidak pernah dikunjungi Soojung.” Sooji meninggalkan Myungsoo yang terkejut dengan perubahan sikap Sooji.

“Sooji tunggu, kau mau kemana?”

“Pulang!!” Teriak Sooji.

“Kenapa dia jadi,,, Ya Tuhan, apa karna itu?” Myungsoo menyadari kekesalan Sooji adalah karna Myungsoo bilang ia pernah mengunjungi tempat ini bersama Soojung.
~

“Kau marah karna Soojung?” Ucap Myungsoo sangat lembut ketika dia sudah berada didalam mobil bersama Sooji.

“Haruskah kau memperjelasnya?” Mata Sooji menatap Myungsoo dengan tajam.

“Aku pikir ini tempat yang sangat indah jadi aku mengajakmu.”

“Apapun itu aku tidak perduli.” Ucap Sooji memasang wajah tak mau dengar. Tangannya sibuk mencari ponsel yang sejak tadi terus berdering. “Ya. Bae Sooji disini.” Sapanya ketus.

“…”

“Apa?!” Sooji setengah berteriak, ekpresi wajahnya sulit diartikan. “Baiklah. Kita bertemu dikantorku.” Sooji menutup sambungan

“Apa yang terjadi?”

“Aku harus kembali ke kantor.” Jawab Sooji.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
A/N : Maaf pendek. Ini sambungan ya,,,, 🙂
Thank for read. DON’T BE SILENT READER AND STOP PLAGIATOR!!! Sorry for typo. Stay tune on this blog and wait next chapter. Annyeooooong. 😀

Iklan

Penulis: cakho

Suka ngayal. Mendengarkan semua musik. Random. Multifandom but I'm Anime fan.

43 thoughts on “Waiting Outside the Line (Chapter 9 b)

  1. Lah habis seneng seneng suzy langsung jutek..lagian si myungsoo pake ngomong kata soojung pula haduh, sooji jadi cemburu…itu ada apa harus buru buru ke kantor ya…author gomawo ne udh ngepost ff ini yg keren :)…lanjutannya ditunggu kalo bisa secepetnya ya thor heheee gomawo

    Suka

  2. Yahh hbs mesra mesraan ujungnya berantem lagi. myung sii ga belajar dari pengalaman wkkwk masii aja nyebut nyebut nama soojung di dpn suzy. Ngambek lagikann suzy nya.
    Lagian myung jadi cowok ga peka bgt sih.
    Waduuu ada masalah apa di kantor? Kelanjutannya sangat ditunggu. Makasii part 9b nya^^
    Fighting!

    Suka

  3. sooji cemburu bgt…..lucu….
    jd ngambek dech…..

    Suka

  4. sukaaaa makin lama makinn romatiss tp suzyy cemburuann yaa qkwkwk…
    nextt aku tunggu

    Suka

  5. giliran suzy yg jealous..keke suka deh mereka sering cemburu2 gitu yg awalnya suka tmpatnya jadi ga suka ggra soojung juga pernah ke sana..
    next ya thor 😄

    Suka

  6. Laki2 kurang peka!

    Tapi ya… Sweet itu mah… Sooji sabar y..

    Eits! Apa yg tjd di kantor?

    Suka

  7. haha udah aku duga mereka pasti berantem lg…kkkk
    knpa sm kantor suzy???ada apa????

    Suka

  8. eyyyy suzy cemburu tuh hehehe…apa yg terjd di kantor suzy next

    Suka

  9. Oh iya lupa, kan cuma sambungan. Suzy pencemburu ya..

    Suka

  10. myungsoo mah gak peka udah tau suzy sebel sama soojung masih aja nyubut” nama soojung kalok lagi sama suzy
    duhh malah kwatir ntar suzy kayak ibunya

    Suka

  11. Suzy udah seneng marah lahi kan hahah

    Suka

Tell me what you feel,,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s